bernasnews – Dalam kapasitas sebagai pendidik, belum semua guru memiliki kesadaran bermedia dan sekaligus kesadaran berliterasi secara baik. Satu orang yang sudah memiliki dua kesadaran itu adalah Drs. A.M. Henky Irawan, purnakarya guru SMA Kolese de Britto Yogyakarta. Sejak lulus dari almamater dan kemudian menjadi pendidik di sekolah itu, Henky sudah memiliki sadar media, pengalaman bermedia dan hubungan media. Kemudian, dia juga memiliki kesadaran pentingnya literasi sekolah antara lain dengan penerbitan buku-buku.
Paling tidak, dia sudah menerbitkan beberapa buku antara lain : Menjelajah Dunia : Bunga Rampai Catatan Perjalanan (2012), De Britto Dalam Liputan Media (2016), Be the Best in Your Life – Aneka Kisah Alumni De Britto (2019), Sekolah yang Mengubahku – Aneka Kisah Alumni (2021). Uniknya, dia menerbitkan buku-buku itu dengan posisi sebagai editor. Bukan hanya menjadi editor, dia juga mau “bersusah payah” mengumpulkan materi tulisan sesama guru dan para alumni yang sudah tersebar di mana=mana. Untuk yang terakhir ini, dia mengontak person satu per satu, memberikan panduan penulisan serta mengawal input dan proses editingnya.
Selain itu, kehadiran buku bertajuk De Britto Dalam Liputan Media dengan 69 berita (dari total koleksi berita termuat di media massa sebanyak 320 item, dari tahun 1998 sampai 2016) dari 10 media termasuk Bernas Jogja, menunjukkan dia sosok yang mampu menjalin relasi dengan media massa secara baik dan telaten mendokumentasikan berita yang termuat. Dari 69 berita termuat di buku, bila diklasifikasi materinya tercatat ada 28 kegiatan. Mulai dari Mengenal De Britto sampai Kesaksian Alumni. Sebuah prestasi yang luar biasa.
Sosok kelahiran 16 Januari 1957 yang lemah lembut dan santun itu, Sabtu 17 Juni 2023 pukul 03.30 WIB telah dipanggil Tuhan Yang Maha Pengasih di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Jenazah almarhum disemayamkan di kapel SMA Kolese De Britto, Jalan Laksda Adisucipto No 161 Yogyakarta. Misa Requiem pukul 13.00 WIB oleh Romo FX Alip Suwito, Pr dan Romo Hugo Bayu Hadibowo, SJ. Pemakaman di makam LPP Dusun Sidokerto, Purwomartani, Sleman, DIY.
Almarhum Henky meninggalkan seorang isteri MB Siswantini, anak : Rangga Respati dan Arga Anggayasta, menantu : Marina dan Adria, serta cucu : Nico dan Saga.
Siswanya kritis-kritis
Setiap orang pasti mempunyai cita-cita. Ada yang gigih memperjuangkan cita-citanya agar tercapai, tetapi ada pula yang tampak santai. Kalau cita-citanya tak tercapai, tidak jadi masalah. Perjalanan hidup seseorang dapat dikatakan ikut menentukan cita-cita, tetapi kadang juga tidak berpengaruh. Artinya, antara perjalanan hidup dengan kenyataan yang terjadi kadang sangatlah berbeda.
Dulu A.M. Henky Irawan bercita-cita kelak mempunyai profesi dalam dunia seni atau entertainment. Oleh karena itu, dalam perjalanan (hidup), dia mencoba menjelajah dunia seni. Empat cabang seni, yaitu seni rupa, seni tari, seni drama/teater, dan seni musik, sudah pernah dia coba semua. Namun akhirnya dia menjatuhkan pilihan sebagai guru.
