News  

Hujan Meteor Juli 2026, Ini Waktu Lihat Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids

Ilustrasi Dua hujan meteor, Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. (Pixabay.com)

bernasnews – Dua hujan meteor, Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids, diperkirakan mencapai puncak aktivitas hampir bersamaan pada malam 30 Juli hingga dini hari 31 Juli 2026.

Fenomena astronomi ini menawarkan kesempatan bagi pengamat langit untuk menyaksikan meteor yang melintas di atmosfer Bumi. Namun, pengamatan tahun ini menghadapi tantangan karena Bulan masih berada dalam fase hampir purnama dengan tingkat kecerahan sekitar 98 persen.

Kondisi tersebut diperkirakan akan membuat sebagian besar meteor redup lebih sulit terlihat. Meski demikian, pengamat yang bersabar masih memiliki peluang untuk menyaksikan fireball dari hujan meteor Alpha Capricornids.

Meteor jenis ini dikenal dapat menghasilkan cahaya yang jauh lebih terang sehingga berpotensi tetap terlihat meskipun langit malam diterangi cahaya Bulan.

Kedua fenomena tersebut menjadi salah satu pertunjukan astronomi yang menarik untuk diamati pada penghujung Juli. Pengamatan dapat dilakukan tanpa teleskop, asalkan berada di lokasi dengan kondisi langit yang cukup gelap dan memberikan waktu bagi mata untuk beradaptasi terhadap minimnya cahaya.

Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids Aktif dalam Periode Berbeda

Hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati jalur material yang ditinggalkan oleh komet. Partikel-partikel berbatu berukuran kecil tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.

Gesekan dengan atmosfer menyebabkan partikel memanas dan menghasilkan garis cahaya yang terlihat dari permukaan Bumi. Fenomena tersebut kemudian dikenal luas sebagai bintang jatuh.

Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids memiliki periode aktivitas yang cukup panjang. Southern Delta Aquariids mulai aktif sejak pertengahan Juli dan dapat berlangsung hingga akhir Agustus.

Sementara itu, Alpha Capricornids telah aktif sejak awal Juli dan diperkirakan terus berlangsung hingga pertengahan Agustus.

Panjang periode aktivitas tersebut menjelaskan mengapa meteor dari kedua hujan meteor dapat terlihat sebelum maupun setelah tanggal puncak. Puncak aktivitas hanya menunjukkan periode ketika peluang kemunculan meteor diperkirakan berada pada tingkat tertinggi.

Pada malam 30 Juli hingga dini hari 31 Juli 2026, kedua hujan meteor tersebut akan berada di sekitar periode puncak aktivitasnya. Kondisi ini memberikan peluang bagi pengamat untuk mencoba mengamati dua sumber hujan meteor dalam satu malam.

Southern Delta Aquariids Berpotensi Menghasilkan Lebih Banyak Meteor

Dalam kondisi pengamatan ideal, Southern Delta Aquariids menjadi hujan meteor yang berpotensi menghadirkan jumlah meteor lebih banyak. Ketika langit benar-benar gelap dan kondisi pengamatan mendukung, hujan meteor ini dapat menghasilkan sekitar 25 meteor per jam.

Namun, potensi tersebut diperkirakan tidak akan sepenuhnya mudah dinikmati pada puncaknya tahun ini. Bulan purnama Juli jatuh pada 29 Juli 2026. Dengan demikian, pada malam setelahnya, Bulan diperkirakan masih memiliki tingkat kecerahan sekitar 98 persen.

Cahaya Bulan yang sangat terang dapat mengurangi kontras antara meteor dan latar belakang langit. Akibatnya, meteor yang memiliki cahaya lebih redup, termasuk sebagian aktivitas Southern Delta Aquariids, berpotensi sulit diamati dengan mata telanjang.

Meski demikian, bukan berarti pengamatan tidak layak dilakukan. Pengamat yang berada di lokasi minim polusi cahaya tetap memiliki kesempatan untuk menangkap beberapa meteor yang lebih terang.

Alpha Capricornids Menawarkan Peluang Melihat Fireball

Berbeda dengan Southern Delta Aquariids yang dikenal dapat menghasilkan lebih banyak meteor, Alpha Capricornids biasanya hanya menghasilkan sekitar lima meteor per jam dalam kondisi langit yang ideal.

Jumlah tersebut memang lebih sedikit. Namun, Alpha Capricornids memiliki daya tarik tersendiri karena dapat menghasilkan fireball atau meteor yang sangat terang.

