Kado Buku “Suruh Tangis” Karya Bu Ageng Cicit untuk 10 Tahun Paguyuban Kembang Adas

Bu Ageng Cicit, Pendiri dan Ketua Paguyuban Kembang Adas di rumahnya. (Foto : Y.B. Margantoro bernasnews )

bernasnews – Paguyuban Pelestari Sastra dan Budaya Jawa Kembang Adas akan mengadakan acara Tanggap Dasa Warsa Kembang Adas di Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan I Dewa Nyoman Oka 34 Yogyakarta, Sabtu (8/8/2026). Pendiri dan Ketua Kembang Adas Bu Ageng Cicit, atau bernama asli Furtunata Sri Kaswami (84), mengkado momentum istimewa itu dengan buku karyanya bertajuk “Suruh Tangis”.

Buku setebal 160 halaman yang diterbitkan Haksoro Pustaka bekerja sama dengan Mitra Mekar Berkarya (Juli 2026) ini berisi lima bab. Bab I berisi Puisi-puisi dan Geguritan karya Bu Ageng Cicit. Selanjutnya Bab II Kali Gedhe, Bab III Sang Pambengkas, Bab IV Pontius Pilatus, dan Bab V Silang Sengkarut Negeri Arumadi.

Tentang penerbitan buku kumpulan karya tulis berbahasa Indonesia dan Jawa ini, Bu Ageng Cicit mengemukakan, awalnya adalah ketika saudara sepupunya menanyakan tentang silsilah keluarga dari jaur bapaknya. Dia pun mulai membuka map yang lama tidak disentuh. Selain menemukan silsilah keluarga, dia juga menemukan tiga carik kertas yang sudah berubah warna dan tulisannya pun sudah kabur.

Selain kertas berisi tulisan itu, dia juga menemukan buku hariannya yang sejak tahun 1960 setia menemani dalam suka dukanya sampai tahun 1970. Semua kisah hidupnya itu dia tuangkan di sana dalam bentuk puisi dan geguritan.

Buku berjudul “Suruh Tangis”, adapun teks puisinya sebagai berikut : Suruh tangis paringane ibuku/ nuli dak sebut asmamu kaping telu/ Suruh tangis dak uncalake ing kulah/ banyune kimplah-kimplah.// Rong dina lumaku/ sliramu wis ana ing ngarepanku/ “Wiwit wingi dhiajeng tansah cumithak ing netraku/ suwaramu katrem ing talinganku/aku kangen dhiajeng…/ kangen banget.” — Kemetitan Kidul, September 1984.

Bu Ageng Cicit lahir di Wonosari, Gunungkidul DIY 19 Desember 1942. Pertengahan tahun 1970-an bergabung di teater Stemka pimpinan Landung Simatupang. Mulai tahun 1978 – 2019 berkarya di Tepas Pariwisata Kraton Ngayogyakarta. Tahun 2016 mendirikan Kembang Adas sebagai sesepuh, sutradara dan penulis naskah. Hobinya adalah menyulam dan mengisi TTS. (mar)