bernasnews – Hari Raya Pentakosta menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk mengenang turunnya Roh Kudus kepada para rasul.
Pada perayaan ini, umat diajak untuk memohon rahmat berupa tujuh karunia Roh Kudus agar mampu menjalani hidup dengan iman yang lebih kuat, bijaksana, dan penuh kasih.
Salah satu doa yang digunakan dalam perayaan ini adalah “Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus” yang bersumber dari buku Novena Pentakosta Dalam Perayaan Ekaristi (2023) terbitan Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya.
Doa ini biasanya didaraskan dalam perayaan liturgi dengan keterlibatan imam dan umat secara bergantian. Isi doa menegaskan pentingnya peran Roh Kudus sebagai penuntun hidup umat beriman, sekaligus sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Doa Pentakosta: Memohon Bimbingan Roh Kudus
Doa ini diawali dengan permohonan kepada Allah Yang Mahakuasa yang telah menganugerahkan Roh Kudus melalui Sakramen Permandian dan Penguatan. Roh Kudus disebut sebagai jaminan kemuliaan yang akan datang, sekaligus tanda bahwa umat adalah milik Allah.
Dalam pembuka doa, umat memohon agar tetap setia memelihara karunia tersebut dan hidup sebagai anak-anak terang. Hal ini menegaskan bahwa iman tidak hanya diterima, tetapi juga harus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuh Karunia Roh Kudus yang Dimohonkan
Bagian inti doa berisi permohonan atas tujuh karunia Roh Kudus yang menjadi dasar kehidupan rohani umat Katolik. Setiap karunia memiliki makna mendalam:
- Roh Hikmat: Memampukan umat untuk mencintai dan mengutamakan hal-hal surgawi serta terbebas dari belenggu dosa.
- Roh Pengertian: Membuka akal budi untuk memahami ajaran Yesus dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
- Roh Nasihat: Membimbing dalam mengambil keputusan yang benar di tengah dinamika hidup.
- Roh Keperkasaan: Memberikan kekuatan untuk bertahan dalam kesulitan dan penderitaan.
- Roh Pengenalan akan Allah: Menyadarkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan harus diarahkan untuk kemuliaan Tuhan.
- Roh Kesalehan: Menuntun umat untuk hidup penuh syukur dan setia dalam berbakti kepada Allah.
Setiap permohonan disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna spiritual, mencerminkan kerinduan umat untuk hidup sesuai kehendak Tuhan.
Bagian Liturgi: Seruan dan Doa Penutup
Imam:
Ya Allah Yang Maha Kuasa, – dalam Sakramen Permandian dan Penguatan – Engkau telah memberikan Roh-Mu sendiri menjadi jaminan kemuliaan yang akan datang bagi kami. Dia telah mencantumkan materai-Nya pada diri kami – dan kami pun menjadi milik-Mu. Semoga kami tetap memelihara karunia-Mu menjadi anak-anak terang dan anak-anak Roh.
[Imam dan Umat]
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
Datanglah, ya Roh Hikmat Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
Datanglah, ya Roh keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.
Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah, ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.
Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami untuk menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu dimanapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.
[Imam]
Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu,
dan menyalakan di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
[Umat]
Dan Engkau akan membarui muka bumi.
[Imam]
Marilah kita berdoa (hening sejenak)
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu, dengan penerangan Roh Kudus, berilah supaya berkat Roh yang Kudus ini, kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Relevansi Doa dalam Kehidupan Umat
Doa Tujuh Karunia Roh Kudus tidak hanya menjadi bagian dari perayaan liturgi, tetapi juga relevan untuk kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kebijaksanaan, keberanian, dan kesalehan, menjadi pedoman moral dan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui doa ini, umat diingatkan bahwa kehidupan beriman membutuhkan keterbukaan terhadap karya Roh Kudus. Dengan memohon tujuh karunia tersebut, umat diharapkan mampu hidup lebih bijak, penuh kasih, dan setia dalam iman.
Momentum Pentakosta pun menjadi ajakan untuk memperbarui komitmen iman, sekaligus membuka diri terhadap pembaruan yang dibawa oleh Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan. (anp)












