Dunia Telah Berubah Pesat, Sekolah Harus Berubah 

Pembicara Prof Dr Eko Indrajit memberikan cenderamata buku kepada Kepala SMA Kolese de Britto Yogyakarta FX Catur Supatmono, MPd. dalam Seminar Nasional Lustrum XV di sekolah setempat, Sabtu 13/5/2023. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Lingkungan sekitar saat ini berubah, karakter manusia berubah, teknologi berubah, cara hidup manusia berubah, model individu belajar berubah. Kemudian nilai dan pandangan hidup berubah, tuntutan masyarakat berubah, dan harapan dunia kerja juga berubah. Oleh karena itu, sekolah harus berubah.  

“Anak-anak zaman sekarang dilahirkan sudah mengenal teknologi sehingga bagaimana mendidik anak zaman sekarang yang serba teknologi. Ketika guru ingin mengajarkan sesuatu, semuanya sudah ada di internet dan siswa mengatakan yang di internet lebih menarik ketimbang gurunya. Pertanyaan berikutnya, dimana dunia teknologi di dalam pendidikan. 

Tekonologi di dalam pendidikan ialah mambantu memfasilitasi pembelajaran siswa sehingga menjadi maju dan menyenangkan. Jikalau tidak maju dan tidak menyenangkan jangan dipakai teknologi itu,” kata akademisi dan pakar teknologi informatika Prof Dr Eko Indrajit dalam acara Seminar Nasional Lustrum XV SMA Kolese de Britto Yogyakarta di sekolah setempaat, Sabtu (13/5/2023). 

Seminar bertajuk Kurikulum Merdeka Pendidikan Khas De Britto di Era Disrupsi dan Perkembangan Tekologi. Tujuh pembicara tampil dalam seminar nasional dengan moderator Mayong Surya Laksono ini.   

Menurut Prof Eko, jika mendidik 30 anak berarti guru harus mempersiapkan 30 kurikulum. Padahal,  setiap anak memiliki cita-cita berbeda. Berarti ada 30 cara untuk mencapai cita-cita itu sehingga diciptakannya Personal Kurikulum untuk membantu anak mencapai cita-citanya.

“Industri lebih membutuhkan individu yang BISA MELAKUKAN SESUATU, dibandingkan dengan yang sekedar TAHU AKAN SESUATU. Fokus sekolah bukan lagi sekedar menjadi tempat untuk BELAJAR SESUATU, melainkan telah menjelma menjadi arena BELAJAR UNTUK BELAJAR SESUATU atau Learn-How-to-Learn,” kata dia. 

Kecenderungan pendidik 

Akademi dan praktisi bisnis Prof. Rhenald Kasali bicara tentang distrupsi mengatakan, Yesterday Is Today the past dibawa ke the present. Sepuluh tahun yang lalu akan berbeda dengan hari ini, apalagi hari esok. Sementara kita pendidik mempunyai kecenderungan ingin membawa yang kemarin ke hari esok. 

“Maka disrupsi adalah inovasi yang dilakukan oleh manusia untuk mencipatakan relevansi karena ada persoalan karena manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang menggunakan akal budi,” kata dia.

Prof.Rhenlad juga mengatakan populasi manusia sudah semakin menurun dari tahun ke tahun yang membuat kota-kota di berbagai Negara semakin mengalami pengurangan angka kelahiran di dunia ini. Hal ini karena banyak orang dewasa untuk memilih tidak menikah dan jikapun menikah hanya memiliki satu anak saja sehingga membuat banyak taman kanak-kanak yang terpaksa tutup.

Menurut dia, zaman sekarang betapa kuatnya soft power media sosial seperti Tiktok, Twitter seperti contohnya kasus Donald Trump yang kalah pemilu, Presiden Jokowi datang ke Lampung, semua itu dikarenakan soft power. (mar/Ricardo Marino, mahasiswa Sosiologi FISIP UAJY)