Tim PKM UWM: Inovasi Pemasaran Produk Olahan Empon-empon di Bukit Kedungkeris Gunungkidul

Penyerahan mesin pengemas dan mesin "food dehydrator" ke Kelompok Tani oleh TIM PKM UWM. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Petani empon-empon di kawasan perbukitan Kedungkeris, Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, DIY selama ini kerap menghadapi tantangan dalam memasarkan produk olahan pertanian mereka. Namun, berkat inovasi dalam pemasaran digital, permasalahan tersebut kini mulai teratasi.

Tidak hanya bergantung pada penjualan tradisional atau offline, produk olahan berbahan baku empon-empon dari petani Kedungkeris kini dapat dipasarkan secara online melalui platform yang dikembangkan oleh Masrukan, Dosen Prodi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram (UWM).

Menurut Masrukan, melalui website https://kedungkeris-mart.com/, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dapat mempromosikan dan menjual berbagai produk olahan hilir empon-empon, seperti simplisa, bumbu kering, jamu siap saji, dan wedang instan.

“Saya berharap produk olahan empon-empon ini semakin memiliki daya saing dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional. Dengan kualitas produksi yang terjaga, produk ini memiliki potensi besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Masrukan, dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke bernasnews, Selasa (9/9/2025).

Selain inovasi pemasaran, Masrukan juga memberikan pendampingan kepada para petani dalam produksi olahan pangan berbasis empon-empon yang baik dan benar. Program Kemitraan kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemdiktisaintek ini melibatkan praktisi rekayasa proses pengolahan, dosen Prodi Teknologi Pangan UWM Eman Darmawan, serta Bahri selaku Ahli Manajemen Inovasi dan Pemasaran.

Dalam kesempatan itu, Eman Darmawan memberikan dorongan kepada kelompok tani untuk menciptakan produk turunan empon-empon, seperti bumbu instan yang memiliki daya simpan panjang tanpa tambahan pengawet.

Sementara itu, Bahri mengedukasi kelompok tani mengenai pentingnya inovasi produk dalam mempertahankan loyalitas konsumen.

Pada bagian lain, Tim PKM Universitas Widya Mataram juga menyerahkan bantuan berupa alat kemasan (packaging machine) dan food dehydrator untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien dan higienis. Rusdi Martono selaku Penasihat Kelompok Tani di Kalurahan Kedungkeris, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingan dan bantuan yang diberikan

“Apa yang dikerjakan oleh Tim PKM Universitas Widya Mataram sangat bermanfaat bagi pengembangan produk olahan pangan berbasis empon. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan petani empon-empon di Kedungkeris,” harap Rusdi Martono yang juga menjabat sebagai Lurah Kalurahan Kedungkeris.

“Dengan langkah-langkah terobosan ini, diharapkan produk olahan empon-empon dari Kedungkeris tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan petani lokal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (*/ nun)