Program Gebyar, Disdag Gunungkidul Ajak Warga Belanja Kembali ke Pasar Rakyat

Program Gebyar, Kembali ke Pasar/Foto Ilustrasi: Freepik

bernasnews– Pasar rakyat di Gunungkidul mendapat suntikan semangat baru. Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul resmi meluncurkan program Gebyar (Gerakan Belanja Kembali ke Pasar) yang menyasar 38 pasar tradisional, taman kuliner, dan taman parkir di seluruh wilayah.

Program ini lahir dari keprihatinan pemerintah atas menurunnya aktivitas pasar tradisional yang kian tergerus toko modern dan perubahan perilaku belanja masyarakat.

Program Gebyar Bangkitkan Pasar Rakyat

Kepala Disdag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menegaskan bahwa Gebyar bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama untuk membangkitkan kembali denyut ekonomi rakyat.

Ia menginstruksikan para pengelola pasar untuk tidak hanya menjaga fasilitas, tetapi juga merekam aktivitas pasar setiap kali hari pasaran berlangsung.

“Kami ingin bukti bahwa pasar kembali hidup,” ujar Kelik di hadapan pengelola pasar, mengutip dari kabarjawa.com.

Salah satu fokus utama program ini adalah kios kosong yang dibiarkan terbengkalai. Kelik menegaskan, pihaknya meminta pengelola mendata kios yang tidak lagi digunakan pemiliknya.

“Kalau pemilik kios sudah tidak mau berdagang lagi, kiosnya kami minta dikembalikan. Nanti akan kami tawarkan ke masyarakat yang berminat. Apalagi sekarang tidak ada biaya sewa, hanya retribusi harian,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, pemerintah membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Setiap ruang di pasar diharapkan kembali berfungsi sebagai pusat perdagangan rakyat.

Gebyar 2026 Lebih Meriah

Disdag memastikan bahwa Gebyar bukan hanya agenda sesaat. Pada 2026, gerakan ini akan berkembang lebih besar dengan agenda tambahan seperti promosi produk lokal, peningkatan layanan pasar, hingga kampanye belanja sehat dan aman.

“Program ini bukan hanya kebijakan, melainkan gerakan bersama. Kami ingin pasar menjadi ruang yang sehat, aman, dan membanggakan. Tahun depan, Gebyar akan hadir lebih meriah dengan kegiatan pendukung,” kata Kelik.

Disdag menggandeng berbagai pihak demi memperluas dampak program ini. Bersama perbankan, Disdag menyiapkan undian berhadiah di sejumlah pasar seperti Ngawu, Playen, dan Semin. Langkah ini akan menarik minat warga untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.

Tak hanya itu, Disdag juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan pangan. Pedagang dilarang menjual produk dengan bahan berbahaya.

“Kami ingin pasar semakin dipercaya masyarakat,” tegas Kelik.

Kebijakan dramatis lain muncul dari bidang meteorologi. Mulai Oktober, biaya servis tera timbangan pedagang akan ditanggung APBD, bukan pedagang.

“Kalau dulu pedagang harus bayar kalau timbangannya diservis, sekarang gratis. Harapannya, ada rasa percaya dan pelayanan yang baik di pasar. Untuk undian berhadiah akan kita intensifkan di 2026,” pungkas Kelik.

Lewat program Gebyar, pemerintah ingin mengembalikan pasar tradisional ke peran utamanya: pusat ekonomi rakyat yang sehat, aman, dan penuh kepercayaan.

Dengan kios yang terisi, pengawasan pangan yang ketat, serta dukungan promosi, pasar rakyat diharapkan kembali menjadi pilihan utama warga Gunungkidul.***(Eln)