Guru dan Karyawan SMA BOPKRI Banguntapan Ikuti Pelatihan Balai Tekkomdik

Suasana pelatihan pembuatan media pembelajaran oleh Balai Tekkomdik yang diikuti SMA BOPKRI Banguntapan Yogyakarta. (Foto : Humas sekolah)

bernasnews – SMA BOPKRI Banguntapan mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Powtoon yang diadakan oleh Balai Tekkomdik di Lab Multimedia sekolah setempat, Senin (5/6/2023) dan Selasa (6/6). Peserta pelatihan berjumlah 20 orang terdiri dari guru dan karyawan.

Kepala Sekolah Endah Nursinta Setyaningsih, M.Pd. berharap, adanya pelatihan Powtoon ini guru dan karyawan dapat semakin kreatif dalam membuat media pembelajaran serta promosi. Selain itu, dia  juga berharap pelatihan ini akan semakin meningkatkan motivasi belajar para  siswa. 

Pelatihan ini dibuka oleh Drs. Mulyanta, M.Kom selaku Koordinator Pengembang Teknologi Pembelajaran dan didampingi  Dorotea Dyah Hartinawati, S.E selaku Kepala Seksi Layanan dan Promosi. 

Drs. Mulyanta juga memberikan motivasi kepada guru dan karyawan untuk tetap maju di zaman teknologi yang berkembang dengan cepat. “Guru tidak boleh patah semangat dalam mengembangkan teknologi pembelajaran,” tambahnya.

Pada hari pertama guru beserta karyawan mendapatkan penjelasan mengenai apa itu Powtoon, fungsi beserta manfaat Powtoon yang dapat dirasakan baik untuk guru, karyawan serta siswa. Pelatih Erick Syafrianta mengatakan, Powtoon dapat memudahkan guru serta karyawan untuk membuat animasi yang menarik untuk audiens baik itu untuk siswa maupun promosi sekolah. Bukan hanya itu saja, dengan menguasai Powtoon guru dan karyawan bisa lebih kreatif dalam membuat video terutama untuk membuat pembelajaran menjadi jauh lebih menarik. 

Di hari pertama ini, guru beserta karyawan juga mendapatkan pelatihan berupa praktik pembuatan Powtoon. Guru-guru mendapatkan dua pilihan yaitu mengikuti tutorial yang diberikan pelatih atau menggunakan kreativitas sendiri untuk membuat video Powtoon. Hal yang menjadi kelebihan guru SMA BOPKRI Banguntapan adalah bukan hanya mereka dapat mengikuti instruksi dengan baik, namun mereka dapat mengembangkan Powtoon sesuai dengan kreativitas yang dimiliki.

Pada hari kedua, guru beserta karyawan dengan antusias melanjutkan proses kreatif mereka dalam pembuatan animasi yang menarik dengan Powtoon bersama Erick Syafrianta. Guru dan karyawan bukan hanya sukses dalam merancang animasi berdasarkan kreatifitas mereka, namun juga belajar mempublikasikan animasi yang mereka buat menggunakan platform YouTube.

Menurut Erick Syafrianta, penggunaan YouTube ini bukan tanpa sebab. Dia memandang YouTube dapat menjadi sarana yang baik untuk membagikan pengetahuan kepada masyarakat luas, bukan hanya kepada siswa.

Sesi pelatihan yang berjalan selama dua hari ini ditutup dengan tugas yang diberikan kepada guru beserta karyawan. Mereka mendapatkan tugas terkahir untuk kembali membuat video animasi dengan Powtoon yang disesuaikan dengan materi dan tugas yang mereka ampu. (*/mar)