bernasnews – Ibadah kurban menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan umat Islam saat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah hingga tiga Hari Tasyrik pada 11-13 Dzulhijjah.
Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga memiliki nilai sosial yang besar karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin.
Dalam pelaksanaannya, penyembelihan hewan kurban dianjurkan dilakukan sesuai syariat, termasuk membaca doa sebelum menyembelih.
Kurban merupakan syariat yang diwariskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ibadah ini menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Selain mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, kurban juga diyakini dapat menjadi sebab diampuninya dosa dan dilapangkannya rezeki bagi orang yang berkurban maupun penerima daging kurban.
Dalam ajaran Islam, penyembelihan hewan kurban tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga disertai doa sebagai bentuk ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan membaca doa tertentu ketika hendak menyembelih hewan kurban, baik untuk diri sendiri maupun atas nama orang lain.
Kurban memiliki dua dimensi penting dalam kehidupan umat Islam. Dalam dimensi vertikal, kurban menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memperoleh ridha-Nya. Sedangkan dalam dimensi sosial, ibadah ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan pada momentum Hari Raya Idul Adha.
Selain itu, kurban juga menjadi pengingat tentang pentingnya pengorbanan dan kepedulian sosial. Melalui pembagian daging kurban, nilai kebersamaan dan solidaritas antarumat semakin kuat terjalin.
Doa Menyembelih Hewan Kurban
Sebelum menyembelih hewan kurban, orang yang menyembelih dianjurkan menghadap kiblat dan membaca doa berikut:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Artinya:
“Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Doa tersebut dibaca dengan harapan agar ibadah kurban diterima oleh Allah SWT sebagai bentuk penghambaan dan ketakwaan.
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Menurut Islam
Dalam Islam, terdapat adab dan tata cara khusus saat menyembelih hewan kurban. Berikut langkah-langkahnya:
1. Menyiapkan Hewan Kurban dengan Baik
Hewan kurban diperlakukan dengan baik sebelum disembelih. Islam melarang menyiksa atau membuat hewan ketakutan sebelum proses penyembelihan.
Selain itu, pisau atau alat sembelih harus tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyakiti hewan secara berlebihan.
2. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat
Sebelum disembelih, hewan dianjurkan dibaringkan dengan posisi menghadap kiblat. Posisi ini menjadi bagian dari sunnah dalam penyembelihan hewan kurban.
3. Membaca Basmalah dan Takbir
Orang yang menyembelih dianjurkan membaca basmalah dan takbir sebelum menyembelih hewan kurban.
Bacaan basmalah:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Latin:
Bismillâhir rahmânir rahîm
Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Kemudian dilanjutkan dengan takbir:
اللهُ أَكْبَرُ
Latin:
Allâhu akbar
Artinya:
“Allah Maha Besar.”
Doa Menyembelih Hewan Kurban
Selain membaca basmalah, umat Islam juga dianjurkan membaca doa ketika menyembelih hewan kurban.
Berikut doa yang biasa dibaca:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Artinya:
“Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Doa tersebut dibaca sebagai bentuk penyerahan diri dan harapan agar ibadah kurban diterima oleh Allah SWT.
Bagian yang Disembelih Saat Kurban
Dalam penyembelihan hewan kurban, bagian leher menjadi titik utama yang harus dipotong. Penyembelih harus memutus saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua pembuluh darah di leher menggunakan pisau yang tajam.
Proses penyembelihan dilakukan dengan cepat agar hewan tidak tersiksa.
Hikmah Ibadah Kurban dalam Islam
Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah pelaksanaan Salat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah dan dapat dilanjutkan selama Hari Tasyrik hingga 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.
Kurban yang dilakukan sebelum Salat Idul Adha tidak dihitung sebagai ibadah kurban. Ibadah kurban mengandung banyak hikmah bagi umat Islam. Selain meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, kurban juga mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Melalui pembagian daging kurban, masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan pada Hari Raya Idul Adha. Karena itu, kurban menjadi salah satu ibadah yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial yang tinggi dalam Islam.
Pelaksanaan kurban tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan semata, melainkan juga pada nilai ketakwaan yang terkandung di dalamnya. Kurban menjadi simbol pengorbanan seorang hamba demi menjalankan perintah Allah SWT.
Di sisi lain, pembagian daging kurban juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Momentum Idul Adha menjadi waktu berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan sosial antarumat Islam.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menjalankan ibadah kurban dengan penuh keikhlasan serta memperhatikan tata cara penyembelihan sesuai tuntunan syariat, termasuk membaca doa sebelum menyembelih hewan kurban.
Membaca doa ketika menyembelih hewan kurban menjadi bagian penting dalam ibadah ini. Doa tersebut menunjukkan bahwa kurban dilakukan semata-mata karena Allah SWT dan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan.
Dengan membaca doa dan menjalankan tata cara penyembelihan yang benar, diharapkan ibadah kurban menjadi lebih sempurna serta membawa keberkahan bagi orang yang berkurban maupun penerimanya. (anp)












