Naskah Khutbah Jumat 31 Juli 2026 Bertema Penggunaan Teknologi yang Tepat, Lengkap Khutbah Pertama dan Kedua

Ilustrasi ide naskah khutbah Jumat 31 Juli 2026. (Magnific)

bernasnews – Menjelang pelaksanaan Salat Jumat pada 31 Juli 2026, umat Islam kembali diingatkan untuk memanfaatkan momentum hari yang penuh keberkahan sebagai sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Salah satu tema yang relevan dengan kehidupan masa kini adalah penggunaan teknologi yang tepat, mengingat perkembangan teknologi membawa manfaat besar sekaligus potensi mudarat apabila disalahgunakan.

Teknologi diibaratkan seperti pisau bermata dua. Di satu sisi mampu membantu aktivitas manusia, mempercepat pekerjaan, hingga mempermudah komunikasi. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi sumber kerusakan apabila digunakan tanpa tanggung jawab dan tidak dilandasi nilai-nilai agama.

Karena itu, penggunaan teknologi perlu disertai niat yang baik, akhlak yang mulia, serta pertimbangan terhadap kemaslahatan dan menghindari mafsadah.

Tema ini menjadi salah satu materi yang dapat disampaikan dalam khutbah Jumat agar jamaah semakin memahami pentingnya menjadikan kemajuan teknologi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sebaliknya.

Hari Jumat Menjadi Momentum Meningkatkan Ketakwaan

Hari Jumat dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari. Bagi umat Islam, hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri karena menjadi waktu berkumpulnya kaum muslimin untuk menunaikan Salat Jumat sekaligus mendengarkan nasihat melalui khutbah.

Khutbah menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memperoleh pengingat tentang berbagai persoalan kehidupan, termasuk bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari.

Berikut  naskah khutbah pertama sebagaimana disampaikan dalam materi khutbah.

Naskah Khutbah Jumat: Penggunaan Teknologi yang Tepat dalam Perspektif Islam

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Amma ba’du.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik yang akan menyelamatkan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita hidup pada zaman ketika teknologi berkembang sangat cepat. Telepon pintar, internet, kecerdasan buatan, media sosial, hingga berbagai layanan digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, berdagang, hingga beribadah dapat terbantu dengan perkembangan teknologi.

Dalam pandangan Islam, teknologi bukanlah sesuatu yang harus ditolak. Teknologi merupakan hasil ikhtiar manusia memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dianugerahkan Allah SWT. Karena itu, teknologi pada dasarnya bersifat netral. Nilainya ditentukan oleh niat, tujuan, dan cara penggunaannya.

Jika dimanfaatkan untuk mencari ilmu, menyambung silaturahmi, berdakwah, membantu sesama, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka teknologi menjadi sarana meraih pahala. Sebaliknya, apabila digunakan untuk menyebarkan fitnah, kebencian, perjudian, penipuan, pornografi, atau kemaksiatan lainnya, maka teknologi berubah menjadi jalan menuju dosa.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap sarana, termasuk teknologi, hendaknya digunakan untuk saling membantu dalam kebajikan, bukan dalam kemaksiatan.

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut sangat relevan pada era digital. Sebelum mengirim pesan, membagikan informasi, atau menulis komentar di media sosial, hendaknya setiap Muslim memastikan bahwa apa yang disampaikan benar, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain.

Ma’asyiral muslimin,

Kemajuan teknologi hendaknya menjadikan kita semakin bersyukur kepada Allah, bukan semakin lalai. Jangan sampai waktu habis untuk menatap layar, tetapi lalai membaca Al-Qur’an. Jangan sampai sibuk mengikuti berbagai informasi, namun lupa memenuhi hak keluarga, tetangga, dan masyarakat.

Mari kita jadikan teknologi sebagai alat untuk memperbanyak amal saleh, memperluas ilmu, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Semoga Allah SWT membimbing kita agar mampu memanfaatkan setiap nikmat teknologi dalam jalan yang diridhai-Nya.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Jadikan setiap kemajuan zaman sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya.

Teknologi akan terus berkembang. Namun, iman, akhlak, dan rasa tanggung jawab harus tetap menjadi kompas dalam setiap langkah kehidupan. Orang yang bijaksana bukanlah yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan yang mampu menggunakan teknologi untuk menghadirkan manfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, dan agamanya.

Marilah kita menjaga lisan, tulisan, serta jejak digital agar menjadi amal kebaikan yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)

Doa

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا.

اللهم اجعل التكنولوجيا وسيلةً للخير، والعلم، والدعوة، والإصلاح، وأعذنا من استعمالها فيما يغضبك.

اللهم ارزقنا الحكمة في القول والعمل، واحفظ أبناءنا وأسرنا من الفتن ما ظهر منها وما بطن.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Teknologi Harus Menjadi Sarana Kebaikan

Dalam materi khutbah dijelaskan bahwa perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Perangkat yang digunakan hari ini bisa saja segera tergantikan oleh teknologi yang lebih mutakhir dalam waktu singkat.

Kemajuan tersebut merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan yang bertujuan mempermudah kehidupan manusia. Teknologi memungkinkan perjalanan jarak jauh ditempuh dalam waktu singkat, mempercepat komunikasi, hingga membantu berbagai aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan.

Karena itu, teknologi pada hakikatnya bersifat netral. Nilai baik atau buruknya sangat bergantung pada orang yang menggunakannya. Apabila dimanfaatkan untuk kepentingan yang membawa kemaslahatan, maka teknologi menjadi nikmat yang patut disyukuri. Sebaliknya, jika digunakan untuk menyebarkan keburukan, merusak moral, atau menimbulkan kemudaratan, maka teknologi justru menjadi sebab munculnya berbagai persoalan.

Pesan utama khutbah ini mengajak umat Islam agar selalu menjadikan iman dan akhlak sebagai pedoman ketika memanfaatkan perkembangan teknologi, sehingga setiap kemajuan yang dinikmati benar-benar membawa manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.

Khutbah bertema penggunaan teknologi yang tepat menjadi pengingat bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh membuat manusia melupakan nilai-nilai agama. Sebaliknya, setiap inovasi hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi, menambah ilmu, meningkatkan produktivitas, dan memperbanyak amal kebaikan.

Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam kehidupan dunia, tetapi juga menjadi sarana memperoleh keberkahan apabila digunakan sesuai tuntunan Islam.

Untuk pelaksanaan Salat Jumat pada 31 Juli 2026, materi khutbah ini dapat menjadi pengingat bagi jamaah agar senantiasa bijak memanfaatkan teknologi dengan menjadikan iman, ketakwaan, dan akhlak sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas. (anp)