Opini  

Buku Berkisah Buku dan Pentingnya ISBN 

Sebuah koleksi buku yang berkisah tentang buku dan ber-ISBN. (Foto : Anto Margono).

bernasnews – Setiap buku pasti memiliki alasan dan tujuan dihasilkan oleh penulis, diterbitkan oleh penerbit, kemudian dibedah, diresensi, dan dipasarkan oleh penerbit atau toko buku. Alasan umum setiap karya tulis adalah agar dibaca orang. Buku yang dibeli dan dibaca sebanyak-banyaknya orang melintasi ruang dan waktu kiranya adalah buku yang menarik. Dari pihak penerbit, mungkin buku itu dimasukkan ke kategori best seller.

Dari sisi topik atau tema, bentuk, ukuran, layout, sampai tebal tipisnya, buku berbeda-beda satu sama lain. Untuk ukuran umum biasanya 14,5 x 21 cm. Namun ada juga buku yang lebih mungil, misalnya 11 x 18 cm. Atau yang ukurannya sedang dan lebih besar. Semuanya memiliki daya tarik, antara lain berkat ilustrasi cover, hitam putih atau berwarna, materi isi dan tentu saja penulsnya. 

Sebagai pembelajar perbukuan, penulis memiliki bebertapa koleksi buku yang berkisah tentang buku. Maksudnya, materi isi buku itu bicara seputar buku. Baik yang ditulis dalam format fiksi maupun esai. Penulis bersyukur, senang dan berharap suatu ketika dapat menulis buku tentang buku pula. 

Karya buku koleksi itu bertajuk Buku-Buku Itu Berbicara (YB Margantoro, 1995); Buku Membangun Kualitas Bangsa – Bunga rampai seputar perbukuan di Indonesia (Franz Magnis Suseno, dkk., 1997); Dari Buku ke Buku – Sambung Menyambung Menjadi Satu (P. Swantoro, 2002); Jurnalistik Buku (SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, 2011); Menulis Buku? Kamu Pasti Bisa! (SD Masehi Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, 2012); Membaca, Meresensi, dan Menulis Buku (Mahasiswa Prodi Ilkom FISIP UAJY, 2013); Ketika Buku Bercerita – Karya Bersama Pejuang Literasi GIM Yogyakarta (Tim Panitia GIM, 2017); dan Buku, Guru dan Sahabatku (Amalin Budi Setiani, dkk., 2019).

Meski ada dua bentuk tulisan buku-buku itu, yakni fiksi dan esai, namun benang merah dapat ditarik. Yakni betapa menarik dan pentingnya buku bagi setiap insan, kehidupan dan sekaligus peradaban. Sesuai dengan alasan dan keperuntukan pembacanya, sebagian buku dihasilkan bagi siswa sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, dan selebihnya  masyarakat umum.

Dari sisi usia penulis, latar belakang dan profesinya juga beragam. Ada penulis siswa SD, SMA, mahasiswa, guru, dosen, rohaniwan, wartawan, pustakawan, sampai tokoh masyarakat. Daya tarik buku ini pun beragam. Benang merah berikutnya adalah buku dapat membangun kualitas bangsa dan melestarikan peradaban. Untuk itu, penulisan dan penerbitan buku harus diperjuangkan bersama semua elemen dari waktu ke waktu.      

Delapan buku koleksi penulis yang berkisah tentang buku itu, semuanya ber-ISBN. Apa itu ISBN dan apa pentingnya bagi buku?   

Pentingnya ISBN 

Menurut website Perpustaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), ISBN atau International Standard Book Number adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. 

ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk buku yang lain.

ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di Indonesia, Perpusnas RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpusnas RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.

Apa fungsi ISBN? Pertama, memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit; Kedua, membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku; Ketiga, sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di London. 

Nomor ISBN terdiri dari 13 digit dan dibubuhi huruf ISBN di depannya. Nomor tersebut terdiri atas 5 (lima) bagian. Masing-masing bagian dicetak dengan dipisahkan dengan tanda hyphen (-). Kelompok pembagian nomor ISBN ditentukan dengan struktur sebagai berikut : Contoh : ISBN 978-602-8519-93-9

Angka pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978; Kode kelompok (group identifier) = 602 (Default); Kode penerbit (publisher prefix) = 8519; Kode Judul (title identifier) = 93; Angka pemeriksa (check digit) = 9.

Buku ber-ISBN dan tidak ber-ISBN

Terbitan yang dapat diberikan ISBN adalah buku tercetak (monografi) dan pamphlet; Terbitan Braille; Buku peta; Film, video, dan transparansi yang bersifat edukatif; Audiobooks pada kaset, CD, atau DVD; Terbitan elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di Internet); Salinan digital dari cetakan monograf; Terbitan microform; Software edukatif; dan Mixed-media publications yang mengandung teks.


Terbitan yang tidak dapat diberikan ISBN adalah Terbitan yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dan sebagainya); Iklan; Printed music; Dokumen pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik); Kartu ucapan; Rekaman musik; Software selain untuk edukasi termasuk game; Buletin elektronik; Surat elektronik; dan Permainan.

ISBN ditulis dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis dengan huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal penerbit, pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut: ISBN 978-602-8519-93-9

Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada : Bagian bawah pada sampul belakang (back cover); Verso (di balik halaman judul, halaman copyright); Punggung buku (spine) untuk buku tebal , bila keadaan memungkinkan.

Permohonan ISBN, KDT dan barcode dapat dilakukan secara online atau manual dengan melengkapi persyaratan : (1) Mengisi formulir surat pernyataan disertai dengan stempel penerbit dengan menunjukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris); (2) Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan diterbitkan; (3) Mengirimkan atau melampirkan fotokopi halaman judul, balik halaman judul, kata pengantar dan daftar isi. Untuk persyaratan permohonan ISBN, KDT dan barcode anggota lama hanya nomor 2 dan 3 saja yang perlu dikirimkan ke Tim ISBN & KDT. 

Tertarik menulis buku tentang buku dan memperoleh ISBN? Mari terus berkarya untuk menambah khasanah perbukuan nasional. (Anto Margono, Pegiat Literasi di Yogyakarta)