Link Download Novel All Tomorrows di Mana? Ini Cara Baca Karya Fiksi Ilmiah C.M. Kosemen Secara Legal

Ilustrasi download Novel All Tomorrows. (Pixabay.com)

bernasnews – Novel fiksi ilmiah legendaris berjudul All Tomorrows: A Billion Year Chronicle of the Myriad Species and Mixed Fortunes of Man karya C.M. Kösemen dengan nama pena Nemo Ramjet dapat dibaca dan diunduh secara gratis secara legal.

Karya tersebut sejak awal memang dirilis secara daring oleh penulisnya sehingga pembaca dari berbagai negara dapat mengaksesnya tanpa harus membeli edisi cetak.

Popularitas All Tomorrows kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir setelah banyak dibahas di komunitas pecinta fiksi ilmiah, evolusi spekulatif, hingga budaya internet.

Kisahnya yang membentang selama satu miliar tahun perjalanan umat manusia menjadikan buku ini berbeda dari novel sains fiksi pada umumnya.

Novel All Tomorrows Tersedia Gratis dan Legal untuk Dibaca

Berbeda dengan banyak novel komersial yang memerlukan pembelian lisensi atau versi cetak, All Tomorrows sejak awal dipublikasikan secara gratis oleh penulisnya, C.M. Kösemen atau Nemo Ramjet.

Pembaca dapat menemukan versi PDF maupun versi baca daring melalui sejumlah platform penyimpanan dokumen digital yang masih dapat diakses hingga saat ini. Keputusan penulis untuk membagikan karyanya secara terbuka membuat buku tersebut berkembang menjadi karya kultus di internet dan dikenal luas oleh generasi baru pembaca fiksi ilmiah.

Meski tidak pernah memperoleh penerbitan fisik resmi dalam jumlah besar, buku ini justru memiliki kehidupan panjang di dunia maya dan terus diperbincangkan oleh komunitas penggemar speculative evolution.

Cerita All Tomorrows dimulai dengan konflik singkat namun sangat merusak antara Bumi dan Mars setelah manusia berhasil melakukan kolonisasi terhadap planet merah tersebut.

Setelah peperangan berakhir dan kedua pihak mencapai perdamaian, manusia hasil rekayasa genetika yang dikenal sebagai Star People memulai ekspansi besar-besaran ke berbagai wilayah galaksi. Peradaban manusia saat itu berada pada puncak kemajuan teknologi dan mampu menjangkau dunia-dunia baru di luar tata surya.

Namun perjalanan tersebut berubah drastis ketika mereka bertemu dengan spesies alien bernama Qu.

Qu Menjadikan Manusia Sebagai Objek Eksperimen Genetika

Qu digambarkan sebagai spesies asing yang memiliki teknologi jauh lebih unggul dibanding manusia. Kepercayaan dan agama yang mereka anut mendorong mereka untuk membentuk ulang kehidupan di alam semesta melalui rekayasa genetika.

Perang antara manusia dan Qu berlangsung singkat karena perbedaan kekuatan yang sangat besar. Kekalahan manusia membawa konsekuensi mengerikan.

Sebagai bentuk hukuman, Qu mengubah manusia menjadi berbagai bentuk kehidupan baru yang sangat berbeda dari asal-usulnya. Sebagian besar kehilangan kecerdasan dan identitas sebagai manusia, sementara sebagian lainnya berkembang menjadi makhluk dengan karakteristik biologis yang sangat unik.

Berbagai spesies baru tersebut mencakup manusia menyerupai cacing, pemakan serangga, hingga organisme modular berbasis sel yang hidup dengan cara yang sepenuhnya berbeda dari manusia modern.

Gravital Mengulangi Kesalahan yang Pernah Dilakukan Qu

Ironisnya, Gravital kemudian melakukan tindakan yang hampir sama seperti Qu.

Mereka melakukan ekspansi galaksi sambil menghancurkan berbagai bentuk kehidupan lain, termasuk spesies pascamanusia yang berasal dari leluhur yang sama.

Dominasi Gravital akhirnya berakhir setelah mereka dikalahkan oleh Asteromorph, keturunan manusia yang berhasil menghindari eksperimen genetika Qu pada masa lalu.

Kemenangan tersebut menjadi titik awal kebangkitan baru umat manusia dalam bentuk yang sama sekali berbeda dari manusia abad ke-21.

Bagian akhir buku menggambarkan kebangkitan peradaban pascamanusia, hubungan pertama mereka dengan kehidupan galaksi lain, hingga keberhasilan mereka menemukan kembali dan mengalahkan Qu setelah lima ratus juta tahun berlalu.

Perjalanan panjang tersebut ditutup dengan penemuan kembali Bumi yang telah lama hilang dari sejarah galaksi.

Salah satu penutup paling menarik dari buku ini adalah ilustrasi makhluk alien yang digambarkan sebagai penulis narasi sejarah tersebut. Dalam ilustrasi itu, sosok alien terlihat memegang tengkorak manusia berusia satu miliar tahun sambil menjelaskan bahwa seluruh spesies pascamanusia telah menghilang pada masa yang sangat jauh di masa depan karena alasan yang tidak diketahui.

Link Download Novel All Tomorrows yang Bisa Diakses

Bagi pembaca yang ingin menikmati novel All Tomorrows: A Billion Year Chronicle of the Myriad Species and Mixed Fortunes of Man karya C.M. Kösemen atau Nemo Ramjet, tersedia beberapa tautan yang dapat digunakan untuk membaca maupun mengunduh buku tersebut secara daring.

Salah satu pilihan yang dapat diakses adalah versi dokumen di platform Scribd yang menyediakan format baca online sekaligus opsi unduhan sesuai kebijakan layanan yang berlaku. Versi tersebut dapat diakses melalui tautan berikut:

Selain itu, pembaca juga dapat menemukan versi lain melalui situs Dokumen.pub yang menyediakan file dalam format HTML dan PDF sehingga dapat dibaca langsung melalui peramban tanpa perlu aplikasi tambahan.

Novel ini memang dikenal luas sebagai karya fiksi ilmiah yang sejak awal dirilis secara daring dan dapat diakses secara gratis oleh pembaca di seluruh dunia. Karena itu, All Tomorrows berkembang menjadi salah satu karya kultus internet yang populer di kalangan penggemar speculative evolution dan science fiction.

All Tomorrows dikenal luas sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam genre evolusi spekulatif modern.

C.M. Kösemen mengembangkan cerita ini dengan inspirasi dari karya-karya penulis fiksi ilmiah Olaf Stapledon serta buku sejarah monumental The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Edward Gibbon.

Kombinasi antara evolusi biologis, sejarah peradaban, filsafat, dan skala waktu kosmik menjadikan All Tomorrows sebagai salah satu bacaan paling unik bagi penggemar sains fiksi dan speculative evolution.

Walaupun tidak pernah hadir sebagai buku cetak arus utama, pengaruhnya terus berkembang di internet dan menjadikan karya ini sebagai salah satu novel kultus paling terkenal di kalangan penggemar fiksi ilmiah modern. (anp)