Outing Class SMP BOPKRI 1 Yogya, Dorong Siswa Belajar dari Warisan Budaya Bangsa

bernasnews — Dalam rangka memperkaya pengalaman belajar siswa dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, SMP BOPKRI 1 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Outing Class ke Kampung Batik Laweyan dan Museum Lokananta, di Kota Surakarta, pada Jumat (10/10/2025).

Kegiatan bertema “Menggali Nilai Budaya, Menginspirasi Generasi Muda” ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII hingga IX Bersama 13 guru yang turut mendampingi dan memantau jalannya kegiatan pembelajaran di lapangan.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Thomas Iskandar Kurniawan, S.Pd., mengemukakan, bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran lintas mata pelajaran yang menggabungkan unsur sejarah, seni, dan karakter.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin siswa belajar menghargai proses di balik sebuah karya budaya. Mereka tidak hanya melihat batik sebagai produk, tetapi memahami nilai perjuangan, kreativitas, dan makna di dalamnya,” ujarnya.

Tujuan pertama adalah Kampung Batik Laweyan, kawasan bersejarah yang dikenal sebagai salah satu sentra batik tertua di Indonesia. Setibanya di lokasi, para siswa langsung disambut oleh pemandu budaya setempat yang mengajak mereka berkeliling kampung sambil mengenalkan sejarah dan filosofi batik Laweyan.

Gang-gang kecil berhiaskan rumah-rumah kuno bergaya Jawa dan Eropa menjadi pemandangan menarik sepanjang perjalanan. Para siswa diajak melihat langsung proses pembuatan batik, mulai dari tahap mencanting, pewarnaan, hingga penjemuran kain.

“Para pengrajin yang bekerja dengan tekun menjadi contoh nyata ketelatenan dan kecintaan terhadap karya budaya bangsa,” ungkap Thomas Iskandar Kurniawan, yang punya hobi sepak bola.

Setelah mengamati proses batik di beberapa galeri dan rumah produksi, para siswa juga berkesempatan mengenal kisah perjuangan masyarakat Laweyan pada masa lalu, terutama peran para perempuan pengusaha batik yang ikut membangun ekonomi lokal.

“Kegiatan berkeliling ini memberikan pengalaman kontekstual yang sulit diperoleh di ruang kelas,” ujarnya.

Suasana saat siswa siswi SMP BOPKRI 1 Yogyakarta peserta Outing Class, mengunjungi sebuah galeri batik di Laweyan. (Foto: Istimewa)

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Museum Lokananta, yang dikenal sebagai studio rekaman pertama di Indonesia. Di sana, para siswa SMP BOPKRI 1 Yogya peserta Outing Class disambut oleh petugas museum yang memaparkan sejarah panjang Lokananta sebagai pusat dokumentasi musik nasional.

Mereka para siswa juga diperlihatkan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari piringan hitam, pita rekaman, hingga alat-alat rekaman analog yang dahulu digunakan oleh musisi legendaris Indonesia,

Kegiatan diakhiri dengan sesi melukis totebag bersama sebelum rombongan kembali ke Yogyakarta. Para siswa diajak menuliskan nilai-nilai budaya yang mereka pelajari, seperti ketekunan, kreativitas, kerja keras, dan rasa cinta terhadap karya bangsa.

Menurut Thomas Iskandar Kurniawan, kegiatan Outing Class ini sejalan dengan semangat pembelajaran kontekstual yang digalakkan oleh sekolah SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.

“Kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan inspiratif. Siswa tidak hanya mendengar dari buku, tetapi mengalami dan menyaksikan langsung budaya yang menjadi identitas bangsa,” pungkasnya. (ted/ Grace Patricia, SMP BOPKRI 1 Yogyakarta)