bernasnews – Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap menyambut fenomena langit langka yang akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Pada tanggal tersebut, akan berlangsung gerhana Bulan total yang bisa diamati langsung dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Simak link live streaming dan jadwal terjadinya gerhana Bulan di Yogyakarta.
Menariknya, peristiwa astronomi ini bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 Hijriah. Selain menjadi momen ilmiah yang dinantikan, gerhana ini juga memiliki nilai spiritual bagi umat Islam karena dianjurkan melaksanakan salat gerhana.
Lalu, gerhana Bulan 3 Maret 2026 di Yogyakarta jam berapa bisa dilihat? Berikut jadwal lengkap dan link live streaming resminya.
Jadwal Gerhana Bulan 3 Maret 2026 di Yogyakarta (WIB)
Berdasarkan data astronomi dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah dan DIY akan mengalami fase total gerhana pada malam hari setelah waktu berbuka puasa.
Berikut rincian waktu fase gerhana Bulan total untuk wilayah WIB (termasuk Yogyakarta):
- Gerhana penumbra mulai (P1): 15.42.44 WIB
- Gerhana sebagian mulai (U1): 16.49.46 WIB
- Gerhana total mulai (U2): 18.03.56 WIB
- Puncak gerhana: 18.33.39 WIB
- Gerhana total berakhir (U3): 19.03.23 WIB
- Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17.33 WIB
- Gerhana penumbra berakhir (P4): 21.24.35 WIB
Fase total bisa dilihat jam berapa? Untuk warga Yogyakarta, fase paling dinanti yakni gerhana total dimulai pukul 18.03 WIB dan berakhir sekitar 19.03 WIB. Sementara fase umbra secara umum berlangsung hingga pukul 20.17 WIB.
Artinya, masyarakat bisa menikmati perubahan warna Bulan menjadi kemerahan pada waktu malam, tepat setelah berbuka puasa.
Berapa Lama Gerhana Bulan 3 Maret 2026 Berlangsung?
Secara keseluruhan, gerhana Bulan kali ini berlangsung sekitar 5 jam 41 menit, terhitung dari awal fase penumbra hingga akhir.
Fase totalitasnya sendiri berlangsung hampir 60 menit, menjadikannya salah satu gerhana Bulan total dengan durasi cukup panjang. Bahkan, fenomena ini disebut sebagai gerhana Bulan total terakhir sebelum akhir tahun 2028 atau sebelum memasuki 2029.
Dengan kata lain, setelah Maret 2026, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan Bulan berubah merah akibat bayangan Bumi.
Apakah Aman Dilihat dengan Mata Telanjang?
Berbeda dengan gerhana Matahari yang memerlukan kacamata khusus, gerhana Bulan total aman diamati secara langsung tanpa alat pelindung mata.
Fenomena ini terjadi saat fase purnama, ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.
Pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang, teropong binokular, serta teleskop. Penggunaan alat bantu optik akan membantu melihat detail perubahan warna dan bayangan secara lebih jelas.
Gerhana Bulan total 3 Maret 2026 tidak hanya terjadi di Yogyakarta. Fenomena ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, dengan waktu berbeda sesuai zona waktu, yakni WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah) dan WIT (Waktu Indonesia Timur).
Masyarakat diimbau memantau prakiraan cuaca agar tidak melewatkan momen langka ini. Langit cerah tanpa awan tebal akan menjadi faktor penentu keberhasilan pengamatan.
Link Nonton Live Streaming Resmi
Bagi warga yang tidak bisa menyaksikan langsung karena cuaca atau keterbatasan lokasi, BMKG menyediakan siaran langsung resmi.
Live streaming dapat diakses melalui situs https://gerhana.bmkg.go.id/
Siaran ini disesuaikan dengan zona waktu masing-masing wilayah di Indonesia sehingga masyarakat tetap bisa mengikuti setiap fase gerhana secara real time.
Imbauan Salat Gerhana di Bulan Ramadan
Gerhana bulan kali ini bertepatan dengan Ramadan, Kementerian Agama Republik Indonesia mengimbau umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana (salat khusuf) sebagai bentuk ibadah dan refleksi diri.
Gerhana Bulan dipandang sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat sunah gerhana, memperbanyak takbir dan zikir, beristigfar, bersedekah. Selain itu juga memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan negara.
Jajaran Kemenag daerah, tokoh agama, pimpinan ormas Islam, hingga imam masjid diimbau memfasilitasi pelaksanaan salat sesuai waktu terjadinya gerhana di wilayah masing-masing.
Dengan menyaksikan langsung, masyarakat tidak hanya menikmati keindahan langit malam, tetapi juga memahami proses ilmiah di baliknya.
Gerhana Bulan total 3 Maret 2026 di Yogyakarta mulai fase total pukul 18.03 WIB, dengan puncak gerhana pukul 18.33 WIB, dan berakhir fase total sekitar 19.03 WIB.
Fenomena ini aman diamati dengan mata telanjang, berlangsung hampir satu jam untuk fase totalitas, serta menjadi gerhana total terakhir hingga akhir 2028.
Bagi yang tidak bisa menyaksikan secara langsung, tersedia live streaming resmi melalui situs BMKG. Selain menjadi peristiwa astronomi langka, gerhana ini juga menjadi momen spiritual karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan Bulan berubah merah di langit Yogyakarta pada 3 Maret 2026. (anp)












