Pelatihan Entrepreneurship IA UPNV Yogyakarta, Wawali: UMKM Perlu Strategi 3Go untuk Naik Kelas

Ilustrasi KUR BRI hadir untuk UMKM. (Freepik.com)

bernasnews — Pelaku usaha perlu menerapkan strategi 3Go, yakni Go Modern, Go Digital, dan Go Online, agar bisnis dikelola secara lebih profesional, mampu memanfaatkan teknologi, serta memperluas jangkauan pasar melalui platform digital.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Entrepreneurship Ikatan Alumni (IA) UPN Veteran Yogyakart, bertema “Level Up Bisnis di Marketplace”, bertempat di J-Walk Mall Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).

“Upaya level up atau scale up bisnis saat ini harus berfokus pada digitalisasi guna meningkatkan efisiensi, inovasi, serta profit atau manfaat usaha,” kata Wawan Harmawan, yang juga merupakan alumni UPN Veteran Yogyakarta.

Menurut Wawali, digitalisasi bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. UMKM harus siap naik kelas dengan manajemen yang rapi, pemasaran yang kuat, dan pemanfaatan marketplace secara cerdas.

Ia juga menekankan pentingnya capacity building yang sistematis, berbasis riset tren pasar, penguatan internal dan eksternal UMKM, serta strategi pemasaran yang komprehensif.

Para peserta didorong untuk mengadopsi prinsip-prinsip dasar kewirausahaan seperti disiplin pembukuan, manajemen kas yang sehat, branding yang kuat, standar pengemasan, serta keberanian bereksperimen di pasar digital.

Wawan juga  berpesan agar pelatihan ini dimanfaatkan sebagai titik lompatan, bukan sekedar menambah wawasan bagi mahasiswa (peserta) dan entrepreneur muda.

“Gunakan marketplace bukan sekadar untuk menjual produk namun untuk membangun cerita merek, pengalaman pelanggan, dan ekosistem mitra,” harapnya.

“Jadilah pelaku usaha yang produktif, beretika, berdaya saing global, namun tetap berakar pada identitas budaya Yogyakarta,” tambah Wawan, yang juga seorang pengusaha, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Sementara dalam sesi berbagi pengalaman, ia mengungkapkan, bahwa modal utama wirausaha bukanlah uang, melainkan mental yang kuat dan kesiapan menghadapi risiko.

Pada kesempatan ini, Wawan mengingatkan agar pelaku usaha, khususnya pemula dan pensiunan, tidak menempatkan seluruh modal dalam satu usaha, serta berani belajar dari kegagalan sebagai bagian dari proses.

“Kami juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam kegiatan ini, termasuk Rumah BUMN dan Kampus UMKM Shopee Jogja, yang dinilai penting untuk membuka akses wirausaha muda terhadap jaringan nasional, inkubasi bisnis, serta peluang kemitraan yang lebih luas,” ujar Wawan Harmawan. (*/ ted)