bernasnews – Bulan Syaban sering kali berlalu tanpa disadari, padahal ia menyimpan banyak keutamaan penting dalam ajaran Islam. Terletak tepat sebelum Ramadhan, Syaban ibarat gerbang awal untuk mempersiapkan diri baik secara spiritual, mental, maupun amal menuju bulan penuh ampunan dan pahala.
Oleh karena itu, mengisi Syaban dengan amalan-amalan sunnah menjadi langkah bijak bagi setiap muslim yang ingin meraih keberkahan maksimal.
Dalam kalender Hijriah, Syaban menempati urutan bulan ke-8. Keistimewaannya tidak hanya dikenal melalui tradisi umat Islam, tetapi juga ditegaskan dalam berbagai riwayat hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadits yang sering dikutip menjelaskan posisi Syaban sebagai bulan yang kerap diabaikan, padahal di dalamnya terdapat momen penting bagi catatan amal manusia.
Sebagaimana diriwayatkan dalam buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban karya Dra. Udji Asiyah, MSi, Rasulullah SAW bersabda:
كَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Bulan Syaban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, berada di antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Allah, Rabb semesta alam. Maka aku senang ketika amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Berangkat dari hadits tersebut, jelas bahwa Syaban merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak ibadah. Lalu, apa saja amalan bulan Syaban yang sesuai sunnah dan dapat diamalkan, termasuk menjelang Nisfu Syaban?
Mengenal Nisfu Syaban dan Waktunya
Selain amalan sepanjang bulan, Syaban juga memiliki satu momen khusus, yakni Nisfu Syaban, yang berarti pertengahan bulan Syaban dan jatuh pada tanggal 15 Hijriah. Berdasarkan kalender, Nisfu Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Baik di hari-hari biasa Syaban maupun di malam Nisfu Syaban, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dapat dikerjakan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Berikut rangkuman amalan bulan Syaban sesuai sunnah yang bisa diamalkan secara konsisten.
1. Memperbanyak Doa kepada Allah SWT
Doa adalah inti ibadah dan dapat dipanjatkan kapan saja, termasuk selama bulan Syaban. Dalam Formulasi Doa Mustajab: Merajut Harapan Menjadi Kenyataan karya Wahyu Agam, SSI, SH, Lc, MAg, dijelaskan bahwa perintah berdoa telah ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an, Surat Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.”
Salah satu doa yang dianjurkan menjelang Ramadhan dan sering dibaca saat memasuki Rajab dan Syaban adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad No. 2228)
2. Membiasakan Dzikir Setiap Hari
Dzikir menjadi amalan ringan namun berdampak besar bagi ketenangan hati. Dalam Buku Harian Orang Islam karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, disebutkan bacaan dzikir yang dianjurkan selama bulan Syaban dan dapat dibaca 70 kali setiap hari:
Laa ilaaha illallaahu, walaa na’budu illaa iyaahu, mukhlishiina lahuddiin, walau karihal kaafiruun.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan penuh keikhlasan, meskipun orang-orang kafir membencinya.”
3. Puasa Sunnah Hari Senin dan Kamis
Rasulullah SAW dikenal rutin melaksanakan puasa sunnah hari Senin dan Kamis. Dalam Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin, MA, dijelaskan hadits dari Usamah bin Zaid bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Dua hari tersebut adalah hari di mana amal-amal dilaporkan kepada Rabb semesta alam, dan aku senang amalku dilaporkan dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An-Nasa’i, Ahmad, dan Al-Baihaqi)
Niat puasa Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
4. Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qamariah, termasuk di bulan Syaban. Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari setiap bulan, maka puasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Tirmidzi)
Niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
5. Membaca Surat Yasin Tiga Kali di Malam Nisfu Syaban
Menurut Gus Dewa Menjawab, membaca Surat Yasin tiga kali setelah sholat sunnah di malam Nisfu Syaban menjadi tradisi yang sarat makna. Adapun niatnya:
Yasin pertama: memohon umur panjang dan keberkahan.
Yasin kedua: memohon keselamatan dari musibah.
Yasin ketiga: memohon kecukupan rezeki dan kelapangan hati.
6. Memperbanyak Istighfar
Istighfar menjadi amalan utama Nisfu Syaban. Dalam riwayat Al-Baihaqi disebutkan:
إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ … هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Pada malam Nisfu Syaban, Allah menyeru: adakah yang memohon ampun, maka Aku ampuni…”
7. Sholat Sunnah
Hadits tentang sholat khusus Nisfu Syaban dinilai dhaif, sehingga ulama menganjurkan sholat sunnah mutlak, yaitu sholat sunnah tanpa sebab khusus.
Bulan Syaban adalah momentum penting yang sering terlewatkan. Dengan menghidupkan Syaban melalui doa, puasa sunnah, dzikir, istighfar, dan sholat sunnah, seorang muslim telah menyiapkan diri secara optimal untuk menyambut Ramadhan. Semoga amalan bulan Syaban yang kita lakukan menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. (anp)