Mengajar di SMA Kolese De Britto Yogyakarta selama 35 tahun tentu banyak suka dukanya. Akan tetapi, dia hanya akan bercerita tentang pengalaman yang paling berkesan dan bermakna. Sejak dia masih menjadi siswa De Britto, sekolah ini memang sudah dikenal dengan siswanya yang kritis-kritis. Siswa tidak cepat puas dengan apa yang disampaikan oleh gurunya. Mereka selalu ingin tahu lebih jauh daripada yang disampaikan gurunya. Oleh karena itu, siswa selalu dan selalu bertanya dengan pertanyaan-pertanyaannya yang kritis. Menyadari karakter siswa seperti itu, dia melakukan dua hal yang barangkali tidak lazim.
Pertama, dia memperluas materi, artinya, materi dalam kurikulum harus diberikan semua kepada siswa. Tetapi dia menambahkan materi di luar kurikulum, terutama yang menunjang kegiatan literasi. Materi tambahan tersebut (berarti ada nilai plus) terutama berguna kelak apabila siswa sudah lulus dan kuliah di perguruan tinggi.
Kedua, dalam setiap mengajar, dia selalu “menantang” siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memperluas masalah atau pertanyaan yang aneh-aneh. Siswa pun senang menerima “tantangan” ini dan mereka tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena itu, sering terjadi dalam satu jam pelajaran isinya hanya kegiatan tanya jawab. Siswa mengajukanbanyak pertanyaan yang langsung dia jawab.
Ini sangat menarik dan mengesankan karena pertanyaan-pertanyaan yang sulit atau aneh akhirnya menantang dia untuk dapat menjawab atau menjelaskan kepada siswa secara memuaskan. Kadang untuk menjawabnya dia harus berpikir keras, namun dia senang karena secara tidak langsung dinamika seperti ini membuat dia menjadi lebih “pandai” karena otak sering diasah.
“Terkadang siswa tidak puas dengan jawaban saya dan berani mendebat saya. Bagi saya hal seperti itu tambah menyenangkan dan permasalahan tidak harus selesai dengan berakhirnya jam pelajaran. Saya berkeyakinan bahwa tantangan yang saya berikan kepada siswa ini akan membuat siswa makin terasah, makin kritis dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang besar. Inilah pengalaman yang paling mengesankan dan bermakna bagi saya dalam mengajar,” kata Henky sebagaimana termuat dalam buku Perjumpaan yang Menginspirasi – Hargai Sekecil Apapun Karya Siswa (YBM, 2023)
Menurut dia, guru-guru di SMA Kolese De Britto kebanyakan mendapatkan tugas tambahan, di samping tugas utama mengajar. Dia pun pernah mendapat tugas tambahan untuk menjadi kepala perpustakaan. Cukup lama dia menjabat kepala perpustakaan, yaitu selama 16 tahun (1991-2005 dan 2014-2016).
Pada tahun 1999-2000 Perpustakaan SMA De Britto berhasil meraih juara II Lomba Perpustakaan Terbaik tingkat SMA swasta se-DIY. Pada tahun 2012 Perpustakaan SMA De Britto meraih juara pertama Lomba Perpustakaan tingkat SMA se-Kabupaten Sleman dalam rangka Dies Natalis Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Pendidikan
UNY. Puncaknya, pada tahun 2014 Perpustakaan SMA De Britto kembali berhasil meraih juara pertama Lomba Perpustakaan Sekolah Terbaik tingkat SMA (Negeri/Swasta) se-DIY. Karena sebagai juara pertama tingkat provinsi, maka Perpustakaan SMA De Britto maju lagi lomba perpustakaan di tingkat nasional mewakili Provinsi DIY. Hasilnya, Perpustakaan sekolah ini meraih juara II tingkat nasional.
Pada tahun 2007-2012 Henky Irawan mendapatkan tugas tambahan lain, yaitu di bidang Public Relation atau bidang kehumasan. Kerja sama dengan banyak pihak pun dia lakukan, salah satunya kerja sama dengan media massa (surat kabar dan majalah). Hasil dari kerja sama dengan banyak media massa ini adalah banyaknya berita tentang SMA De Britto yang dimuat di sejumlah surat kabar atau majalah.
Selamat jalan menuju ke Rumah Bapa di Surga, A.M.Henky Irawan. (Y.B. Margantoro, wartawan dan pegiat literasi)












