bernasnews — Kelompok 34 KKN Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menyelenggarakan kegiatan Pemanfaatan Limbah Galon untuk Penanaman Sayur dan Pemeliharaan Lele Berbasis Akuaponik, bertempat di Padukuhan Balong Timur, Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Kegiatan KKN dengan tema “Ketahanan Pangan Mandiri & Pengelolaan Limbah Kreatif” ikuti oleh 10 mahasiswa UPY yakni, Jamaludin Muhamad Iqbal, Andrean Ferdhana, Febriana Devista N.C, Nabila Larasati, Qiara Putri R, Salsabilah Silviana, Siska Nora Eliana, Afrida Priaswati, Muhammad Yasfa Imani, dan Aprilia Puspitasari.
Ketua KKN 34 UPY, Jamaludin Muhamad Iqbal mengungkapkan, bahwa limbah plastik di wilayah Kapanewon Samigaluh, khususnya di Padukuhan Balong Timur, Kalurahan Banjarsari, penggunaan galon sekali pakai cukup tinggi.
Namun, menurut Iqbal, hal ini tidak dibarengi dengan pengelolaan sampah yang memadai, sehingga banyak limbah galon ditemukan di sekitar permukiman warga dalam kondisi belum dimanfaatkan secara produktif.
“Sehingga kami berikan workshop, dimana mahasiswa KKN tidak hanya memberikan alat jadi, tetapi juga mempraktikkan cara melubangi galon, memasang sumbu, penyemaian benih yang baik dan benar, hingga cara perawatan dan pemberian pakan ikan yang benar agar air tidak cepat keruh,” kata Iqbal, dalam keterangan tertulisnya, kepada bernasnews, Senin (2/3/2026).
“Kami memanfaatkan galon mineral bekas sebagai wadah utama. Bagian bawah untuk budidaya ikan lele, sementara bagian atasnya menjadi media tanam sayuran seperti kangkung dan sawi. Nutrisi tanaman didapatkan langsung dari kotoran ikan yang mengalir, sehingga warga tidak perlu pupuk kimia tambahan.” lanjutnya.
Kegiatan ini diikuti oleh warga lintas generasi, mulai dari ibu-ibu PKK hingga pemuda karang taruna desa setempat, yang tertarik menjadikannya peluang bisnis skala rumahan.
Maryanto selaku Dukuh Balong Timur mengucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi atas pelaksnaan salah satu program dari Kelompok 34 KKN Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di wilayahnya.
“Saya melihat warga sangat terbantu. Caranya praktis dan tidak butuh biaya besar. Ini solusi cerdas; selain lingkungan jadi lebih bersih dari limbah galon, warga juga punya sumber pangan sendiri di teras rumah,” ujar Maryanto.
Program KKN 34 UPY ini diharapkan memberikan dampak positif berupa berkurangnya timbulan sampah plastik di wilayah Balong Timur. Meningkatnya ketersediaan pangan bergizi secara mandiri di tingkat rumah tangga. “Tentunya juga akan mengurangi atau menghemat biaya belanja dapur warga kami,” pungkasnya. (*/ nun)












