News  

Kapasitas YIA Baru Terpakai 25 Persen, DIY Pacu Akselerasi Bandara Jadi Gerbang Wisata Internasional JOGLOSEMAR

YIA baru memanfaatkan sekitar 25 persen kapasitas terminal dan kini didorong menjadi gerbang wisata internasional Koridor JOGLOSEMAR. (Dok YIA)

bernasnews – Pemerintah Daerah DIY bersama pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) mempercepat langkah pengembangan bandara sebagai gerbang wisata internasional Koridor JOGLOSEMAR setelah terungkap kapasitas terminal yang tersedia baru dimanfaatkan sekitar 25 persen.

Fakta tersebut menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Strategis Kepariwisataan melalui Jejaring Ekosistem YIA yang digelar di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, pengelola bandara, hingga organisasi terkait untuk menyusun strategi percepatan pemanfaatan YIA.

General Manager YIA Muhammad Thamrin mengungkapkan tantangan utama bandara saat ini bukan lagi pembangunan fisik, melainkan mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia.

Hingga kini, jumlah penumpang yang dilayani YIA baru sekitar 4 juta orang per tahun. Angka itu masih jauh di bawah kapasitas terminal yang dirancang mampu menampung hingga 20 juta penumpang setiap tahun.

Menurut Thamrin, kondisi tersebut tidak terlepas dari perjalanan awal operasional YIA yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 sehingga pertumbuhan trafik penumpang membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan proyeksi awal.

Fokus pada Konektivitas dan Pasar Internasional

Pengelola bandara menilai peningkatan jumlah penerbangan menjadi salah satu kunci untuk memaksimalkan pemanfaatan YIA.

Saat ini bandara tersebut melayani 13 maskapai dengan 17 rute domestik dan tiga rute internasional. Infrastruktur yang tersedia juga tergolong lengkap, mulai dari landasan pacu sepanjang 3.250 meter hingga terminal seluas 219 ribu meter persegi yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777ER.

“Kuncinya adalah memperkuat konektivitas penerbangan, membangun permintaan pasar, dan mengintegrasikan seluruh ekosistem pariwisata,” kata Thamrin.

Pemerintah DIY menilai peluang tersebut masih sangat terbuka. Pasar internasional seperti Australia, China, dan India menjadi sasaran utama pengembangan dalam beberapa tahun ke depan.

Strategi yang disiapkan mencakup promosi terpadu, pembukaan pasar baru, misi penjualan (sales mission), hingga kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat Koridor JOGLOSEMAR yang menghubungkan Yogyakarta, Solo, Semarang, Borobudur, dan destinasi sekitarnya.

Sekda DIY Minta Roadmap Segera Diselesaikan

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan percepatan pengembangan YIA tidak bisa dilakukan secara parsial.

Menurutnya, setiap pemangku kepentingan harus memiliki peran yang jelas agar target peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi dapat dicapai.
Ni Made meminta skema aksi segera dirampungkan dalam waktu satu pekan sebagai dasar penyusunan roadmap 100 hari.

“Kalau ingin akselerasi, harus jelas siapa berbuat apa. Semua kontribusi harus dituangkan secara tertulis sehingga setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas,” ujarnya.

Pemerintah DIY menargetkan implementasi program mulai berjalan pada 15 Oktober 2026. Pengalaman saat menyiapkan embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia disebut menjadi contoh bahwa kolaborasi lintas instansi dapat menghasilkan percepatan program jika didukung komitmen yang kuat.

Target Kunjungan Wisatawan Naik 75 Persen

Strategi JOGLOSEMAR Integrated Tourism Corridor menjadi salah satu andalan dalam pengembangan YIA. Konsep tersebut menggabungkan konektivitas penerbangan, destinasi unggulan, transportasi, serta sektor ekonomi kreatif dalam satu ekosistem perjalanan yang terintegrasi.

Proyeksi yang disampaikan dalam rapat menunjukkan implementasi strategi itu berpotensi meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara hingga 75 persen dalam lima tahun mendatang. Selain itu, lama tinggal wisatawan diperkirakan meningkat dari rata-rata 2-3 hari menjadi 5-7 hari.

Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga hotel, restoran, transportasi, jasa perjalanan wisata, hingga pelaku UMKM.

Tiga Program Cepat yang Diusulkan

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mengusulkan tiga langkah percepatan yang dapat segera dijalankan, yakni:

– Penguatan konektivitas penerbangan internasional (Connectivity Push).

– Pengembangan paket wisata terpadu Joglosemar Pass.

– Promosi dan penjualan bersama antara pemerintah, BUMN, maskapai, dan pelaku industri pariwisata.

Ketua GIPI DIY Bobby Ardiyanto Setyo Aji menilai keberhasilan YIA ke depan akan lebih ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem pariwisata yang terhubung daripada sekadar pembangunan infrastruktur baru.

Optimasi YIA Diharapkan Jadi Pengungkit Ekonomi

Pemerintah DIY meyakini optimalisasi YIA dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi kawasan DIY dan Jawa Tengah.

Bandara yang saat ini baru memanfaatkan seperempat kapasitasnya dinilai memiliki ruang besar untuk berkembang sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara menuju kawasan JOGLOSEMAR.

Apabila target peningkatan konektivitas dan kunjungan wisata tercapai, manfaat ekonomi diperkirakan akan menyebar ke berbagai sektor, mulai dari industri perhotelan, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

Dengan roadmap yang sedang disusun dan target implementasi mulai Oktober mendatang, YIA diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai gerbang pariwisata internasional sekaligus mendukung ambisi Yogyakarta menjadi salah satu pusat destinasi unggulan di kawasan ASEAN. (Gal)