bernasnews – Bulan Ramadan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat berbagai keutamaan ibadah, mulai dari puasa, tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga sedekah.
Salah satu momen paling dinantikan dalam bulan suci ini adalah hadirnya malam Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki nilai ibadah lebih baik dari seribu bulan.
Keutamaan Lailatul Qadar dijelaskan secara tegas dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5. Pada malam tersebut, Al-Qur’an pertama kali diturunkan, para malaikat turun ke bumi, dan keberkahan melimpah hingga terbit fajar. Oleh karena itu, banyak ustaz atau penceramah memilih tema Lailatul Qadar sebagai materi kultum sebelum salat tarawih, khususnya saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan.
Berikut tiga contoh kultum singkat yang dapat dijadikan referensi untuk menyambut malam Lailatul Qadar pada Ramadan 2026.
1. Kultum: Dahsyatnya Lailatul Qadar
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Ramadhan selain disebut sebagai bulan puasa, syahrus shiyam, juga disebut sebagai syahrul Qur’an atau bulan Al-Qur’an karena di bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Artinya:
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqarah: 185)
Menurut umat Islam, ayat tersebut bukan hanya menjelaskan waktu turunnya Al-Qur’an, tetapi juga memberikan harapan adanya malam istimewa di bulan Ramadan yang mampu melipatgandakan pahala ibadah hingga setara dengan seribu bulan. Malam tersebut dikenal dengan nama Lailatul Qadar.
Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk mencari malam tersebut sebagaimana sabda beliau:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
Artinya,
“Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR Bukhari)
Ada beberapa keistimewaan besar pada malam Lailatul Qadar.
Al-Qur’an Diturunkan pada Malam Lailatul Qadar
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadar.” (QS Al-Qadr: 1)
Ayat ini menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat manusia dimulai pada malam yang penuh kemuliaan ini.
Malam yang Dipenuhi Keberkahan
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ – ٣
”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” (QS ad-Dukhan: 3)
Pada malam ini Allah melimpahkan keberkahan kepada hamba-Nya yang mendekatkan diri melalui doa, dzikir, salat, dan memohon ampun.
Pahala Ibadah Lebih Baik dari Seribu Bulan
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣
”Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS al-Qadar: 3)
Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Demikian kultum singkat ini, semoga kita semakin bersemangat untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampun kepada Allah terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Semoga kita termasuk golongan yang memperoleh keberkahan Lailatul Qadar. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh.
2. Kultum: Cara Menjumpai Lailatul Qadar
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat kepada kita, termasuk kesempatan untuk kembali merasakan keberkahan bulan Ramadan.
Kini kita telah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, masa yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Keutamaan malam ini bahkan dijelaskan dalam satu surat khusus dalam Al-Qur’an, yakni Surah Al-Qadr yang terdiri dari lima ayat:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ. تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ. سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?. Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Jika dihitung, seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun. Artinya, seseorang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar dan mengisinya dengan amal saleh akan memperoleh pahala yang sangat besar.
Namun waktu pasti datangnya malam tersebut tidak diketahui secara pasti. Karena itu umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan sebagaimana dicontohkan Rasulullah.
عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Artinya:
“Dari Aswad dari Aisyah ra ia berkata bahwa Nabi saw meningkat amal-ibadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi di waktu yang lain,” (HR Muslim).
Rasulullah juga memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar bisa dicari pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِ الأوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan)”. (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa agar Allah mempertemukan kita dengan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Kultum: Cara Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan fase penting yang tidak boleh disia-siakan oleh umat Islam. Pada waktu inilah peluang besar untuk mendapatkan Lailatul Qadar terbuka.
Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan kualitas ibadah pada hari-hari tersebut. Beliau memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, serta membangunkan keluarga agar ikut meraih keberkahan Ramadan.
Momentum ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita agar tidak melemah dalam beribadah di akhir Ramadan. Justru di waktu inilah semangat harus ditingkatkan.
Di antara amalan yang dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan antara lain memperbanyak salat malam, berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dengan memperbanyak amal kebaikan dan menjaga kedamaian hati, umat Islam diharapkan dapat memperoleh keberkahan Lailatul Qadar.
Semoga Allah memudahkan kita untuk bertemu dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Malam Lailatul Qadar merupakan kesempatan luar biasa yang tidak datang setiap waktu. Keutamaannya yang lebih baik dari seribu bulan menjadikannya momen yang sangat berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui kultum yang disampaikan di masjid maupun mushala, diharapkan jamaah semakin memahami pentingnya memaksimalkan amal saleh pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Semoga setiap upaya ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dapat mengantarkan kita semua untuk meraih keberkahan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar. (anp)












