Opini  

Catatan Akhir Tahun 2025: Antara Harapan dan Pergulatan yang Harus Dihadapi

Gambar Karikatur Z. Bambang Darmadi. (Foto: Dok. Pribadi)

bernasnews — Tahun 2025 tidak sedikit orang yang berharap lebih baik keadaannya dari berbagai segi hidup dan kehidupan. Namun harapan tersebut tidak bisa cepat datang begitu saja, karena berbagai faktor yang tidak bisa diprediksi secara akurat. Misalnya dampak kondisi ekonomi global, yang dihadapi berbagai negara, lebih- lebih negara yang masih mengalami peperangan.

Belum lagi kondisi dalam negeri dengan tingkat penyerapan lapangan kerja yang belum optimal dan bahkan beberapa perusahaan mengalami kelesuan pasar dan berdampak pada pengurangan tenaga kerja (PHK) yang ada, tentu ini menunda harapan .

Lebih-lebih beberapa hari ini di berbagai daerah terjadi musibah tanah lonsor dan banjir utamanya di Sumatra yang menelan kerugian material dan korban jiwa yang tidak sedikit, tentu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah serta semua lembaga, perusahaan, instansi dan perorangan yang terpanggil ikut berbela rasa untuk meringankan beban yang diderita dan menangani secara tepat.

Sisi lain, harapan yang belum bisa terwujud kita juga tetap bisa bersyukur bahwa di bumi Indonesia ini cukup tersedia kekayaan alam yang melimpah sehingga bila dikelola dengan baik dan benar akan dapat memberikan kesejahteraan pada masyarakat yang lebih banyak.

Menurut hemat penulis, khususnya pada penyerapan kerja di sektor UMKM kondisi saat ini memang tidak mudah untuk bertumbuh lebih besar lantaran berbagai faktor, dan salah satu faktor yakni masih adanya kelesuan daya beli masyarakat yang terbatas, untuk bisa bertahan saja sudah cukup baik.

Sisi positif dengan menjamurnya atau munculnya para pebisnis pemula dalam ranah pedagang kaki lima setidaknya dapat ikut menciptakan lapangan kerja walaupun secara mikro  dilakukan oleh keluarga, demi menyambung hidup dan kehidupan berikutnya.

Dengan demikian, unsur berharap merupakan energi positif yang harus dan mesti diperjuangkan terus dengan tetap menatap masa depan lebih baik daripada hari ini dan hari kemarin. Juga memohon doa agar tidak terjadi bencana atau musibah yang berdampak pada hidup dan kehidupan masyarakat banyak ke depannya. (Z. Bambang Darmadi, Penulis Buku dan Pemerhati UMKM)