bernasnews – Harga minyak goreng kemasan di Indonesia kembali menjadi sorotan pada akhir April 2026 setelah terjadi kenaikan di ratusan wilayah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga minyak goreng naik di 207 kabupaten/kota pada pekan ketiga April 2026, dengan harga tertinggi mencapai Rp60 ribu per liter di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Sementara itu, secara nasional, rata-rata harga minyak goreng tercatat naik dari Rp19.358 menjadi Rp19.592 per liter atau meningkat sekitar 1,21 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok rumah tangga sekaligus bahan utama bagi pelaku usaha kuliner. Namun, secara umum, lonjakan harga masih tergolong terkendali meski tetap menunjukkan tren naik.
Kenaikan Harga Terjadi di Ratusan Daerah
Data BPS menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak goreng tidak terjadi secara merata, tetapi tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Dari total daerah yang dipantau, sebanyak 207 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga pada pekan ketiga April 2026.
Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang menyentuh Rp60 ribu per liter. Sebaliknya, harga terendah masih berada di kisaran Rp15.500 per liter, mendekati harga acuan nasional.
Untuk kategori minyak goreng rakyat, yakni Minyakita, harga berada di angka Rp15.982 per liter, sedikit melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Tekanan Harga Dipicu Biaya Produksi dan Kemasan
Meski pasokan minyak goreng secara nasional masih terbilang aman, tekanan harga tetap muncul dari sisi biaya produksi. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga adalah meningkatnya biaya bahan kemasan, terutama plastik.
Kenaikan biaya ini berdampak langsung pada harga jual di tingkat konsumen, khususnya untuk produk minyak goreng kemasan premium dan bermerek. Selain itu, faktor distribusi dan logistik juga turut memengaruhi perbedaan harga antarwilayah.
Biaya penyimpanan, transportasi, hingga margin keuntungan penjual membuat harga minyak goreng di minimarket, supermarket, pasar tradisional, maupun marketplace bisa berbeda meski produknya sama.
Daftar Harga Minyak Goreng Kemasan 2 Liter di Minimarket
Berikut kisaran harga minyak goreng kemasan 2 liter berdasarkan pantauan di marketplace dan minimarket (termasuk Klik Indomaret):
- Harumas pouch 2 L: Rp38.500
- Sovia pouch 1,8 L: Rp39.500
- Indomaret pouch 2 L: Rp39.900
- Bimoli pouch 2 L: Rp40.500
- Bimoli Special pouch 2 L: Rp42.500
- Fortune pouch 2 L: Rp42.700
- Sania pouch 2 L: Rp42.900
- Filma pouch 2 L: Rp43.100
- Tropical botol 2 L: Rp45.000
- Bimoli botol 2 L: Rp45.500
- Sunco pouch 2 L: Rp47.500
- Barco minyak kelapa pouch 2 L: Rp119.900
Dari daftar tersebut, harga minyak goreng kemasan 2 liter umumnya masih berada di bawah Rp50 ribu untuk kategori pouch. Namun, produk tertentu seperti minyak kelapa bisa jauh lebih mahal.
Harga Minyak Goreng Botol 1 Liter
Untuk kemasan botol 1 liter, harga bervariasi tergantung merek dan volume:
- Rizky 800 ml: Rp21.000 – Rp24.000
- Fitri 800 ml: Rp21.000 – Rp25.000
- Tropical 1 L: Rp21.000 – Rp23.000
- Hemart 900 ml: Rp23.000 – Rp29.000
- Sunco 1 L: Rp30.000 – Rp35.000
- Kunci Mas 950 ml: Rp30.000 – Rp35.000
- Filma 1 L: Rp32.000 – Rp35.000
Harga ini menunjukkan bahwa minyak goreng botol masih berada dalam kisaran yang relatif terjangkau, meski beberapa merek premium mulai mendekati Rp35 ribu per liter.
Untuk kemasan botol 2 liter, beberapa merek memang sudah menyentuh kisaran Rp60 ribu:
- Bimoli 2 L: Rp44.000 – Rp46.000
- Tropical 2 L: Rp48.000 – Rp52.000
- Sunco 2 L: Rp57.000 – Rp62.000
- Kunci Mas 1,9 L: Rp60.000 – Rp65.000
- Filma 2 L: Rp62.000 – Rp67.000
- Barco minyak kelapa 2 L: Rp110.000 – Rp128.000
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim minyak goreng 2 liter tembus Rp60 ribu memang benar, tetapi hanya berlaku untuk beberapa merek tertentu, terutama kategori premium dan kemasan botol.
Perbedaan Harga Dipengaruhi Lokasi dan Distribusi
Harga minyak goreng tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan wilayah menjadi faktor penting yang memengaruhi harga jual. Di daerah terpencil atau dengan akses distribusi terbatas, harga cenderung lebih tinggi dibandingkan kota besar.
Selain itu, jenis tempat penjualan juga berpengaruh. Harga di minimarket bisa berbeda dengan pasar tradisional atau toko online karena adanya perbedaan biaya operasional, logistik, dan strategi penjualan.
Dengan banyaknya pilihan merek di pasaran, masyarakat disarankan untuk lebih cermat dalam memilih minyak goreng. Harga yang murah memang menjadi pertimbangan utama, tetapi kualitas tetap harus diperhatikan agar hasil masakan tetap sehat dan aman dikonsumsi.
Mengetahui daftar harga terbaru menjadi langkah penting untuk membandingkan produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta anggaran rumah tangga. Saat akhir pekan biasanya ada promo menarik di minimarket. (anp)












