bernasnews – Banyak perkara yang terjadi pada kehidupan remaja masa kini dan sebagai pendidik hal ini sungguh merupakan keprihatinan. Adanya pembulian, tawuran, klithih, dan tumbuhnya geng pelajar adalah contoh perkara itu. Jika hal tersebut dibiarkan berlanjut maka hancurlah generasi muda bangsa ini.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) BOPKRI 3 Yogyakarta sebagai sebuah lembaga pendidikan di Kota Yogyakarta tergerak untuk memunculkan karya inovasi dalam penerapan Pendidikan Karakter. Fakta menarik menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang sangat kuat akan mampu membentuk kepribadian siswa yang baik, bertumbuh, dan kuat dalam setiap kehidupan pergaulan di manapun siswa berada.
Banyak sekolah dalam penerapan pendidikan karakter dituliskan dalam persiapan pembelajaran sehingga seolah Pendidikan Karakter hanya sekadar disambi. Akibatnya, berdasar pengamatan di saat evaluasi yang diisi oleh siswa ternyata hasil pertumbuhan kepribadian kurang menunjukkan pertumbuhan pribadi siswa yang signifikan. Hasil yang didapat siswa melalui pembelajaran adalah 60% siswa merasa terbangun dalam kepribadian dan guru dalam penilaian sikap menunjukkan 70% siswa mengalami perubahan. Hasil dari evaluasi yang diperoleh ini sangat memprihatinkan. Ternyata pembentukan karakter melalui pembelajaran belum menghasilkan perubahan pribadi siswa yang memprihatinkan.
SMP BOPKRI 3 Yogyakarta sebagai sekolah inspirasi mampu hadir untuk memberikan ide-ide yang baru dalam dunia pendidikan, terkhusus dalam penanaman pendidikan karakter. Ide untuk penanaman pendidikan karakter yang mampu mengubah dan membentuk kepribadian dari yang kurang menjadi baik dan dari yang biasa mampu bertumbuh menjadi kepribadian yang luar biasa. Sesuai dengan motto Yayasan BOPKRI Being Good, Being Smart, berarti bahwa siswa berkepribadian yang terbentuk dan baik maka dia akan bertumbuh menjadi siswa yang pandai dalam olah pikir. Berangkat dari hal inilah SMP BOPKRI 3 Yogyakarta mulai dengan inovasinya dalam pendidikan karakter.
Pohon literasi karakter
Pada Januari 2019 mulailah muncul ide dari lukisan siswa. Sebuah pohon yang sangat kuat.Pohon tersebut memiliki beberapa cabang yang kemudian dilatari dengan warna yang cerah. Pohon itu sederhana tapi cukup bermakna.
Ada sesuatu yang sangat bermakna dalam pohon tersebut. Bahwa pohon itu tetap tumbuh dalam pewarnaan yang cukup cerah.Ada kehidupan, ada semangat, dan ranting itu ada di dalam warna tetapi ranting itu kelihatan dengan jelas dan tetap menggam-barkan kehidupan.
Menjadi pemikiran berikutnya adalah memunculkan kemauan siswa tanpa harus dipaksa, memunculkan kerelaan hati dalam memiliki pribadi yang kuat, mampu menjadi teladan di keluarga, sekolah, dan di manapun dia berada. Sekolah memiliki mimpi bahwa lulusan siswa SMP BOPKRI 3 Yogyakarta harus memiliki karakter yang penuh berkat Tuhan.
Ada sebuah kerinduan yang sangat dalam bahwa sebagai sekolah inspirasi harus mampu melahirkan siswa yang tidak hanya pandai berlogika tapi kami harus mampu melahirkan remaja yang mampu tampil beda dengan memiliki karakter keteladanan dalam hidupnya. Mimpi ini tidak dapat dijalankan oleh kepala sekolah seorang diri. Harus ada kesepakatan bergerak dalam staf, guru, dan karyawan untuk berada di baris depan sebagai teladan dalam keluarga besar SMP BOPKRI 3 Yogyakarta.
