Opini  

Selama Masih (Ada) Potensi Pasar, Di Situlah Muncul Bisnis atau Usaha Baru

Gambar Karikatur Z. Bambang Darmadi. (Foto: Dok. Pribadi)

bernasnews — Dunia bisnis – usaha relatif tidak mengenal waktu untuk terus berputar dan ada seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk yang semakin tumbuh. Maka tidak mengherankan bila pertumbuhan bisnis – usaha di berbagai sektor semakin diminati (Jawa: dilirik) orang. Mengapa demikian? Menurut hemat saya karena selama masih ada potensi bisnis-usaha, di situlah orang akan mencobanya.

Apalagi keberadaan potensi bisnis tersebu masih ada di kota-kota pariwisata tentu menjadi pilihan untuk tumbuh. Sebagai contoh, 15 tahun yang lalu di kawasan Jalan Malioboro masih banyak di jumpai toko-toko aneka kebutuhan untuk belanja atau ber- shoping, akan tetapi saat ini sudah banyak toko- toko yang beralih fungsi untuk jualan oleh- oleh berupa makanan khas Yogjakarta dan berbagai kaos, baju batik, kain batik, surjan, daster dan  sejenisnya.

Contoh lain kita bisa dapatkan munculnya angkringan d iberbagai tempat, bahkan tidak sedikit  bangunan rumah tua berwujud Joglo pun direnovasi dan telah beralih fungsi menjadi rumah makan, dapoer makan, kafe, resto dan sejenisnya. Menjamurnya penginapan berupa Wisma, Gues House, Kost Eklusif dan Pom Mini di jalan- jalan tertentu, hal ini terjadi ada karena masih adanya potensi bisnis-usaha di wilayah atau area tersebut.

Kota Yogyakarta yang diakui sebagai julukan kota Pariwisata tentu banyak orang pelaku bisnis – usaha untuk ikut membidik potensi bisnis yang masih bisa di masuki. Salah satunya kehadiran moda transportasi Bajaj Maxride di Yoyakarta menjadi salah satu pilihan dari yang sudah ada, seperti andong, taxi oline, ojek, becak ontel, becak motor bagi wisatawan, yang ingin keliling kota sambil menikmati dan merasakan hiruk pikuk di kota pendidikan, kota budaya,dan kota pariwisata itu.

Yang jelas dari sisi manfaat kehadiran pelaku usaha  jenis trasportasi  Bajaj Maxride telah membantu banyak memberikan lapangan kerja pagi para driver. Salah satu wisatawan bernama Bella dari Jakarta yang tiap tahun datang ke Jogja juga pernah menikmati jasa Maxride untuk keliling kota. Ternyata tidak sedikit orang yang datang ke Jogja dari luar kota dan menginap di Hotel, Wisma, Gues Hause  ingin menggunakan jasa Maxride ini untuk kenangan.

Walaupun wisatawan tersebut sudah membawa kendaraan sendiri. Yang jelas keberadaan potensi pasar- bisnis dipengaruhi oleh tiga unsur. Pertama, ada daya beli masyarakat. Kedua, adanya pola konsumsi/ penggunaan. Ketiga ada struktur penduduk yang tumbuh. Dengan pemenuhan ketiga unsur tersebut tentu potensi pasar-bisnis baru dapat terjadi dan tumbuh.  (Z. Bambang Darmadi, Pengamat Bisnis dan UMKM)