Panduan Niat Shalat Gerhana Bulan Total Sore Ini Lengkap Jadwalnya

Ilustrasi niat shalat gerhana Bulan total sore ini. (Freepik.com)

bernasnews – Gerhana Bulan total akan menyapa langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena langit ini terjadi selepas waktu Maghrib di masing-masing daerah dan dapat diamati dari seluruh wilayah tanah air.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah gerhana bulan atau yang dikenal dengan istilah khusuf al-qamar (gerhana bulan). Simak bacaan niat shalat gerhana Bulan total pada sore ini dan tata caranya.

Peristiwa langka ini bukan sekadar tontonan astronomi, tetapi juga momentum spiritual. Dalam tradisi Islam, gerhana menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, termasuk shalat gerhana dua rakaat yang tata caranya memiliki kekhususan tersendiri.

Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Berdasarkan data Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), berikut rincian waktu fase gerhana bulan total (WIB):

Awal fase gerhana sebagian: 16.50.01 WIB

Awal fase gerhana total: 18.04.28 WIB

Puncak gerhana: 18.33.37 WIB

Akhir fase gerhana total: 19.02.24 WIB

Akhir fase gerhana sebagian: 20.17.13 WIB

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Sementara fase parsial (sebagian) terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik.

Adapun fase totalitas ketika Bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan inti (umbra) Bumi berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada fase totalitas tersebut Bulan berpotensi tampak berwarna kemerahan. Fenomena ini kerap disebut sebagai blood moon atau bulan merah.

Di wilayah Jakarta dan Indonesia bagian barat, Bulan diperkirakan terbit saat gerhana sudah memasuki fase total atau mendekati puncak, sehingga masyarakat bisa langsung menyaksikan momen tersebut jika kondisi cuaca cerah.

Hukum dan Anjuran Shalat Gerhana Bulan

Menanggapi fenomena ini, Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Pelaksanaannya lebih utama dilakukan secara berjamaah di masjid, namun tetap sah jika dikerjakan sendiri (munfarid).

Shalat gerhana berbeda dari shalat sunnah biasa. Perbedaan utama terletak pada jumlah bacaan Al-Fatihah dan rukuk dalam setiap rakaat. Dalam satu rakaat terdapat dua kali berdiri dan dua kali rukuk sebelum sujud. Bacaan dapat dilantangkan (jahar), terutama jika dilakukan secara berjamaah.

Shalat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat dan dapat dilaksanakan selama gerhana masih berlangsung.

Lafal Niat Shalat Gerhana Bulan

Shalat gerhana diawali dengan niat di dalam hati saat takbiratul ihram. Berikut bacaan niatnya:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Bagi yang melaksanakan sendiri, kata imâman/makmûman dapat disesuaikan.

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Dua Rakaat

Berikut urutan lengkap pelaksanaan shalat gerhana bulan:

  1. Berniat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

  2. Membaca doa iftitah, taawudz, lalu Surat Al-Fatihah.

  3. Setelah Al-Fatihah, membaca surat panjang seperti Al-Baqarah atau ayat yang setara, dengan bacaan lantang.

  4. Rukuk pertama dengan membaca tasbih cukup lama, dianjurkan setara dengan membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

  5. Bangkit dari rukuk (i’tidal) tanpa membaca doa i’tidal, melainkan kembali membaca Surat Al-Fatihah.

  6. Setelah itu membaca surat lain, seperti Ali Imran atau ayat yang setara panjangnya.

  7. Rukuk kedua dengan durasi lebih singkat dari rukuk pertama, kira-kira setara 80 ayat Al-Baqarah.

  8. I’tidal dan membaca doa i’tidal seperti biasa.

  9. Sujud pertama dengan tasbih sepanjang rukuk pertama.

  10. Duduk di antara dua sujud.

  11. Sujud kedua dengan tasbih sepanjang rukuk kedua.

  12. Duduk sejenak (istirahat ringan) sebelum bangkit ke rakaat kedua.

Rakaat kedua dilakukan dengan pola yang sama. Perbedaannya terletak pada bacaan surat setelah Al-Fatihah. Pada berdiri pertama rakaat kedua dianjurkan membaca Surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

Setelah menyelesaikan dua rakaat, shalat diakhiri dengan salam.

Khutbah Setelah Shalat Gerhana

Apabila shalat dilaksanakan berjamaah, imam atau pihak yang ditunjuk dianjurkan menyampaikan dua khutbah. Isi khutbah biasanya berupa ajakan untuk memperbanyak istighfar, meningkatkan ketakwaan, bertaubat, bersedekah, serta menunjukkan kepedulian sosial, termasuk membela kelompok masyarakat yang lemah.

Momentum gerhana menjadi saat yang tepat untuk introspeksi diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana

Umat Islam dapat mengerjakan shalat gerhana sejak gerhana mulai tampak hingga fase tersebut berakhir. Artinya, selama rentang waktu dari awal fase sebagian hingga akhir fase sebagian, shalat gerhana tetap bisa dilaksanakan.

Dengan durasi total lebih dari lima jam, masyarakat memiliki waktu cukup panjang untuk menunaikan ibadah ini, terutama pada fase totalitas yang berlangsung hampir satu jam.

Gerhana Bulan total 3 Maret 2026 bukan hanya fenomena astronomi yang memukau, tetapi juga momen spiritual yang sarat makna.

Selain menyaksikan keindahan bulan merah di langit timur selepas Maghrib, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai bentuk penghambaan dan pengakuan atas kebesaran Sang Pencipta. (anp)