bernasnews – Penggunaan gadget yang semakin masif di kalangan anak-anak mulai menimbulkan dampak kesehatan yang mengkhawatirkan. Salah satu masalah yang kini semakin sering ditemukan adalah gangguan postur tubuh yang memicu nyeri leher, sakit kepala, hingga keluhan pada tulang belakang sejak usia dini.
Dalam paparan edukasi kesehatan kali ini, penggunaan gadget dalam durasi panjang dengan posisi tubuh yang tidak tepat menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Maka kondisi yang dikenal sebagai cervicalgia atau nyeri leher kini tidak lagi hanya dialami orang dewasa. Anak-anak dan remaja juga mulai banyak mengeluhkan leher kaku, nyeri yang menjalar ke bahu, serta sakit kepala yang mengganggu aktivitas belajar maupun bermain.
FENOMENA ‘TECH NECK’ MENGANCAM GENERASI DIGITAL
Salah satu kondisi yang banyak ditemukan adalah Tech Neck Syndrome, yaitu gangguan akibat kebiasaan menundukkan kepala terlalu lama saat menggunakan ponsel atau tablet. Semakin menunduk, semakin besar beban yang harus ditanggung oleh otot dan tulang leher.
Dalam kondisi tertentu, beban tersebut dapat setara dengan menggendong seorang anak kecil. Hal ini mohon manjadi perhatian para orang tua.
Kebiasaan ini semakin sering terjadi pada generasi yang akrab dengan aktivitas scrolling media sosial dan bermain game dalam waktu lama.
PUSING DAN SAKIT KEPALA BUKAN SEKADAR KELELAHAN
Selain nyeri leher, penggunaan gadget berlebihan juga dapat menyebabkan berbagai keluhan lain seperti pusing dan sakit kepala. Beberapa faktor yang memicu kondisi tersebut antara lain : Ketegangan otot leher yang berlangsung terus-menerus; Kelelahan mata akibat paparan cahaya layar dan fokus visual yang berkepanjangan; Kurangnya waktu istirahat, dehidrasi, dan kebiasaan begadang.
Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menurunkan kualitas kesehatan dan konsentrasi anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
KEBIASAAN DUDUK YANG SALAH PERBURUK KONDISI
Paparan tersebut juga menyoroti tiga kesalahan postur yang paling sering ditemukan pada anak saat menggunakan gadget maupun belajar, yaitu:
1. Forward Head Posture (kepala terlalu maju ke depan).
2. Rounded Shoulder (bahu membungkuk).
3. Slouched Sitting (duduk merosot).
Kebiasaan ini menyebabkan tekanan berlebih pada otot leher dan punggung sehingga meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal di masa depan.
ERGONOMI MENJADI KUNCI PENCEGAHAN
Untuk mencegah gangguan postur, orang tua dianjurkan memperhatikan pengaturan meja dan kursi belajar anak.
Tinggi meja dan kursi harus disesuaikan dengan proporsi tubuh, punggung mendapatkan sandaran yang baik, dan kaki dapat menapak lantai dengan nyaman. Prinsip yang baik sesuai prinsip ergonomi 90-90-90, yaitu: Siku membentuk sudut 90 derajat; Pinggul membentuk sudut 90 derajat; Lutut membentuk sudut 90 derajat. Posisi tersebut dinilai ideal untuk menjaga kenyamanan dan sirkulasi darah selama belajar.
BATASI SCREEN TIME DAN PERBANYAK AKTIVITAS FISIK
Sebagai langkah pencegahan, anak dianjurkan untuk : Membatasi waktu penggunaan gadget; Melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari; Melakukan peregangan leher secara rutin; Memenuhi kebutuhan tidur dan cairan tubuh.
Untuk menjaga kesehatan mata, diterapkan pula aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 6 meter selama 20 detik.
WASPADAI TANDA BAHAYA
Masyarakat juga diminta segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala serius seperti : Nyeri leher berat yang menetap; Kaku leher yang tidak membaik; Nyeri menjalar ke tangan.
Sementara itu, tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera meliputi kaku kuduk disertai demam, gangguan penglihatan mendadak, serta muntah berulang tanpa penyebab yang jelas.
PENCEGAHAN LEBIH BAIK
Dr. Asdi Yudiono menegaskan bahwa gadget bukanlah musuh, namun penggunaannya harus dilakukan secara bijak dan disertai kebiasaan postur yang benar. “Postur tubuh yang baik dan penerapan ergonomi sejak dini merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak di era digital,” kata dia.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi di kalangan anak, edukasi mengenai postur dan kesehatan muskuloskeletal dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah lahirnya generasi yang mengalami gangguan kesehatan akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol.
Bilamana diperlukan, lakukan tindakan fisioterapi secara intens bilamana keluhan-keluhan yang tertulis di atas sudah menjadi hambatan aktivitas anak dalam belajar dan keluhan lainnya. (dr. Asdi Yudiono, Klinik INTAN Jalan Masjid 3, Pakualaman, Yogyakarta)











