News  

Lansia Tewas Tertabrak KA Bengawan di Janti Sleman, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Ilustrasi Lansia Tewas Tertabrak KA Bengawan di Janti Sleman, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya/Ef Linangkung

bernasnews – Seorang lansia tewas tertemper KA Bengawan di Fly Over Janti, Sleman. Korban diduga memiliki gangguan pendengaran saat menyeberangi rel kereta.

Seorang pria lanjut usia berinisial N (73), warga Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, meninggal dunia setelah tertemper KA Bengawan di jalur rel kawasan timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.25 WIB. Korban diduga tidak menyadari kereta yang melintas saat menyeberangi rel sambil membawa karung berisi barang rosok.

Peristiwa terjadi di Kilometer 162+0 petak jalan Lempuyangan–Maguwo. Meski warga telah berteriak memberi peringatan, tabrakan tidak dapat dihindari karena jarak kereta dengan korban sudah terlalu dekat.

Korban Menyeberang Saat KA Bengawan Melintas

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban berjalan melintasi rel kereta api sambil memikul karung berisi barang rosok.

Pada waktu yang bersamaan, KA 282 Bengawan relasi Pasarsenen–Purwosari melaju dari arah barat menuju timur.

Warga yang melihat situasi tersebut berusaha memperingatkan korban dengan berteriak agar segera menjauh dari jalur rel. Namun, kereta yang telah berada dalam jarak dekat tidak lagi memungkinkan masinis menghentikan laju rangkaian tepat waktu.

Benturan pun tidak terelakkan. Korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Diduga Memiliki Gangguan Pendengaran

Keterangan dari warga sekitar menyebut korban diketahui memiliki gangguan pendengaran.

Kondisi tersebut diduga membuat korban tidak mendengar suara kereta maupun teriakan warga yang berusaha memperingatkannya agar menjauh dari rel.

Meski demikian, penyebab pasti insiden tetap menjadi bagian dari penanganan aparat sesuai prosedur.

Jenazah Dievakuasi ke RS Bhayangkara

Usai menerima laporan, petugas kepolisian bersama relawan PMI mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara guna proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, arus perjalanan kereta sempat terhenti beberapa menit selama proses penanganan berlangsung.

KA Bengawan Kembali Beroperasi

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan KA 282 Bengawan mengalami temperan orang pada pukul 17.25 WIB.

Seluruh awak maupun penumpang kereta dipastikan dalam kondisi selamat.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, perjalanan KA Bengawan kembali dilanjutkan sekitar pukul 17.30 WIB.

“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan senantiasa berhenti sejenak untuk memastikan bahwa jalur aman dan tidak ada kereta akan melintas baru melintasi perlintasan. Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi tinggi risiko,” ujar Feni Novida Saragih.

KAI Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur Rel

KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat agar hanya melintasi rel melalui perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan.

Masyarakat juga diminta tidak membuka perlintasan liar maupun melakukan aktivitas di sekitar jalur kereta karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Feni menegaskan keselamatan di kawasan perkeretaapian merupakan tanggung jawab bersama.

“Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami imbau seluruh masyarakat agar melintas hanya di perlintasan resmi saja dan berhenti sejenak untuk memastikan jalur kereta api aman dan tidak ada kereta akan melintas sebelum kendaraan melintasi perlintasan sebidang KA. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkasnya.***