Bacaan Sholawat Adrikni Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya, Kapan Diamalkan?

Ilustrasi bacaan sholawat Adrikni (Pixabay.com)

bernasnews – Sholawat Adrikni merupakan salah satu amalan yang dikenal luas di kalangan umat Islam sebagai doa untuk memohon pertolongan saat menghadapi kesulitan. Sholawat ini dibaca dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai perantara (wasilah) untuk memohon rahmat dan karunia dari Allah SWT.

Amalan ini kerap diamalkan ketika seseorang merasa berada dalam kondisi sempit, membutuhkan jalan keluar, atau memiliki hajat tertentu yang ingin segera dikabulkan.

Sholawat Adrikni memiliki sejarah yang dinukil dari kitab klasik. Dalam buku The Miracle of Sholawat karya Junaidi Ahmad, dijelaskan bahwa bacaan ini tercantum dalam kitab Afdhalush Sholawat ‘Alaa Sayyidis Sadat karya Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani.

Ibnu Abidin meriwayatkan bahwa sholawat ini berasal dari seorang ulama saleh bernama Sayyid Syekh Ahmad Al-Halabi yang tinggal di Damaskus.

Dikisahkan, Syekh Ahmad Al-Halabi pernah berada dalam situasi genting karena ancaman dari pejabat setempat. Dalam kondisi tertekan, ia bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

Dalam mimpi tersebut, Nabi Muhammad SAW menenangkan dirinya dan mengajarkan satu bacaan sholawat yang diyakini dapat mengurai kesulitan jika diamalkan. Setelah terbangun, ia pun mengamalkan sholawat tersebut hingga merasakan pertolongan dari Allah SWT.

Bacaan Sholawat Adrikni Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Berikut salah satu versi bacaan Sholawat Adrikni sebagaimana dikutip dalam buku Rahasia Shalawat Nabi karya M. Syukron Maksum:

Tulisan Arab:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أَدْرِكْنى يَارَسُوْلَ الله

Latin:

Allahumma shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin qod dhooqot hiilatii adriknii yaa rasuulallaahi.

Artinya:

“Ya Allah, bershalawatlah untuk junjungan kami Muhammad, sungguh terasa sempit usahaku, maka rangkullah aku, wahai Rasulullah.”

Selain itu, terdapat versi lain sebagaimana dikutip dari buku Tuntunan Doa & Dzikir untuk Segala Situasi dan Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil:

Tulisan Arab:

الصَّلَاةُ وَ السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدِي يَا رَسُوْلَ اللهِ خُذْ بِيَدِي قَلَّتْ حِيْلَتِي أَدْرِكْني

Latin:

Ashsholaatu was salaamu ‘alaika yaa sayyidii yaa rosuulalloh khudz biyadii qollat hiilatii adriknii.

Artinya:

“Rahmat dan sejahtera semoga melimpah kepadamu, wahai junjunganku Rasulullah, peganglah tanganku, sedikit sekali upayaku, maka temukanlah aku.”

Kapan Waktu yang Dianjurkan Mengamalkan Sholawat Adrikni?

Sholawat Adrikni dapat diamalkan kapan saja, terutama saat seseorang menghadapi kesulitan hidup, tekanan, atau memiliki kebutuhan mendesak. Beberapa ulama memberikan panduan jumlah bacaan sesuai kondisi:

Dibaca 300 kali untuk hajat penting

Dibaca 1.000 kali dalam kondisi genting

Dibaca 1.000 kali pada malam Jumat untuk memohon terkabulnya hajat

Amalan ini tidak dibatasi waktu tertentu, namun dianjurkan dibaca dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

Keutamaan Membaca Sholawat Adrikni

Sholawat Adrikni diyakini memiliki sejumlah keutamaan yang bersumber dari penjelasan para ulama:

1. Mendapat Kemudahan dalam Kesulitan

Menurut Syaikh Abdul Qadir al-Baghdadi ash-Shiddiqi, membaca sholawat ini dapat menjadi sebab dimudahkannya urusan dan dilepaskannya kesulitan.

2. Hajat Cepat Terkabul

Dalam buku Dzikir Pagi & Petang karya Ust Fadli Ramadhan, disebutkan pernyataan Syaikh Isa Al Barowi Qoddasallohu sirrohul ‘aziz:

“Barang siapa yang pada malam Jumat membaca Sholawat Adrikni 1000 kali maka hajatnya akan terpenuhi dengan segera, perkara yang dicari akan hasil dan tujuannya bisa didapat di dunia dan akhirat dengan perantara Rasulullah SAW.”

3. Dihapuskan Dosa dan Diangkat Derajat

Keutamaan sholawat secara umum juga dijelaskan dalam hadis riwayat Anas bin Malik berikut:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً؛ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya:

“Siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan derajatnya diangkat sepuluh tingkat.” (HR an-Nasa’i).

Penting dipahami bahwa membaca Sholawat Adrikni bukan berarti meminta kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung, melainkan menjadikannya sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Inti dari amalan ini tetap berfokus pada permohonan kepada Allah, dengan harapan mendapatkan rahmat melalui kemuliaan Rasulullah SAW.

Dengan memahami makna dan keutamaannya, Sholawat Adrikni dapat menjadi salah satu amalan spiritual yang memperkuat keyakinan, menenangkan hati, serta menjadi sarana ikhtiar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. (anp)