Stok Minyakita di Jogja Aman Jelang Iduladha 1447 H, Bulog Salurkan 2,6 Juta Liter dan Tambah Pasokan Besar

Ilustrasi Minyakita/pexels-maxavans

bernasnews— Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, pasar tradisional semakin ramai dan kebutuhan rumah tangga terus melonjak. Di tengah meningkatnya permintaan tersebut, pemerintah memastikan satu hal penting: stok Minyakita di Yogyakarta tetap aman.

Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta bergerak cepat menjaga stabilitas pasokan minyak goreng subsidi di tengah potensi lonjakan konsumsi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Tidak hanya memperkuat distribusi, Bulog juga menambah cadangan stok untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama momentum Iduladha.

Hingga Jumat, 22 Mei 2026 pukul 17.00 WIB, Bulog Kanwil Yogyakarta telah menyalurkan sedikitnya 2,6 juta liter Minyakita ke berbagai wilayah di DIY.

Distribusi tersebut menyasar pasar-pasar yang terpantau dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), jalur distribusi non-SP2KP, hingga jaringan langsung ke masyarakat.

Stok Minyakita di Jogja

Langkah masif itu menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau.

Pemimpin Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menegaskan pihaknya terus menjalankan distribusi secara berkelanjutan demi menjaga keseimbangan pasokan di pasar.

“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau di tengah tingginya aktivitas konsumsi menjelang hari raya,” ujar Dedi Aprilyadi.

Bulog tidak hanya mengandalkan stok yang sudah tersedia. Untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama Idul Adha, Bulog juga menyiapkan tambahan sekitar 194 ribu liter Minyakita.

Tambahan pasokan tersebut menjadi bagian dari strategi besar menjaga stabilitas pangan sekaligus meredam potensi kenaikan harga di pasar tradisional maupun jaringan distribusi lainnya.

Kondisi tersebut memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang mulai meningkatkan aktivitas belanja kebutuhan pokok. Iduladha identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak hidangan keluarga, kebutuhan konsumsi kegiatan sosial, hingga persiapan distribusi makanan untuk kegiatan keagamaan.

Di sejumlah pasar tradisional Yogyakarta, masyarakat mulai memadati lapak kebutuhan pokok sejak pagi hari. Para pedagang mengaku permintaan minyak goreng mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Meski demikian, pasokan Minyakita masih tersedia dan distribusi berjalan lancar.

Dedi memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan Minyakita di DIY. Selain tersedia di pasar tradisional, masyarakat juga dapat memperoleh minyak goreng subsidi tersebut melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Yogyakarta.

Keberadaan RPK menjadi jalur penting dalam menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan strategis dengan harga yang relatif stabil. Jaringan distribusi tersebut membantu pemerintah memastikan pasokan tetap merata hingga tingkat konsumen akhir.

Pemerintah berharap distribusi yang berjalan konsisten mampu mencegah gejolak harga yang sering muncul menjelang hari besar keagamaan. Stabilitas pasokan dinilai menjadi faktor utama menjaga daya beli masyarakat tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Bulog dan Satgas Pangan Perketat Pengawasan Harga Minyakita

Di sisi lain, Bulog bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan juga meningkatkan pengawasan terhadap distribusi serta harga jual Minyakita di lapangan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan barang maupun kenaikan harga yang tidak wajar menjelang Idul Adha.

Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak terbebani gejolak harga pangan yang dapat memicu keresahan sosial di tengah tingginya kebutuhan rumah tangga.

“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Tidak hanya beras, tetapi juga komoditas strategis lain seperti Minyakita,” tegas Dedi.

Pengawasan dilakukan secara intensif di sejumlah pasar tradisional, distributor, hingga jaringan penjualan lainnya. Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan terus memantau arus distribusi agar pasokan tidak tersendat dan harga tetap terkendali.

Selain Minyakita, Bulog juga memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi sangat aman. Jaminan tersebut menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan DIY menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Ketersediaan beras tetap menjadi perhatian utama pemerintah karena komoditas tersebut masih menjadi kebutuhan pokok terbesar masyarakat. Dengan stok yang aman, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan dapat tetap terjaga selama periode HBKN berlangsung.

Disperindag DIY Gencarkan Operasi Pasar dan Pasar Murah

Pemerintah Daerah DIY turut memperkuat langkah stabilisasi pangan melalui operasi pasar dan pasar murah di berbagai wilayah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menggencarkan koordinasi dengan sejumlah pihak guna memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, mengatakan operasi pasar melibatkan sejumlah BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food. Program tersebut menyediakan Minyakita, beras SPHP, hingga gula pasir dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Melalui operasi pasar dan pasar murah, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani kenaikan harga yang biasanya muncul menjelang hari raya.

Yuna juga mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang demi keuntungan sesaat. Pemerintah meminta seluruh pelaku usaha menjaga stabilitas distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata.

Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan. Imbauan tersebut dinilai penting untuk mencegah panic buying yang berpotensi memicu kelangkaan semu di pasaran.

Pemerintah menilai kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, Satgas Pangan, hingga pelaku distribusi menjadi kunci utama menjaga ketahanan pangan di Yogyakarta. Sinergi tersebut terus diperkuat agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan bahan pokok.

Panic buying menjadi ancaman yang hampir selalu muncul menjelang hari besar keagamaan. Ketika masyarakat membeli barang dalam jumlah berlebihan, distribusi pasar dapat terganggu dan memunculkan persepsi kelangkaan, meskipun stok sebenarnya masih mencukupi.

Karena itu, pemerintah terus mengedepankan transparansi informasi terkait stok pangan agar masyarakat merasa aman dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Dengan distribusi Minyakita yang telah mencapai jutaan liter, tambahan stok ratusan ribu liter, serta pengawasan harga yang semakin ketat, Yogyakarta dipastikan siap menghadapi lonjakan kebutuhan pangan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Situasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan daerah agar masyarakat dapat menjalankan perayaan Idul Adha dengan tenang, nyaman, dan tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok. (ef linangkung)