Opini  

Komunitas Literasi Itu Bernama Yuk Belajar Menulis

Sebagian karya buku Komunitas Literasi Yuk Belajar Menulis (YBM) tahun 2018 – 2021. (Foto : Humas YBM).

bernasnews – Komunitas atau paguyuban adalah sekelompok orang yang memiliki alasan dan tujuan sama di bidang tertentu. Misalnya komunitas literasi adalah satu kelompok orang yang mau tekun belajar di bidang literasi dan komitmen menghasilkan karya literasi. 

Literasi bukan lagi keniscayaan namun keharusan dalam kehidupan. Literasi penting bagi pengembangan pribadi, komunitas, lembaga dan juga peradaban. Salah satu komunitas literasi di Yogyakarta bernama Yuk Belajar Menulis atau biasa disingkat YBM. Pada hari Senin 17 April 2023, komunitas ini genap berusia lima tahun.  

Kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan YBM berkenaan HUT ke-5 ini adalah safari literasi di Komunitas Sekolah Kanisius Sleman Barat, SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, kunjungan media. Kemudian acara syukuran, pemberian penghargaan lomba menulis, pemberian YBM Award, dan sebagainya.    

Komunitas Literasi YBM didirikan dalam sebuah acara diklat jurnalistik bagi guru-guru se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Yogyakarta, 17 April 2018. Komunitas ini didirikan sebagai upaya untuk membersamai para guru, siswa, pustakawan dan masyarakat umum agar semangat dan karya mereka dalam kepenulisan tetap terjaga. Komunitas melayani workshop literasi, pengelolaan media dan penerbitan buku.

Kegiatan yang telah dilaksanakan YBM selama lima tahun ini adalah mengadakan safari literasi ke beberapa sekolah dan lembaga, diklat kepenulisan, kunjungan lembaga, lomba kepenulisan, serta penerbitan media dan buku. 

Untuk safari literasi dan diklat kepenulisan sudah diadakan beberapa kali, terutama di wilayah DIY. Peserta safari dan diklat adalah warga sekolah, pustakawan, utusan institusi, dan masyarakat umum. 

Untuk kunjungan lembaga di Yogyakarta : Balai Bahasa DIY, Majalah Djaka Lodang, Museum Pendidikan Indonesia (MPI) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dinas Dikpora DIY, Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY, Dinas Dikpora Kota Yogyakarta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman,  bernasnews, dan media massa lainnya; Solo : media massa dan Monumen Pers; Semarang : Balai Bahasa Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan media massa.

Untuk lomba kepenulisan antara lain bekerja sama dengan MPI UNY berupa lomba esai dan puisi tentang MPI. Hasil lomba dibukukan dengan judul Berwisata Sambil Belajar di Museum (2019). 

Untuk penerbitan media, bekerjasama dengan Penerbit Gema Godam Grafika Yogyakarta menerbitkan Majalah Literasi Guru. Posisi Komunitas Literasi YBM kemudian digantikan Lembaga Mitra Mekar Berkarya (MMB) sebagai penerbit. Majalah Literasi Guru memperoleh ISSN 97727751420001 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Buku-buku yang sudah dihasilkan YBM antara lain, terbit tahun 2018 : Kepolosan Murid Membuatku Bahagia – Aneka Kisah Guru; Perjumpaan yang Menginspirasi : Memanusiakan Manusia; Asyiknya Jadi Wartawan Kagetan; Guru Idolaku. Terbit tahun 2019 : Ketika Alumni Berkisah; Berwisata Sambil Belajar di Museum; Menjadi Bahagia; Buku, Guru dan Sahabatku; Mendidik dengan Hati.

Terbit tahun 2020 : Membaca 75 Tahun Indonesia; Karunia Kasih; Sekolah Cinta Kasih. Terbit tahun 2021 : Terus Merawat Asa; Diary Hazel : Di Sini Senang Di Sana Senang; Wartawan Bertanya Wartawan Menjawab.

Harus mau menjalani proses

Temu perdana Komunitas Literasi YBM Angkatan I dilaksanakan di ruang Sasana Wiyata Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY), Jalan Cendana 9 Yogyakarta, Sabtu (27/10/2018). Berdasar notulensi Maria Ulfa, S.Pd., Ketua YBM menekankan pentingnya proses dalam belajar literasi. Proses belajar menuntut daya tahan atau militansi yang tinggi.

Paling tidak ada dua macam karya yang dapat dilakukan pembelajar literasi. Yakni karya internal berupa koleksi pribadi dan karya eksternal yang dikirimkan ke media publik. Karya pribadi maksudnya adalah karya tulis yang belum dikirimkan ke media. Idealnya, saat sudah menghasilkan satu karya, tidak berhenti namun terus berkarya. 

Ada empat spirit yang diusung YBM yakni kekeluargaan; komitmen, kompetensi dan konsistensi; kolaborasi; dan altruistik atau memiliki semangat berbagi/melayani. Trio tradisi komunitas ini adalah membedah buku, meresensi buku dan menulis buku.Komunitas Literasi YBM masih muda serta harus banyak belajar dan berkarya di hari-hari mendatang. Personal dan pengurus diharapkan merawat spirit komunitas ini. Salam literasi. (Anto Margono, Pegiat Literasi dan Anggota Komunitas Literasi YBM)