bernasnews — Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan satuan pendidikan yang menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana. Sebagai salah satu dari 55 sekolah yang menerapkan SPAB di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul melaksanakan kegiatan aktif yang berkaitan dengan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana.
Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi wilayah DIY yang merupakan salah satu kawasan rawan bencana. Selain itu, fakta bahwa dalam situasi bencana, anak dengan disabilitas khususnya amat rentan dan sangat mungkin akan mengalami dampak yang jauh lebih berat dibandingkan mereka yang tanpa disabilitas.
Salah satu program SPAB di SLB Negeri 1 Bantul yaitu melakukan edukasi tentang pengurangan risiko bencana. Implementasi dari kegiatan tersebut berupa aksi flashmob dan kegiatan simulasi kebencanaan yang diagendakan dua kali dalam satu tahun. Salah satunya diagendakan di bulan Mei bertepatan dengan memperingati gempa di Yogyakarta yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2006.
Sebagai bentuk realisasi program SPAB di SLB Negeri 1 Bantul pada Jumat 26 Mei 2023 melaksanakan simulasi kebencanaan yaitu puting beliung. Sekalipun tidak persis dengan peringatan gempa bumi Yogyakarta, namun momen tersebut digunakan untuk memberikan penguatan terhadap warga sekolah dalam menghadapi bencana yang terjadi, khususnya puting beliung.
Simulasi puting beliung digelar secara semi tertutup. Artinya, tidak semua warga sekolah mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan simulasi tersebut. Hal ini mengingat SLB Negeri 1 Bantul bukan kali pertama menggelar kegiatan simulasi kebencanaan, sehingga diharapkan semua warga telah memiliki kesadaran diri yang cukup dalam hal penyelamatan dan pencegahan risiko bencana yang ditimbulkan.
Kegiatan simulasi kebencanaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas seluruh warga sekolah agar lebih siap apabila terjadi bencana alam, khususnya puting beliung. Selain itu, simulasi juga dapat berperan untuk menguji Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan yang telah disusun maupun kinerja Satuan Tugas (Satgas) SPAB yang ada di sekolah.
Selain melibatkan seluruh warga sekolah, simulasi dihadiri oleh sekolah imbas, yakni sekolah yang berlokasi tidak jauh dari SLB Negeri 1 Bantul. Sekolah tersebut adalah SLB Wiyata Dharma 4, SMP Negeri 1 Kasihan, dan SD Negeri 3 Kadipiro. Selain dihadiri oleh sekolah imbas, kegiatan ini juga dihadiri oleh fasilitator SPAB nasional Mariana Pardede dan dari KYPA yaitu Muhammad Andrianto.
Di hari yang sama juga dilaksanakan penyusunan satgas anti perundungan. Kondisi yang terjadi di tengah masyarakat sekarang ini berkaitan dengan persoalan perundungan, membuatnya termasuk ke dalam ranah SPAB. Mengingat bahwa dampak bencana yang dimaksud memiliki multi ancaman, termasuk di dalamnya adalah ancaman sosial seperti bullying. (mar/Mugiyanti, MPd., Pendidik SLB di Bantul)












