bernasnews – Seorang lansia berusia 85 tahun yang dilaporkan hilang di Parangtritis, Bantul, ditemukan meninggal dunia di semak-semak parit Sungai Opak. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
BANTUL – Pencarian seorang warga lanjut usia yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah di Dusun Sono, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, berakhir dengan kabar duka. Korban ditemukan meninggal dunia di semak-semak parit Sungai Opak pada Senin (27/7/2026) sekitar tengah hari.
Korban diketahui berinisial APM (85), seorang buruh tani yang tinggal di Dusun Sono, Parangtritis, Kretek. Penemuan jenazahnya mengundang perhatian warga yang sejak pagi ikut melakukan pencarian setelah korban diketahui tidak berada di rumah.
Warga Menyisir Area Sekitar Rumah hingga Parit Sungai Opak
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan upaya pencarian dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Warga bersama dua orang saksi, yakni Sumarwan dan Riyadi, menyisir sejumlah lokasi di sekitar tempat tinggal korban, termasuk area semak-semak di tepi parit Sungai Opak.
Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 11.27 WIB ketika korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban yang sebelumnya diketahui meninggalkan rumah akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.27 WIB di semak-semak parit Sungai Opak yang berada di sebelah barat rumah korban. Setelah ditemukan, warga membawa korban pulang ke rumahnya sebelum petugas melakukan pemeriksaan,” ujar Iptu Rita Hidayanto.
Polisi dan Tim Medis Lakukan Pemeriksaan Jenazah
Usai menerima laporan, petugas dari INAFIS Polres Bantul, Dokkes Polres Bantul, Polsek Kretek, Puskesmas Kretek, serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan identifikasi dilakukan oleh tim INAFIS Polres Bantul yang dipimpin Aiptu Teguh Wijaya.
Sementara itu, dokter dari Puskesmas Kretek, dr. Nisa, menjelaskan korban merupakan laki-laki lanjut usia dengan tinggi badan sekitar 161 sentimeter dan berat badan sekitar 52 kilogram. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus berwarna merah dan sarung.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Dari hasil pemeriksaan medis, petugas menemukan bercak darah pada betis kanan korban. Namun, luka tersebut dipastikan merupakan luka lama dan bukan akibat peristiwa yang baru terjadi.
Tim medis juga mendapati kondisi kaku mayat dan lebam mayat yang menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga empat jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Polisi memastikan tidak menemukan adanya indikasi kekerasan maupun tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana.
“Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya trauma maupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” kata Iptu Rita Hidayanto.
Keluarga Menerima sebagai Musibah
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan hukum.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimandikan, disucikan, dan dimakamkan sesuai prosesi keagamaan.
Kasus penemuan lansia meninggal dunia di wilayah Parangtritis tersebut pun dipastikan tidak mengarah pada dugaan tindak pidana berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian dan tim medis.***












