bernasnews– Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Polda DIY resmi membentuk Forum Komunikasi (Forkom) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kehadiran forkom ini akan menjadi percepatan transformasi koperasi desa agar mampu tampil sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Pembentukan forkom menjawab kebutuhan 75 KDMP di seluruh kalurahan Bantul. Selama ini, koperasi desa berjalan sendiri-sendiri dan sulit menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan adanya forkom, setiap koperasi kini punya wadah bersama untuk menyatukan langkah strategis.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Guppianto Susilo, menegaskan forkom merupakan bagian dari tujuh langkah transformasi koperasi.
“Kalau tujuannya sama, langkahnya juga harus sama. Forkom inilah wadah untuk menyatukan tujuan itu,” ujarnya, mengutip dari tugujogja.id.
Forkom sekaligus membuka jalan menuju koperasi sekunder KDMP, yang nantinya bisa menaungi kerja sama bisnis lebih luas.
Ketua Forkom KDMP Bantul, Agus Subagya, melihat forkom sebagai solusi nyata. Menurutnya, koperasi desa selama ini terbebani kendala teknis dan administratif saat menghadapi pasar besar.
“Kalau butuh kerja sama dengan Bulog misalnya, kenapa harus koperasi satu per satu? Lebih efisien kalau forkom langsung menjembatani kontrak. Cepat, efektif, dan kuat,” ungkap Agus, yang juga Sekretaris KDMP Kalurahan Panggungharjo.
Ia menambahkan, keberadaan forkom akan mempercepat alur administrasi bisnis sekaligus memperkuat komunikasi antar-KDMP.
Pembentukan Forkom KDMP menegaskan komitmen Pemkab Bantul untuk memperkuat perekonomian kerakyatan. Forum ini akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan daya tawar koperasi desa, memangkas rantai distribusi, hingga memperbesar peluang masuk ke ranah konsorsium bisnis.
Forkom bukan hanya forum, tetapi simbol kebangkitan ekonomi desa. Dari Jetis, semangat ini harapannya menular ke seluruh kalurahan Bantul, meneguhkan gotong royong sebagai dasar transformasi ekonomi rakyat.***(Eln)












