Kaum Muda Ikut Jaga Kearifan Lokal untuk Pariwisata Yogyakarta

Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo, S.E., M.I.P. dan staf menerima kunjungan empat siswa SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, di kantor dinas Jalan Suroto No. 11 Yogyakarta, Rabu (17/5/2023). (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews).

bernasnews – Kaum muda khususnya para pelajar diharapkan ikut menjaga kearifan lokal kota Yogyakarta sebagai pendukung utama pariwisata. Keberhasilan pariwisata penting bagi Kota Yogyakarta karena sektor ini memberikan 60 persen bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, pariwisata, kebudayaan dan pendidikan akan selalu menjadi unggulan kota ini.

“Yogyakarta selain memiliki keunggulan juga memiliki kekurangan. Untuk itu, kita semua diharapkan memberikan dukungan bagi keberhasilan pariwisata, antara lain bersikap ramah terhadap wisatawan. Keramahan warga dan keunikan wisata yang kita sajikan, diharapkan memberikan kesan baik bagi wisatawan sehingga meerka akan berkunjung kembali ke Yogyakarta. Para pelajar dapat berperan di sini,” kata Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo, S.E. M.I.P. di kantor setempat, Jalan Suroto No 11 Yogyakarta, Rabu (17/5/2023).

Keramahan adalah bagian dari sapta pesona selain keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan dan kenangan. Sapto pesona menjadi tolok ukur peningkatan kualitas produk pariwisata. 

Husni didampingi staf Nur Ichsanto Anwar, S.H., Sri Fajar Astuti, S.E. dan seorang mahasiswi magang saat menerima siswa SMA BOPKRI 2 Yogyakarta yang berkungkung ke kantor itu. Keempat siswa peserta ektrakurikuler jurnalistik ini adalah Virginia Yogyaswari Rambu Sori, Raden Roro Cindy Maulika Asriningtyas, Cameylia Shintya Pawestri dan Locheim Amor Yewun.

Dengan ramah, Husni Eko Prabowo menjelaskan sejarah dan gedung kantor dinas, serta kegiatan yang dilakukan organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Yogyakarta ini. Dia juga memberikan arahan agar siswa menekuni mata pelajaran dan ekstrakurikuler yang dipilih.   

Siswa SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menyampaikan terima kasih telah diberi kesempatan berkunjung dan menambah wawasan di kantor dinas ini.           

Banyak peristiwa penting 

Tentang Yogyakarta, booklet JOGJA The Real Jawa (terbitan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, tanpa tahun) menulis, pada masa kemerdekaan Yogyakarta juga berperan penting dalam proses perjuangan bangsa Indonesia. Banyak tokoh nasional di kota ini yang berperan dalam perjalanan bangsa seperti Ki Hadjar Dewantara, K.H. Ahmad Dahlan, Sultan Hamengku Buwono IX dan lain-lain. 

Banyak peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta, salah satunya adalah peristiwa Serangan Umum Satu Maret 1949. Kemudian kota ini juga pernah menjadi ibukota Negara Republik Indonesia pada tahun 1946 – 1949.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan yang banyak dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa Indonesia dan mancanegara. Sebagai pusat budaya dan seni, kota ini menyediakan banyak akses menyaksikan budaya Jawa kepada para pengunjung melalui kekayaan tradisi dan pertunjukan seni seperti tari klasik, wayang kulit, dan lain-lain.

Nilai tradisi dan budaya Jawa masih erat dipertahankan menjadi modal dalam pengembangan pariwisata kota Yogyakarta di masa depan untuk menjadi destinasi wisata utama di Indonesia. (mar)