Fireball dapat menjadi pemandangan yang mencolok karena cahayanya lebih kuat dibandingkan meteor biasa. Fenomena ini juga cenderung bergerak lebih lambat dan dapat meninggalkan jejak bercahaya yang masih terlihat sesaat setelah meteor menghilang.

Karakteristik tersebut membuat Alpha Capricornids tetap menarik untuk diburu pada malam puncaknya. Ketika cahaya Bulan hampir penuh berpotensi menyamarkan meteor-meteor redup, fireball yang lebih terang masih memiliki peluang untuk menembus dominasi cahaya Bulan di langit.

Karena itu, pengamat yang bersedia menunggu dan menghabiskan waktu lebih lama di bawah langit malam masih berpeluang mendapatkan momen menarik dari hujan meteor ini.

Waktu Terbaik Mengamati Hujan Meteor Setelah Tengah Malam

Pengamatan kedua hujan meteor tersebut disarankan dilakukan setelah tengah malam. Pada waktu tersebut, titik radian kedua hujan meteor berada lebih tinggi di langit sehingga peluang untuk melihat meteor menjadi lebih baik.

Pengamat tidak membutuhkan teleskop atau peralatan astronomi khusus. Meteor dapat muncul di berbagai bagian langit, sehingga bidang pandang yang luas justru lebih membantu. Pengamat dapat berbaring atau duduk santai sambil mengarahkan pandangan ke area langit yang luas.

Lokasi pengamatan menjadi faktor penting. Sebisa mungkin, pilih tempat yang jauh dari sumber cahaya buatan seperti lampu kota, kawasan permukiman yang padat, atau penerangan jalan yang terlalu terang. Langit yang lebih gelap akan membantu mata mendeteksi meteor dengan tingkat kecerahan rendah.

Pengamat juga disarankan memberikan waktu setidaknya 20 menit agar mata dapat beradaptasi dengan kondisi gelap. Adaptasi tersebut penting karena mata membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah berada di lingkungan yang terang sebelum mampu menangkap objek redup di langit malam.

Cahaya Bulan Purnama Menjadi Tantangan Utama Pengamatan 2026

Puncak Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids tahun ini berlangsung dalam kondisi yang kurang ideal karena berdekatan dengan fase Bulan purnama.

Bulan purnama Juli terjadi pada 29 Juli, sehari sebelum periode puncak kedua hujan meteor tersebut. Pada malam 30 Juli hingga dini hari 31 Juli, Bulan diperkirakan masih bersinar dengan tingkat kecerahan sekitar 98 persen.

Cahaya Bulan yang kuat akan menjadi tantangan terbesar bagi pengamat. Meteor dengan cahaya redup dapat tertutup oleh terang Bulan sehingga jumlah meteor yang terlihat dari lokasi pengamatan kemungkinan lebih sedikit dibandingkan kondisi langit gelap tanpa gangguan cahaya Bulan.

Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan peluang untuk menikmati fenomena astronomi. Fireball Alpha Capricornids yang memiliki cahaya lebih terang masih berpotensi terlihat. Karena itu, pengamatan tetap dapat dilakukan dengan memilih lokasi yang gelap dan mengarahkan pandangan secara luas ke langit.

Perseids Menjadi Hujan Meteor Besar Berikutnya

Setelah Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids, perhatian pengamat langit akan beralih kepada Perseids. Hujan meteor ini termasuk salah satu yang paling produktif sepanjang tahun dan diperkirakan mencapai puncak pada malam 12 hingga pagi 13 Agustus 2026.

Periode tersebut akan menghadirkan rangkaian fenomena astronomi yang menarik. Pada sore hari, akan berlangsung gerhana matahari total. Setelah itu, pada malam harinya, pengamat berkesempatan menyaksikan puncak hujan meteor Perseids.

Gerhana matahari total tersebut hanya dapat diamati dari kawasan sempit yang membentang di Greenland, Islandia, dan Spanyol. Sementara itu, hujan meteor Perseids memiliki wilayah pengamatan yang jauh lebih luas.

Perseids diperkirakan dapat terlihat dari sebagian besar wilayah Belahan Bumi Utara hingga lintang menengah di Belahan Bumi Selatan. Dengan cakupan pengamatan yang luas, fenomena ini menjadi salah satu agenda astronomi yang banyak dinantikan setelah puncak Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids.

Bagi penggemar astronomi dan masyarakat yang ingin menikmati langit malam, periode akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2026 menawarkan sejumlah kesempatan untuk mengamati fenomena meteor. Meski puncak dua hujan meteor pada 30-31 Juli menghadapi gangguan cahaya Bulan yang hampir penuh, peluang menyaksikan meteor terang dan fireball Alpha Capricornids tetap menjadi daya tarik tersendiri. (anp)