bernasnews — Dosen dan mahasiswa Prodi Teknologi Bank Darah (TBD) Stikes Guna Bangsa Yogyakarta turut andil dalam mengembangkan Desa Siaga Donor (DSD). Desa Kepuharjo khususnya Dusun Petung menjadi sasaran utama pada kegiatan pengembangan desa siaga donor tahun 2023. Upaya untuk mendukung kegiatan tersebut, dengan melaksanakan beberapa program diantaranya pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.
Arif Tirtana, S.Kep., Ns., M.Sc selaku Koordinator Kegiatan ini mengemukakan, bahwa pengembangan DSD di Dusun Petung Kalurahan Kepuharjo Cangkringan Sleman bertepatan dengan Praktik Kerja Nyata (PKN) mahasiswa Teknologi Bank Darah (TBD) Stikes Guna Bangsa Yogyakarta yang diadakan pada tanggal 30 Oktober hingga 11 November 2023. “Beberapa topik penyuluhan kesehatan yang dilakukan, seperti tentang penyakit tidak menular, HIV, Hepatitis C, Hepatitis B dan pentingnya pemeriksaan golongan darah,” beber Arif, dalam keterangan yang dikirim, Selasa (21/11/2023).
Menurut Wiwit Sepvianti, S.Pd., M.Sc selaku Ketua Program Studi Teknologi Bank Darah, kegiatan pengembangan DSD merupakan kegiatan tahunan dan terprogram khususnya di Desa Kepuharjo, dan tahun ini berfokus pada Dusun Petung, Kalurahan Kepuharjo Cangkringan, Kabupaten Sleman.
“Selain itu, pengembangan DSD ini juga ditindaklanjuti dengan penyuluhan kesehatan tentang Penanggulangan HIV yang disampaikan oleh Kumara Rahmawati Zain, S.Pd., M. Biotech, penyuluhan tentang Bahaya Hepatitis C dan Hepatitis B oleh Gravinda Widyaswara, S.Si., M.Sc, dan penyuluhan pentingnya pemeriksaan golongan darah yang disampaikan Aulia Rahman, S.Si., M.Biotech,” terang Wiwit.
Koordinator kegiatan, Arif Tirtana, S.Kep., Ns., M.Sc mengemukakan, bahwa program penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ini sudah menjadi agenda tahunan rutin yang diselenggarakan Prodi Teknologi Bank Darah Program Diploma Tiga Stikes Guna Bangsa Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Dusun Petung Pairin mengatakan, dengan program pengembangan DSD, pihaknya sangat terbantu dan berharap program ini tidak hanya berhenti pada pendataan golongan darah.
Senada dengan yang disampaikan Pairin, Tulus, S.E., selaku Sekretaris Desa juga berharap dengan program pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan dan pengembangan DSD, dapat menyadarkan masyarakat untuk terus “melek” kesehatan.
“Selain itu, juga meningkatkan minat untuk melaksanakan donor darah sehingga Desa Siaga Donor dapat terwujud untuk melahirkan Desa Siaga Bencana,” pungkas Tulus. (*/ nun)












