Doa Rosario Hari Rabu 17 Juni 2026: Susunan Peristiwa Mulia dan Doa Permohonan kepada Bunda Maria

Ilustrasi doa Rosario hari Senin 22 Juni 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik yang melaksanakan Doa Rosario pada Rabu, 17 Juni 2026, diajak merenungkan Peristiwa Mulia yang berpusat pada kemenangan Kristus atas maut serta kemuliaan Bunda Maria.

Melalui lima peristiwa tersebut, umat diajak memperdalam iman akan kehidupan kekal dan mempercayakan berbagai intensi doa kepada Allah melalui perantaraan Santa Perawan Maria.

Doa Rosario merupakan salah satu bentuk devosi yang paling dikenal dalam Gereja Katolik. Rangkaian doa ini berisi permenungan atas misteri kehidupan Yesus Kristus dan Bunda Maria sebagai bagian dari sejarah keselamatan manusia.

Setiap hari memiliki peristiwa khusus untuk direnungkan, sedangkan pada hari Rabu umat mendaraskan Peristiwa Mulia.

Peristiwa Mulia menjadi pengingat bagi umat mengenai kemenangan Kristus dan harapan akan kehidupan abadi. Kelima peristiwa tersebut menggambarkan perjalanan dari kebangkitan Yesus hingga pemahkotaan Bunda Maria di surga.

Susunan doa Rosario diawali dengan Tanda Salib, doa Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, tiga Salam Maria, dan kembali ditutup dengan Kemuliaan serta Terpujilah sebelum memasuki permenungan lima peristiwa.

Urutan Doa Rosario Katolik

1. Tanda Salib

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

2. Doa Aku Percaya

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
Pencipta langit dan bumi;
dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, wafat dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian,
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa;
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.
Amin.

3. Bapa Kami

4. Tiga Salam Maria

  • Salam Maria pertama: untuk memohon bertambahnya iman.
  • Salam Maria kedua: untuk memohon bertambahnya harapan.
  • Salam Maria ketiga: untuk memohon bertambahnya kasih.

5. Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.

6. Merenungkan Lima Peristiwa Rosario

Pada setiap peristiwa dilakukan urutan berikut:

  1. Membacakan judul peristiwa dan ayat Kitab Suci (opsional).
  2. Doa Bapa Kami.
  3. Salam Maria sebanyak 10 kali.
  4. Doa Kemuliaan.
  5. Doa Fatima:

“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”

Urutan tersebut diulangi sampai lima peristiwa selesai didoakan.

7. Salam Ya Ratu

Salam, ya Ratu, Bunda yang berbelaskasih,
hidup, penghiburan dan harapan kami.
Kami semua berseru kepadamu,
putra-putri Hawa yang terbuang.
Kami mengeluh kepadamu sambil mengeluh,
berdukacita dan menangis dalam lembah duka ini.
Maka, ya pelindung kami,
limpahkanlah belas kasihmu kepada kami.
Dan Yesus, Putra kandunganmu yang terpuji itu,
semoga Engkau tunjukkan kepada kami sesudah pengasingan ini.
Ya Clement, ya Pia, ya Virgo Maria.

8. Litani Santa Perawan Maria (opsional)

9. Doa Penutup

Ya Allah, Putra-Mu yang tunggal telah memperoleh bagi kami ganjaran keselamatan kekal melalui hidup, wafat, dan kebangkitan-Nya. Kami mohon, semoga dengan merenungkan misteri Rosario Santa Perawan Maria, kami dapat menghayati apa yang terkandung di dalamnya dan memperoleh apa yang dijanjikannya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

10. Tanda Salib

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Peristiwa Rosario

Peristiwa Mulia Pertama: Yesus Bangkit dari Kematian

Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 28:5-6:

“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”

Melalui peristiwa ini, umat memohon agar mampu melanjutkan misi Kristus dengan mewartakan Injil kepada seluruh bangsa sehingga Kerajaan Allah semakin nyata di tengah dunia.

Sesudah merenungkan ayat Kitab Suci tersebut, umat mendaraskan Bapa Kami, sepuluh kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Fatima.

Peristiwa Mulia Kedua: Yesus Naik ke Surga

Peristiwa kedua bersumber dari Kisah Para Rasul 1:9-11:

“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”

Dalam permenungan ini, umat memohon agar Tuhan senantiasa menjadi sumber pengharapan dan keyakinan bahwa Dia selalu menyertai manusia hingga akhir zaman.

Peristiwa Mulia Ketiga: Roh Kudus Turun atas Para Rasul

Peristiwa ketiga diambil dari Kisah Para Rasul 2:2 dan 4:

“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.”

Melalui peristiwa ini, umat memohon agar Roh Kudus membimbing hidup dalam kasih dan kebenaran serta menjadikan manusia semakin layak di hadapan Allah.

Peristiwa Mulia Keempat: Maria Diangkat ke Surga

Peristiwa keempat diambil dari Surat Pertama kepada Jemaat di Tesalonika 4:14 dan 17:

“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Peristiwa ini mengajak umat memohon iman yang hidup sehingga mampu menjadi saksi Kristus di tengah sesama.

Peristiwa Mulia Kelima: Maria Dimahkotai di Surga

Peristiwa terakhir bersumber dari Kitab Wahyu 12:1:

“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.”

Dalam peristiwa ini, umat memandang Bunda Maria sebagai teladan murid Kristus yang setia. Umat memohon agar Tuhan menumbuhkan semangat kasih serta kesetiaan dalam mengikuti Putra-Nya.

Setelah menyelesaikan lima peristiwa tersebut, umat melanjutkan dengan Doa Fatima dan Doa kepada Santo Yusuf yang berbunyi:

“Salam, Penjaga Sang Penebus, Mempelai Santa Perawan Maria. Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang Tunggal. Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya, Bersamamu, Kristus menjadi manusia. Santo Yusuf, Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa, Dan bimbinglah kami, di jalan kehidupan. Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian, Serta lindungi kami, dari setiap kejahatan.”

Doa Mohon Perlindungan kepada Bunda Maria #1
Kami memohon perlindunganmu, Bunda Allah yang tersuci. Mohon dengarkan permohonan dan kebutuhan kami dan bebaskan kami dari segala bahaya, Perawan Maria yang selalu mulia dan terberkati.

Maria teladan dan Ibu kami, melalui ketaatan dan kesabaranmu Engkau telah mengajari kami bagaimana menjadi anak-anak Allah yang sejati. Tolong bantu kami dengan kekuatan-Mu untuk mengatasi semua kelemahan penuhi tugas-tugas kami dalam hidup dengan sempurna.

Dengan bantuan belas kasih-Mu, semoga kami selalu berdiri bersama Engkau di bawah salib Kristus sehingga kami dapat bersukacita dalam kemenangan kemenangan Putra ilahi-Mu atas dosa dan kematian.

Dalam kebaikanMu ya Bunda, bantulah kami untuk setia berdoa bersama Gereja Tuhan saat Engkau menyatu dengan para Rasul di surga dan saat Engkau menantikan Roh Pentakosta yang dijanjikan.

Dengan bantuan-Mu yang murah hati, semoga kami berada di dekatmu dalam kemuliaan kerajaan Kristus, datang untuk bernyanyi bersamamu dan semua umat beriman pujian abadi bagi Tuhan.

Amin.

***