Opini  

Melayani Secara Total

Drs. Z. Bambang Darmadi,M.M., Instruktur Pelatihan Bersertifikasi BNSP dan Penulis Buku. (Foto: Dok. Pribadi)

bernasnews — Saat persaingan bisnis semakin tajam,  organisasi yang bergerak dalam bidang jasa utamanya semakin dituntut untuk dapat melayani secara total dan baik agar para pengguna jasa tidak kecewa atas jasa yang ditawarkan, dijual. Sebenarnya konteks melayani dengan baik dan total tidak membutuhkan banyak kajian dan teori-teori yang mendalam. 

Perbuatan  melayani dengan total merupakan praktek yang sebenarnya mudah dilakukan oleh siapa saja, namun persoalannya adalah tidak semua orang mau belajar melayani dengan total. baik dan tulus. Hal ini terkait dari karakter dan sifat seseorang saat dibentuk oleh orang tua, dibentuk dalam keluarga, dibentuk dalam lingkungan kerja, serta adanya kepekaan terhadap situasi yang ada  dan faktor kreativitas dari masing-masing skill –keterampilan yang dimiliki oleh para karyawan.

Bahkan tidak sedikit para pelaku bisnis dibidang jasa dan manufaktur yang sudah merasa tumbuh besar ada yang meremehkan aspek pelayanan secara total. Aspek pelayanan yang total dan  baik  kadang kala masih kurang mendapat perhatikan secara serius, baru terasa kalau banyak pelanggan, pengguna jasa atau pembeli pindah ketempat lain, lalu merasa  sangat perlu melakukan perbaikan pelayanan pada pelanggan-pengguna jasa.

Sebenarnya situasi seperti ini tidak perlu terjadi manakala para pengelola bisnis jasa dan manufaktur menyadari bahwa pembeli, pelanggan , pengguna jasa adalah bagian dari kehidupan dan bagian roh dan nyawa dalam kehidupan organisasi (perusahaan).

Mengapa bisa demikian? Menurut hemat saya karena konteks pelayanan yang total dan baik belum menjadi budaya dalam organisasi yang perlu ditumbuhkan. Akan tetapi dari yang belum banyak ini,  ada salah satu jasa penerbangan sebut saja “Air Asia.” Pada hari Rabu pagi tanggal 22 Maret 2024, kami bertiga dengan anak dan cucu pulang ke Yogyakarta dengan penerbangan pesawat Air Asia QZ600, mengalami penundaan terbang, dan akhirnya pada saat waktu diumumkan para penumpang diminta masuk pesawat dan akhirknya pesawat terbang menuju Jogja.  Setelah pesawat terbang sekitar 30 menit, salah satu pramugara mencoba untuk menghibur para penumpang dengan menyanyikan dua lagu dengan gitar kecil, dan mic dipegang oleh salah seorang pramugari.

Diluar dugaan ternyata dua lagu yang dinyayikan dengan bahasa Inggris itu dengan suara yang bagus, merdu dan hampir semua penumpang tepuk tangan, pertanda senang dan puas atas sajian dua lagu tersebut, sehingga rasa kekewa atas penundaan pesawat terbang, terobati dengan pelayanan yang total dan baik dari maskapai tersebut, dan akhirnya pesawat dapat landing dengan sempurna di Bandara YIA. Seluruh penumpang  memberikan aplaus senang lantaran sang pilot dapat mendaratkan pesawat dengan sempurna.

Keramahan dalam melayani secara total dan baik, merupakan salah satu contoh yang baik yang mesti harus ditumbuh kembangkan secara terus menerus oleh siapapun yang bertugas di perusahaan jasa khususnya.  

Oleh karenanya jangan dianggap remeh bahwa model pelayanan secara total dan baik, merupakan suatu hal yang utama dan pertama dalam mengelola organisasi/ perusahaan.  Konteks melayani secara total dan baik ini perlu diikuti dengan kesabaran, dan kepekaan. Pasalnya orang yang dilayani itu karakternya berbeda-beda. (Drs. Z. Bambang Darmadi,M.M., Instruktur Pelatihan Bersertifikasi BNSP dan Penulis Buku)