Siswa SD Marsudirini Siap Jadi “Warcil”, Dikpora Yogyakarta Sambut Baik

Dari kiri kekanan Ir. Yosef Adiwahyanta, Sr.M. Rachel, OSF S.Pd., FX. Oktaf Laudensius S.Si. (Pengurus SD Marsudirini Yogyakarta) saat audiensi bersama Kepala Dinas Dikpora Yogyakarta Budi Santosa Asrori, SE. M.Si., Kepala Bidang Pembinaan SD Mujino, S.Pd., M.Acc dan Seksi Kesiswaan SD Dwiani Listyaningrum, S.Pd., di kantor dinas, Kamis (11/5/2023). (Foto : Humas SD Marsudirini Yogyakarta)

bernasnews — Pengurus SD Marsudirini Yogyakarta yakni Sr. M. Rachel OSF, S.Pd. (Kepala SD-1 Marsudirini),  FX. Oktaf Laudensius S.Si. (Kepala SD-2 Marsudirini) dan Ir. Yosef Adiwahyanta (Humas Marsudirini) mengadakan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si dan jajaran di kantor kepala dinas, Jalan Hayam Wuruk 11 Yogyakarta, Kamis (11/5/2023). 

Pengurus SD Marsudirini diterima dengan penuh kehangatan oleh Budi Santosa Asrori, SE. M.Si. yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD Mujino S.Pd, M.Acc. dan Seksi Kesiswaan SD Dwiani Listyaningrum, S.Pd. Audiensi dimaksudkan menyampaikan rencana sekolah melaksanakan program “warcil” atau wartawan cilik yakni siswa melakukan wawancara kepada beberapa pejabat publik. Kepala dinas menyambut baik dan mendukung program ini.  

Mewakili pengurus, FX. Oktaf Laudensius menyampaikan bahwa tujuan audiensi ini untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, menyampaikan informasi kepada Kepala Dinas Dikpora Kota Yogyakarta bahwa pada akhir tahun ajaran 2022/2023 siswa kelas VI SD Marsudirini akan mengadakan wawancara kepada beberapa pejabat publik di Kota Yogyakarta. Wawancara oleh siswa  tersebut sebagai sarana praktik belajar setelah mereka mendapatkan bimbingan sebagai “wartawan cilik” dari pegiat literasi Kota Yogyakarta. 

Menanggapi permohonan Pengurus SD Marsudirini tersebut, Budi Santosa Asrori SE, M.Si. menyambut baik dan memberi apresiasi. Dia berharap, melalui pengalaman wawancara dari para “wartawan cilik” ini akan memberi semangat kepada mereka untuk mengembangkan kemampuan literasi terutama di dalam menulis. Karena dengan menulis orang pasti akan banyak membaca, sehingga wawasan dan pengetahuannya juga akan semakin berkembang.

Yosef Adiwahyanta kepada bernasnews mengemukakan, sebagai penutup audiensi Oktaf Laudensius menyampaikan bahwa tulisan hasil dari wawancara dengan sejumlah tokoh tersebut akan dimuat dalam buku kenangan sekolah dan didaftarkan ke Perpusnas RI untuk mendapatkan ISBN. (mar)