Satyalancana Karya Satya untuk 409 PNS DIY, Sultan HB X Ingatkan Tantangan Birokrasi

Satyalancana Karya Satya
Satyalancana Karya Satya

bernasnews– Sebanyak 409 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya (SLKS) dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedung Agung Yogyakarta, Rabu (24/9/2025).

Melansir dari kabarjawa.com, penghargaan ini terbagi dalam tiga kategori.

  • Satyalancana Karya Satya X Tahun: 228 PNS
  • Satyalancana Karya Satya XX Tahun: 58 PNS
  • Satyalancana Karya Satya XXX Tahun: 123 PNS

Angka tersebut bukan hanya statistik semata, melainkan potret nyata dedikasi panjang abdi negara yang telah mendedikasikan diri tanpa pamrih demi pelayanan publik.

Satyalancana Karya Satya sebagai Pengingat

Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X menegaskan bahwa tanda kehormatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat sekaligus pemantik semangat baru untuk terus meningkatkan kinerja, berinovasi, dan menjawab tantangan zaman.

“Penghargaan ini bukan hanya mencerminkan perjalanan panjang dalam mengabdi, tetapi juga pengakuan atas komitmen, integritas, dan kualitas kerja yang telah saudara tunjukkan,” tegas Sultan.

Namun, beliau menekankan, pengabdian tidak boleh berhenti di titik ini. Mengutip falsafah Jawa, ngudi kasampurnaning urip, Sultan mengajak PNS untuk terus berusaha mencapai kesempurnaan hidup, baik dalam kualitas kerja maupun dalam memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sultan menegaskan bahwa birokrasi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Masyarakat menuntut pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

“Birokrasi bukan hanya tentang administrasi yang rapi. Birokrasi adalah tentang bagaimana kita memberikan solusi konkret dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan, PNS tidak boleh terjebak rutinitas. Aparatur negara harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, mengembangkan ide-ide baru, serta menciptakan kebijakan yang relevan untuk menjawab kebutuhan rakyat.

Titik Awal, Bukan Titik Akhir

Penghargaan Satyalancana Karya Satya, lanjut Sultan, justru harus dipandang sebagai titik awal dari pengabdian yang lebih besar.

“Semoga penghargaan ini bukanlah titik akhir, tetapi justru menjadi awal dari perjalanan panjang untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat, memperkuat pemerintahan yang bersih, transparan, dan lebih berintegritas,” ungkap Sultan.

Tiga puluh tahun, dua puluh tahun, bahkan sepuluh tahun masa pengabdian adalah bukti perjalanan penuh ujian sekaligus komitmen pada negara.

Dari guru yang mencerdaskan anak bangsa, hingga tenaga administrasi yang menjaga ritme pemerintahan, semuanya adalah bagian penting roda pembangunan DIY.

Di akhir pidato, Sri Sultan HB X menggugah semangat para penerima penghargaan untuk terus menjaga etos kerja, inovasi, dan integritas.

“Jangan berhenti mengabdi. Teruslah memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Sultan.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya menjadi bukti nyata bahwa dedikasi panjang PNS DIY bukan hanya dihargai secara simbolis, tetapi juga diharapkan menjadi pemantik lahirnya birokrasi yang lebih tanggap, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.***(Eln)