bernasnews – Guna mendukung mewujudkan karakter pelajar sesuai dengan Visi Misi, SMP Maria Goretti Semarang menggelar upacara bendera, bertempat di lapangan sekolah, pada hari Senin (30/3/2026).
Sebelum upacara bendera, Veronica Retno Yuliani, S.Pd, selaku Kepala SMP Maria Goretti Semarang menyampaikan Selamat hari Raya Idul Fitri.
Menurut Retno Yuliani, meskipun tidak merayakan seperti saudara – saudara kita yang muslim, namun semangat Idul Fitri yaitu “kembali bersih” bisa menjadi semangat dalam melaksanakan tugas kita sebagai guru dan karyawan di sekolah.
“Perayaan Idul Fitri dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk pembaruan diri, hidup dalam kesederhanaan, dan pengendalian diri, serta memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di antara kita,” ungkapnya.
Pada bagian lain, Inspektur Upacara Bendera, Alfina Christy, S.Pd. menyampaikan dua hal penting setelah libur perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri yaitu rasa syukur dan sikap toleransi.
“Rasa bersyukur harus ditunjukkan melalui sikap kembali belajar dengan semangat baru, menghargai waktu. dan bersikap lebih baik kepada saudara, orangtua, teman, guru, maupun karyawan,” ujarnya.
Sedangkan sikap toleransi harus diwujudkan dengan saling menghargai perayaan hari besar agama yang hampir bersamaan yaitu Nyepi, Idul Fitri, dan Tri Hari Suci. ”Toleransi adalah sikap aktif untuk menghargai, memahami, dan bahkan ikut merasakan kebahagiaan orang lain, walaupun kita berbeda,” terang Alfina.
Upacar bendera hari ini tampak istimewa karena juga diadakan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia. Hal ini terkait dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 4 Tahun 2026, yang menetapkan setiap upacara bendera hari Senin di sekolah-sekolah di seluruh tanah air harus membacakan Ikrar Pelajar Indonesia.
”Pelajar Indonesia, berikrar untuk: Belajar dengan baik, Menghormati orang tua, Menghormati guru, Rukun sama teman, dan Mencintai tanah air Indonesia,” tutur Retno Yuliani.
Kebijakan ini ditetapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan formal. Kelima poin ini menggambarkan aspek moral, sosial, dan kebangsaan yang ingin ditanamkan pada setiap peserta didik.
Belajar dengan baik bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang kesungguhan dalam menuntut ilmu dan pengembangan diri seumur hidup. Menghormati orang tua dan guru menegaskan peran etika dan sopan santun dalam hubungan sosial pelajar.
“Sementara itu, rukun sama teman dan mencintai tanah air menunjukkan pentingnya persatuan, toleransi, dan nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan upacara bendera yang sarat makna ini, SMP Maria Goretti Semarang tidak hanya meneguhkan komitmennya dalam membentuk karakter pelajar yang beriman, berakhlak, dan cinta tanah air, tetapi juga menanamkan nilai-nilai universal seperti syukur, toleransi, dan pembaruan diri yang terinspirasi dari semangat perayaan Hari Raya Idul Fitri dan persiapan Perayaan Tri Hari Suci.
“Semoga seluruh warga SMP Maria Goretti Semarang semakin bertumbuh menjadi pribadi yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi persaudaraan, serta mampu menghidupi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan memberkati. Amin,” pungkas Retno Yuliani. (zbd/ Yohanes Sudarna, S.Pd.,M.M. Tim Humas SMP Maria Goretti Semarang)












