News  

Dorong Digitalisasi Sampah, DLH Sleman Gelar Lomba Kelompok Pengelola Sampah Mandiri Berhadiah 50 Unit Rumpiah

Ilustrasi pengelolaan sampah oleh KPSM Kompak Maju Padukuhan Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo. (Dok Pemkab)

bernasnews – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman resmi memfasilitasi penyelenggaraan Lomba Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) tingkat kabupaten.

Ajang ini dihadirkan untuk memacu pembentukan serta penguatan tata kelola sampah berbasis masyarakat hingga tingkat padukuhan.

Pengumuman kompetisi disampaikan langsung oleh Ketua Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, Fitasari Ayu Wardani, saat membuka Pelatihan Public Speaking di Kapanewon Moyudan, Senin, 3 Agustus 2026.

Langkah strategis ini dibarengi dengan kewajiban registrasi digital bagi seluruh calon peserta.

DLH Sleman menetapkan bahwa seluruh kelompok wajib terdaftar dalam platform Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU).

Kategori yang dapat berpartisipasi mencakup Bank Sampah, Sedekah Sampah, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

“Untuk memacu KPSM agar teregister di SIOSESTU, DLH Kabupaten Sleman memfasilitasi Lomba KPSM, baik Bank Sampah, Sedekah Sampah maupun TPS3R. Melalui lomba ini kami berharap dapat mendorong terbentuknya KPSM di setiap padukuhan,” kata Fitasari dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.

Syarat: Terdaftar di Platform SIOSESTU

Integrasi ke dalam platform SIOSESTU kini menjadi syarat mutlak.

Selain sebagai pintu masuk pendaftaran lomba, basis data digital tersebut menjadi penentu pemberian berbagai bantuan fasilitasi dari pemerintah daerah ke depan.

Pendataan terpusat ini dirancang untuk mewujudkan tertib administrasi, sehingga volume dan operasional persampahan wilayah dapat terpantau transparan.

“Tujuan KPSM teregister di SIOSESTU adalah untuk mewujudkan tertib administrasi sehingga kelompok lebih mudah melakukan pencatatan data dan laporan kegiatan secara digital. Data tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memantau akurasi data sampah untuk evaluasi serta penyusunan program yang tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi nyata, DLH Kabupaten Sleman menyiapkan hadiah berupa bantuan 50 unit Rumah Pilah Sampah (Rumpiah) bagi para pemenang.

Ketentuan & Fasilitasi Lomba KPSM Sleman 2026

Lomba KPSM SlemanKeterangan / Detail
Penyelenggara

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman

Syarat Utama

Terdaftar resmi di platform SIOSESTU

Kategori Peserta

Bank Sampah, Sedekah Sampah, & TPS3R

Target Pembentukan

KPSM aktif di setiap Padukuhan se-Kabupaten Sleman

Bentuk Hadiah

Total Bantuan 50 Unit Rumah Pilah Sampah (Rumpiah)

Pelatihan P3S

Sejalan dengan penguatan data digital, kapasitas para petugas lapangan juga terus diasah.

Pelatihan public speaking di Moyudan diikuti oleh 30 peserta Pendamping Pengelolaan Persampahan Sleman (P3S) sektor barat bersama Panewu Moyudan.

Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, menilai penguasaan teknik komunikasi persuasif sangat krusial mengingat isu sampah tergolong sensitif di tengah warga.

“Perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan pendampingan yang intensif,” ujar Arif.

Melalui kombinasi pendataan akurat via SIOSESTU dan pendampingan lapangan yang komunikatif, Pemkab Sleman optimistis sistem pengolahan sampah mandiri dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan. (Gal)