News  

Ratusan Ternak Terpapar PMK di Bantul, Pemerintah Kejar Target 27.500 Dosis Vaksin

Ilustrasi Ratusan Ternak Terpapar PMK di Bantul, Pemerintah Kejar Target 27.500 Dosis Vaksin/Ef Linangkung

bernasnews – Kasus PMK di Bantul menyerang ratusan ternak sepanjang 2026. DKPP mempercepat vaksinasi 27.500 dosis untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjadi ancaman bagi sektor peternakan di Kabupaten Bantul. Sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat 384 ekor ternak terpapar PMK, terdiri atas 325 sapi, 55 domba, dan empat kambing. Untuk menekan penyebaran penyakit, pemerintah daerah mempercepat program vaksinasi dengan target 27.500 dosis hingga akhir tahun.

Hingga pembaruan terbaru, sebagian besar ternak yang terinfeksi telah dinyatakan sembuh. Meski begitu, kasus kematian akibat PMK masih ditemukan sehingga peternak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menerapkan biosekuriti di lingkungan kandang.

Ratusan Ternak Terpapar PMK Selama 2026

Data DKPP Bantul menunjukkan sapi menjadi hewan ternak yang paling banyak terdampak PMK.

Dari total 325 sapi yang terinfeksi, sebanyak 295 ekor berhasil pulih setelah menjalani penanganan. Delapan ekor sapi dilaporkan mati akibat penyakit tersebut, sedangkan sisanya masih berada dalam proses pemantauan dan pengobatan.

Kondisi serupa juga terjadi pada ternak kecil.

Sebanyak 55 ekor domba dilaporkan terpapar PMK. Dari jumlah itu, 47 ekor telah sembuh, sementara sisanya masih dipantau oleh petugas kesehatan hewan.

Untuk ternak kambing, DKPP mencatat empat kasus PMK dan seluruhnya berhasil pulih.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bantul, Novriyeni, mengatakan tingkat kesembuhan yang tinggi menunjukkan penanganan berjalan efektif. Namun, penyakit tersebut tetap berpotensi menyebar apabila langkah pencegahan tidak dilakukan secara konsisten.

“Untuk domba, sebanyak 47 ekor telah dinyatakan sembuh, sementara sisanya masih menjalani pemantauan. Kambing ada empat ekor yang terkena PMK, semuanya sembuh,” kata Novriyeni.

Vaksinasi PMK Diperluas di Seluruh Kapanewon

Sebagai langkah pengendalian, DKPP Bantul terus menggencarkan vaksinasi PMK di seluruh wilayah.

Sampai akhir Juli 2026, sebanyak 11.500 dosis vaksin telah disalurkan di 17 kapanewon.

Program tersebut telah menjangkau ribuan ternak dengan rincian:

Jenis TernakJumlah Divaksin
Sapi4.322 ekor
Domba5.817 ekor
Kambing1.988 ekor
Kerbau2 ekor

Vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada wilayah yang memiliki populasi ternak tinggi maupun daerah yang sebelumnya ditemukan kasus PMK.

Menurut DKPP, pemberian vaksin bertujuan meningkatkan kekebalan ternak sehingga risiko penularan dapat ditekan dan dampak ekonomi bagi peternak bisa diminimalkan.

Target 27.500 Dosis Hingga Akhir Tahun

Program vaksinasi belum berhenti pada capaian saat ini.

DKPP Bantul menargetkan penyaluran total 27.500 dosis vaksin PMK hingga akhir 2026 sebagai bagian dari strategi pengendalian penyakit secara menyeluruh.

Novriyeni menjelaskan kebutuhan dosis vaksin berbeda pada setiap jenis ternak.

Sapi dan kerbau memerlukan satu dosis penuh, sedangkan kambing serta domba hanya membutuhkan setengah dosis.

“Vaksinasi PMK untuk domba dan kambing hanya setengah dosis PMK, sedangkan sapi dan kerbau satu dosis vaksin,” jelasnya.

Perbedaan kebutuhan dosis tersebut menjadi dasar dalam penyusunan distribusi vaksin agar seluruh populasi ternak sasaran dapat memperoleh perlindungan secara optimal.

Biosekuriti Tetap Menjadi Kunci Pencegahan

Selain vaksinasi, DKPP mengingatkan peternak agar tidak mengabaikan penerapan biosekuriti di kandang.

Langkah ini dinilai sama pentingnya dengan vaksinasi karena mampu mengurangi risiko penyebaran virus antartertak.

Peternak dianjurkan untuk:

  • Membersihkan kandang setiap hari.
  • Melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.
  • Menjaga kebersihan peralatan peternakan.
  • Membatasi keluar masuk ternak dari luar kandang.
  • Memantau kondisi kesehatan ternak dan segera melapor apabila muncul gejala PMK.

Penerapan biosekuriti juga membantu mencegah penyebaran penyakit ke peternakan lain, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas perdagangan ternak cukup tinggi.

Pengendalian PMK Jadi Upaya Menjaga Produktivitas Peternakan

PMK merupakan penyakit virus yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Penyakit ini mudah menular melalui kontak langsung, pakan, peralatan kandang, maupun kendaraan pengangkut ternak.

Meski angka kesembuhan di Bantul cukup tinggi, penyebaran PMK tetap berpotensi mengganggu produktivitas peternakan rakyat apabila tidak dikendalikan sejak dini.

Karena itu, pemerintah daerah terus memperluas cakupan vaksinasi sembari mengajak peternak meningkatkan disiplin dalam menjaga kebersihan kandang dan melaporkan setiap dugaan kasus kepada petugas kesehatan hewan.

Dengan kombinasi vaksinasi massal dan penerapan biosekuriti yang konsisten, DKPP Bantul berharap penyebaran PMK dapat terus ditekan sehingga populasi ternak tetap sehat dan produktivitas peternakan rakyat tetap terjaga hingga akhir 2026.***