bernasnews – Setelah perjalanan udara 15 jam dari Jakarta, Indonesia, Kamis (5/3/2026) kami (saya dr. Asdi Yudiono dan isteri Yovita) sampai di skypool Amsterdam tepat waktu. Sebenarnya, rute penerbangan sedikit melenceng karena menghindari resiko melewati wilayah perang Perak Teluk Iran vs Israel dan Amerika Serikat.
Turun dari pesawat Garuda 88 Boeing 777-R900, kami dijemput Dion anak nomor tiga yang studi di Sitroom US dekat kerja di sini. Dia sudah sembilan tahun yang lalu tinggal di sini.
Kami dengan lancar keluar dari migrasi mengambil bagasi lalu naik kereta seperti pramex. Antar kota lah kami menuju ke hotel dimana kami akan tinggal semalam di Amsterdam. Sekarang kami dapat masuk hotel dengan membayar tambahan chars 15 euro karena belum pukul 3 sore kami masuk tadi pukul 9 pagi.
Nah, dari situ kami akan jalan-jalan menuju kota melihat mungkin ya kincir angin maupun pemandangan lain. Juga melihat kanal-kanal dan akan mencari makan siang di sini.
Jam di tangan menunjukkan pukul 11, jadi masih cukup pagi dan cuaca cukup panas 15 derajat. Belum lama kemarin sempat turun salju, tapi pada bulan Maret ini sudah mulai terasa sejuk 15 derajat, demikian laporan hari pertama di Amsterdam.
Pada siang hari kami sudah tiba di bangunan kincir angin yang besar di daerah pinggiran kota. Kami naik tramp lalu kereta tiga kali, kami dapet menjumpai sebuah taman yang himne. Ada taman-taman, ada kerbau, sapi, burung gagak, bebek dan sungai Amste yang cukup terkenal di Belanda.
Kami berfoto-foto sebentar kemudian kembali lagi ke kota karena di tempat ini sudah pukul 1 siang tapi suasana suhunya cukup bersahabat 15 derajat, kami akan mencari makan siang di kota.
MENUJU PARIS
Pada hari Sabtu (7/3) pukul 8 pagi kami pergi ke terminal dekat hotel kami menginap untuk melanjutkan perjalanan menuju Paris. Dari sana kami harus menuju bandara karena pesawat Hudaybiyah dari Paris menuju Lourdes berangkat take-off pukul 12.25.
Perjalanan dari Amsterdam ke Paris dengan menggunakan bis cukup nyaman lewat jalan tol bebas hambatan dengan kecepatan 100 suasana suhu 17 derajat. Banyak kabut dan tidak ada sinar matahari. jalanan lancar. Semoga nanti pukul 15.00 kami sudah sampai di Paris semua lancar nanti. Kanan kiri dari jalan bebas hambatan ini tampak kresek karena daunan pada rontok dan kemarin ada sine pasut lepas dari bulan salju.
Pukul 16.00 Sabtu sore waktu Paris, tibalah bus antarkota yang mengantar kami sampai di Airport Orly di Paris menuju Tarbes Lourdes dengan Pesawat Volotea. Semua berjalan dengan lamcar, dan pesawat mendarat pukul 19.30 waktu setempat. Ini enam lebih cepat dari WIB. Bergegas mengambil bagasi, kami langsung menuju Hotel Christ-Roi Lourdes, sekitar 14 km dari airport. Kami memang mencari lokasi hotel yang dekat dari tempat ziarah
Menurut rencana, kami akan menginap dua malam dan Minggu (8/3) pagi kami akan mengulik tempat-tempat suci yang menjadi tujuan utama berdoa dan menghunjukkan permohonan ujub kami. Semoga Tuhan melalui Bunda Maria mengkabulkan doa kami. Amin. (mar/dr. Asdi Yudiono, Pimpinan Klinik INTAN Yogyakarta)












