bernasnews – Umat Katolik menjalankan Doa Rosario setiap hari dengan merenungkan peristiwa yang berbeda sesuai penanggalan liturgi. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, umat merenungkan Peristiwa Sedih, yang mengajak setiap orang beriman menghayati sengsara Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan umat manusia.
Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib, Syahadat Para Rasul (Aku Percaya), doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan lima Peristiwa Sedih. Pada setiap peristiwa, umat mendaraskan 1 Bapa Kami, 10 Salam Maria, 1 Kemuliaan, dan doa Terpujilah, sembari merenungkan sabda Tuhan dan intensi doa.
Susunan Doa Pembuka Rosario Hari Selasa
Doa Rosario diawali dengan urutan berikut:
Tanda Salib
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Aku Percaya
Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
Pencipta langit dan bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.
Kemuliaan
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.
Bapa Kami
Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.
Selanjutnya didaraskan:
- Salam Putri Allah Bapa
- Salam Bunda Allah Putra
- Salam Mempelai Allah Roh Kudus
- Kemuliaan
- Terpujilah Nama Yesus, Maria, dan Yosef
Peristiwa Sedih Pertama: Yesus Berdoa kepada Bapa di Taman Getsemani
Bacaan: Matius 26:39
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”
Renungan singkat:
Bapa, ajarilah kami selalu mengikuti kehendak-Mu. Pada saat kami dicobai, Engkau pasti menyertai kami sebagai Bapa, karena Engkau sangat menyayangi kami.
Sesudah renungan didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
- 1 Terpujilah
Peristiwa Sedih Kedua: Yesus Didera
Bacaan: Yohanes 19:1
“Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.”
Renungan singkat:
Tuhan Yesus, melalui bilur-bilur-Mu Engkau menanggung penderitaan demi keselamatan kami. Bantulah kami agar mampu menerima setiap penderitaan dengan iman, kesabaran, dan kasih.
Sesudah renungan didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
- 1 Terpujilah
Peristiwa Sedih Ketiga: Yesus Dimahkotai Duri
Bacaan: Matius 27:29
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri lalu menaruhnya di atas kepala-Nya.”
Renungan singkat:
Ya Yesus, ajarkanlah kami kerendahan hati dan jauhkan kami dari kesombongan. Semoga kami mampu meneladan kesabaran-Mu ketika menghadapi penghinaan dan perlakuan yang tidak adil.
Sesudah renungan didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
- 1 Terpujilah
Peristiwa Sedih Keempat: Yesus Memanggul Salib ke Gunung Kalvari
Bacaan: Yohanes 19:17
“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar menuju tempat yang bernama Tempat Tengkorak.”
Renungan singkat:
Tuhan Yesus, bantulah kami memikul salib kehidupan sehari-hari dengan penuh kesetiaan. Semoga kami tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Sesudah renungan didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
- 1 Terpujilah
Peristiwa Sedih Kelima: Yesus Wafat di Kayu Salib
Bacaan: Lukas 23:46
“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”
Renungan singkat:
Ya Yesus, wafat-Mu di kayu salib menjadi tanda kasih-Mu yang sempurna bagi seluruh umat manusia. Semoga kami semakin setia mengikuti-Mu, mengampuni sesama, serta hidup dalam kasih dan pengharapan akan kebangkitan.
Sesudah renungan didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
- 1 Terpujilah
Penutup Doa Rosario
Setelah menyelesaikan lima Peristiwa Sedih, Doa Rosario dilanjutkan dengan doa penutup sesuai kebiasaan Gereja Katolik setempat, seperti Salve Regina, Litani Santa Perawan Maria, atau doa penutup Rosario lainnya.
Melalui permenungan Peristiwa Sedih, umat Katolik diajak semakin menghayati pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sebagai wujud kasih Allah yang menyelamatkan dunia.
Doa Rosario juga menjadi sarana untuk memperdalam iman, memohon penyertaan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup, sekaligus menumbuhkan semangat mengikuti kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari. (anp)