Pada awal tahun pelajaran 2019/2020 dimulailah gerakan komitmen warga sekolah yang disematkan dalam pohon literasi karakter. Gerakan ini diresmikan oleh Bapak Drs. Petrus Sunarto (alm), selaku Pengawas Yayasan BOPKRI dan Pembina Pengawas Ibu Bernadeta Bremaniwati, S.Pd, M.Pd. pada puncak acara HUT ke-57 sekolah pada Agustus 2019. Antusias warga sekolah untuk melaksanakan komitmen menuju pribadi yang mampu menjadi teladan sungguh membuat langkah kami semakin mantap.
Pengadaan pohon literasi di setiap kelas, ruang guru, dan karyawan mulai dilaksanakan oleh Wakil Kepala Sarana Prasarana. Program pelaksanaan penulisan komitmen untuk bertumbuh dalam karakter dilaksanakan oleh Tim Penguatan Pendidikan Karakter SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Selain menyiapkan pohon literasi karakter, dalam gerakan ini tim menyiapkan program dan juga menyiapkan potongan kertas yang berbentuk hati. Potongan kertas berbentuk hati akan diberi lobang, diberi tali pengikat, dan kemudian nanti setelah ditulisi dengan komitmen digantungkan dalam salah satu ranting pohon literasi karakter.
Kegiatan komitmen dilaksanakan setiap hari Selasa dalam satu minggu. Tim Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) setiap hari Selasa akan mengumumkan tentang nilai PPK yang akan dilaksanakan secara bersama dengan komitmen masing-masing pribadi tidak dengan paksaan.
Dari komitmen ini, maka warga sekolah dipersilakan untuk menulis komitmen dalam kertas yang berbentuk hati sesuai dengan kerelaan hati dalam perubahan yang akan mampu dijalani. Kemudian setelah menulis dalam kertas berbentuk hati, maka kertas tersebut akan digantungkan dalam pohon literasi karakter.Hal ini dijalankan rutin setiap minggu sehingga setiap minggu ada komitmen pembaharuan pribadi untuk dilaksanakan. Ada janji tertulis yang tergantung dalam pohon literasi karakter. Komitmen ini setelah berjalan enam bulan akan dievaluasi kembali dan masing-masing warga sekolah akan mengevaluasi pribadi masing-masing.
Setiap gerakan ini berlangsung akan ada cerita tersendiri dalam setiap pribadi, ada evaluasi diri dalam setiap tindakan yang dijalani, dan ada perenungan dalam hidup. Ternyata untuk bertumbuh menjadi teladan butuh proses. Setiap komitmen yang ditulis dalam kertas berbentuk hati yang digantungkan dalam pohon literasi karakter tidak semua dapat terjalani dengan baik dan ada sesuatu yang harus dibangun. Melalui komitmen yang tertulis dalam potongan kertas berbentuk hati ternyata dapat menjadi cerita hidup tentang karakter masing-masing warga SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Literasi hidup dimulai dari pohon literasi karakter dalam setiap ranting yang ada.
Pertumbuhan karakter dalam pribadi tiap siswapun akhirnya terbangun. Guru tidak perlu lagi dengan menguras energi untuk memperingatkan siswa karena mereka sudah terikat dengan komitmen yang dinyatakan. Pembelajaran tidak lagi terhalang dengan banyak nasehat. Ada suatu kehangatan yang terjalin, keakraban, suasana kekeluargaan, dan interaktif pembelajaran terjalin dengan inovasi yang selalu ada dalam kreativitas guru. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar tetapi juga menjadi rumah yang kedua bagi siswa. Prestasi demi prestasi diukir oleh siswa SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Dalam masa pandemi, pembentukan karakter tetap dilaksanakan dan komitmen dengan kerelaan hati tetap dijalankan.
Tidak ada kata berhenti untuk menjadi pribadi yang baik dan selalu memuliakan nama Tuhan dalam hidup. Hidup ini seperti pensil yang pasti suatu saat akan habis, namun setiap goresan tulisan dalam kehidupan akan selalu ada. Ada sebuah harapan bahwa dalam setiap pribadi SMP BOPKRI 3 Yogyakarta dapat meninggalkan kebaikan yang sangat berarti. Hal yang harus disadari adalah bahwa hidup ini sebuah anugerah. Berbuat nyata untuk mengubah diri menjadi lebih baik untuk mencapai tujuan hidup yang lebih gemilang. (Atun Pratiwi, M.Pd.K., Kepala SMP BOPKRI 3 Yogyakarta)











