bernasnews.com – Polisi menyelidiki dugaan penembakan menggunakan airsoft gun yang menimpa seorang pelajar asal Tangerang Selatan berinisial AARP (17) di Jalan Laksda Adisutjipto, wilayah Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Korban mengalami luka usai diduga ditembak saat melintas dari Solo menuju Yogyakarta.
Kasus dugaan kejahatan jalanan di Jalan Adisutjipto Sleman tersebut kini ditangani Polsek Depok Timur. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri identitas pelaku, serta mendalami dugaan intimidasi, pengejaran, hingga penembakan yang dialami korban dan rekannya di jalan raya.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan laporan terkait dugaan kejahatan jalanan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Polsek Depok Timur menindaklanjuti laporan dugaan kejahatan jalanan yang terjadi di Jalan Laksda Adisutjipto, Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB,” ujar Argo.
Menurut informasi yang dihimpun kepolisian, korban dan seorang rekannya diduga menjadi sasaran dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam.
Salah seorang terduga pelaku disebut mengenakan jaket ojek online berwarna hijau.
Korban Mengaku Diteriaki dan Dikejar
Berdasarkan keterangan awal yang diterima polisi, korban sempat mengalami intimidasi sebelum terjadi dugaan penembakan.
Pelaku diduga meneriaki korban lalu melakukan pengejaran saat keduanya melintas di kawasan Maguwoharjo.
Polisi juga memperoleh informasi bahwa pelaku diduga membawa senjata tajam menyerupai celurit serta senjata jenis airsoft gun.
Dalam situasi tersebut, korban dan rekannya berusaha menghindari pelaku. Namun pengejaran disebut terus berlangsung hingga akhirnya terjadi dugaan penembakan yang mengenai bagian punggung korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis sebelum melapor ke polisi.
Kronologi Korban Viral di Media Sosial
Sebelum laporan tersebut ditangani kepolisian, kronologi kejadian juga sempat beredar melalui akun Instagram merapi_uncover.
Dalam unggahan tersebut, korban mengaku kejadian bermula saat dirinya pulang dari Solo dan memasuki kawasan sekitar Transmart Yogyakarta pada dini hari.
Korban menyebut sebuah Honda PCX hitam yang dikendarai seseorang mengenakan jaket ojek online tiba-tiba mendekat dan meneriaki mereka.
“Pas sampai Transmart Jogja tiba-tiba ada motor PCX hitam yang nyetir pakai jaket gojek ijo,” tulis pengirim pesan yang diunggah akun tersebut.
Menurut pengakuan itu, pelaku juga membawa senjata tajam yang disebut menyerupai celurit berwarna hitam sambil mengucapkan kata-kata kasar kepada korban.
Korban mengaku telah berusaha menghindari konflik dengan menjelaskan bahwa dirinya tidak terlibat persoalan apa pun.
“Aku dah bilang, ‘nggak mas, aku ga ikut-ikut’, tapi dianya tetap ngejar,” tulisnya.
Pengirim pesan itu juga mengaku pelaku kemudian mengeluarkan senjata yang diduga airsoft gun dan melepaskan sejumlah tembakan ke arah mereka.
Dalam keterangannya, korban menyebut sempat meminta pertolongan kepada pengguna jalan lain yang berada di depan mereka. Namun rekannya disebut sudah terkena tembakan proyektil.
Polisi saat ini masih mendalami kesesuaian keterangan tersebut dengan hasil penyelidikan di lapangan.
Polisi Telusuri Identitas Pelaku
Argo mengatakan penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik kejadian tersebut.
Penyelidikan juga mencakup penelusuran kendaraan yang digunakan saat aksi berlangsung serta pemeriksaan terhadap sejumlah informasi yang beredar setelah kejadian.
Kasus ini kembali menyoroti dugaan aksi kejahatan jalanan yang terjadi pada jam-jam rawan ketika arus lalu lintas relatif sepi.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara pada malam hingga dini hari, terutama ketika melintas di ruas jalan yang minim aktivitas.
Pengguna jalan disarankan segera mencari lokasi yang ramai atau mendatangi pos keamanan terdekat apabila merasa dibuntuti maupun mengalami intimidasi di perjalanan.
Polisi juga meminta masyarakat segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus dugaan penembakan terhadap pelajar asal Tangerang Selatan tersebut. (Gal)












