bernasnews – Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) DIY bersama Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar Seminar Nasional bertema “Menyelamatkan Nasib Perguruan Tinggi Swasta (PTS)”.
Acara berlangsung di Auditorium Kampus UAJY Babarsari, Yogyakarta, Rabu (27/9/2025), dengan dukungan dari LLDIKTI V DIY, APTISI V DIY, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY.
Sejumlah tokoh pendidikan hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof. Dr. Fathul Wahid (Ketua APTISI V DIY sekaligus Rektor UII), Prof. Dr. Ainun Naim (Guru Besar FEB UGM), serta Sri Darmadi Sudibyo (Kepala Perwakilan BI DIY). Sementara itu, Prof. Dr. M. Najib (Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemendikrisaintek RI) menyampaikan paparannya secara daring. Seminar ini juga menghadirkan penanggap Prof. Dr. Didi Achjari (Ketua ISEI Cabang Yogyakarta), dengan moderator Prof. Dr. Edy Suandi Hamid (Rektor UWM Yogyakarta).
Pembukaan acara dilakukan oleh Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto. Sambutan pengantar disampaikan oleh Kepala LLDIKTI V DIY, Prof. Dr. Setyabudi Indartono, sementara ucapan selamat datang diberikan oleh Kepala KAFEGAMA DIY, Dr. Bogat AR. Kegiatan ini dihadiri 150 pimpinan PTS se-DIY secara luring dan sekitar 200 peserta daring.
Dalam paparannya, para narasumber menyoroti turunnya jumlah mahasiswa baru PTS dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya antara lain perubahan kebijakan penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang kini dibatasi hingga Juli, bertambahnya kapasitas daya tampung dan program studi baru di PTN, hingga persoalan menurunnya daya beli masyarakat. Persaingan antar-PTS juga menjadi faktor yang turut memengaruhi.
Selain itu, PTS juga menghadapi tantangan lain yang tidak kalah berat, seperti regulasi pemerintah yang sering berubah, tuntutan akreditasi, hingga biaya infrastruktur.
“PTS memang harus siap menghadapi tantangan dan dinamika regulasi yang ada,” jelas Dr. G. Sri Nurhartanto.
Menurut Nurhartanto, kondisi ekonomi orang tua mahasiswa baru turut menjadi faktor krusial. “Biaya kuliah saat ini menjadi salah pertimbangan utama orang tua/wali untuk membiayai kuliah di PTS,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ada sejumlah variabel yang menentukan pilihan orang tua ketika memasukkan anaknya ke PTS, mulai dari akreditasi program studi, kualitas dosen, fasilitas, hingga prospek kerja lulusan.
Humas KAFEGAMA DIY yang juga Ketua Panitia Semnas, Dr. Y. Sri Susilo, menegaskan bahwa peran PTS sangat penting dalam mendukung pendidikan tinggi nasional.
“Mayoritas peserta seminar juga berharap pemerintah memberikan kemudahan terkait regulasi dan biaya akreditasi ditanggung oleh negara,” jelasnya.












