Opini  

Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Pegawai 

Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. (Foto : Istimewa)

bernasnews – Dalam organisasi, baik Pemerintahan maupun non Pemerintahan, pegawai merupakan faktor yang penting untuk menjaga kelancaran dan keefektifan organisasi tersebut. Di lain sisi, instansi Pemerintahan mengharapkan sumber daya manusianya dapat bekerja dengan baik, produktif serta mampu menjabarkan visi dan misi yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan (Sedarmayanti, 2017:11). 

Dalam situasi dunia saat ini yang sudah masuk pada era globalisasi tentunya potensi sumber daya manusia yang ada harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal terhadap instansi tersebut. Oleh karena itu, instansi harus memiliki cara yang tepat untuk mengelola sumber daya manusianya dengan baik. Pengelolaan sumber daya manusia tidak hanya cukup dalam hal rekruitmen, tetapi yang terpenting adalah dengan menjaga keberadaan sumber daya ini agar kinerja pegawai meningkat sehingga dapat mencapai kepuasan kerja.

Menurut Kasmir (2016:189), aspek yang dapat meningkatkan kinerja pegawai adalah adanya motivasi dan kepuasan kerja dari pegawai. Suatu perusahaan harus memerhatikan tingkat kepuasan kerja pegawainya, apabila kepuasan kerja pegawai rendah maka kinerja pegawai menurun.

Kepuasan kerja adalah salah satu aspek bagi pegawai dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya. Pegawai yang memiliki rasa puas pada pekerjaannya akan menunjukkan sikap yang lebih positif, sehingga dapat bekerja dengan baik. 

Menurut Kasmir (2016:192), kepuasan kerja merupakan perasaan senang atau gembira, atau perasaan suka seseorang sebelum dan setelah melakukan suatu pekerjaan. Jika karyawan merasa senang atau gembira untuk bekerja, maka hasil pekerjaannya pun akan berhasil baik. Demikian pula jika seseorang tidak senang dan tidak suka atas pekerjaannya, maka akan ikut memengaruhi hasil kerja pegawai.

Menurut Kasmir (2016:195), kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Tentunya kerja seorang pegawai harus diberikan imbalan yang layak dan sesuai dengan tenaga serta pemikiran yang telah mereka kerahkan bahwa pemberian kompensasi harus memerhatikan seberapa besar beban kerja pegawai, karena jika pemberian kompensasi layak dan sesuai dengan beban kerja yang diterima, maka pegawai akan merasa puas.

Menurut Kasmir (2016:190), motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan. Jika pegawai memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya atau dari luar dirinya, maka pegawai akan terangsang atau terdorong untuk melakukan sesuatu dengan baik. Pada akhirnya dorongan atau rangsangan baik dari dalam maupun luar diri seseorang akan menghasilkan kinerja yang baik yang tentunya memengaruhi kepuasan kerja pegawai. 

Menurut Handoko (2014:196), peningkatan motivasi memiliki potensi dalam peningkatan kepuasan kerja, dalam hal ini terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja. 

Masalah kompensasi dan motivasi kerja memiliki peranan yang penting dalam memberikan kepuasan kerja pegawai, dan juga dalam rangka memenuhi kebutuhan atau kepentingan instansi dalam hal pegawainya benar-benar mampu menguasai pekerjaannya. Selain itu dalam teori dan berbagai hasil penelitian salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Widya Parimita tahun 2018 menunjukkan bahwa kompensasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan motivasi kerja. Kompensasi juga sangat memengaruhi motivasi kerja. Selain itu kompensasi juga memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan kerja pegawai. Artinya jika kompensasi meningkat maka karyawan akan bertambah puas, sehingga berusaha untuk memotivasi dirinya agar bekerja dengan sebaik baiknya. 

Dikutip dari website borobudurpark.com, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (persero) adalah badan yang dipercayai untuk mengelola Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. PT TWC memiliki maksud dan tujuan untuk melakukan usaha di bidang pengusahaan lingkungan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko serta peninggalan sejarah dan purbakala lainnya sebagai suatu Taman Wisata dan Usaha di bidang pariwisata lainnya. 

Selain itu, juga optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas (corporate.borobudurpark.com). 

Seratus orang pegawai 

Dalam penelitian yang kami lakukan, populasi pegawai di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko berjumlah 100 orang, dan seluruh populasi tersebut sekaligus dijadikan sampel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan penilaian kuesioner dengan skala Likert. 

Analisis menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi berganda dan uji hipotesis. Hasil analisis regresi berganda diketahui Y = 10,612 + 0,352 X1+ 0,289 X2+ e. Berdasarkan uji t diketahui pengaruh kompensasi menunjukkan t hitung sebesar 9,818 yang berarti kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. Pengaruh motivasi kerja menunjukkan t hitung sebesar 10,268 yang berarti motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. 

Berdasarkan uji f diperoleh hasil f hitung sebesar 60,696 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang berarti bahwa kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko

Berpengaruh secara siginifikan 

Berdasarkan hasil pengujian signifikansi penulis secara parsial dengan T-Test menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi secara parsial dengan T-Test menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. 

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh koefisien regresi variabel kompensasi (X1) dan variabel motivasi kerja (X2) bertanda (+) yang menandakan hubungan searah. Hal ini berarti kompensasi dan motivasi kerja meningkatkan kepuasan kerja pegawai di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. Selain itu, hasil pengujian signifikansi dengan F-Test menunjukkan bahwa variabel kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. 

Bagi Kantor PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko disarankan untuk terus meningkatkan kepuasan kerja pegawai dan memerhatikan kompensasi serta motivasi kerja. Hal tersebut penting karena dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai serta pemberian motivasi kerja dari pimpinan sangat dibutuhkan para pegawai demi meningkatnya kepuasan dan kinerja pegawai. 

Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti variabel selain motivasi dan kepuasan kerja sehingga penelitian selanjutnya akan lebih representatif. (Nany Noor Kurniyati, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram [FE UWM]; Reza Apriyanto, Alumnus FE UWM)