bernasnews — Sejarah mencatat dicetuskannya Hari Ibu, pada tanggal 22 Desember di Indonesia merupakan tonggak perjuangan perempuan untuk terlibat dalam upaya kemerdekaan bangsa dan pergerakan perempuan Indonesia dari masa ke masa dalam menyuarakan hak-haknya guna mendapatkan perlindungan dan mencapai kesetaraan. Being Mom’s adalah kodrat yang diberikan pada setiap wanita sehingga sebagai seorang wanita mempunyai hak untuk berpendapat, hak untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya maka sudah tidak mengherankan lagi ada career woman di Indonesia ini.
Momentum hari Ibu pada tahun ini sayangnya masih mengalami keprihatinan akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada kehidupan perempuan terutama dalam hal mengurus keluarga terutama anak-anak. Dalam setiap rumah tangga, wanita adalah pionirnya. Dari mulai mengandung, melahirkan sampai menyusui adalah tugas seorang wanita menjadi Ibu. Wanita juga merawat, mendidik, mengajari anak-anak di dalam keluarga dan sebagai manajer yang perannya selalu memastikan setiap tugas-tugasnya terutama dalam rumah tangga. Selain itu wanita juga dituntut untuk bisa bermasyarakat misalnya ikut berpartisipasi dalam kegiatan rukun tetangga, rukun warga dan gotong royong. Maka pentinglah jika seorang wanita perlu me-manage waktu dengan baik.
Basically, Being Mother tidaklah mudah, karena menjadi seorang Ibu bukan pekerjaan yang mudah, wanita terkadang merasa lelah bahkan jenuh dengan rutinitas yang dijalankan dan tingginya beban pekerjaan sehingga membuatnya stress, maka support system sangatlah penting untuk re-charge. That’s why para Ayah should be better membantu pekerjaan para Ibu, entah di dapur atau memberikan bentuk perhatian lain yang menyenangkan dan bisa men-support Ibu.
Ibu memegang peranan penting di dalam keluarga terutama bagi ibu-ibu yang bekerja di luar rumah tangga akan banyak menghabiskan waktunya di tempat kerja. Melalui Peringatan hari Ibu, kita kembali diingatkan untuk senantiasa menghargai seorang Ibu, karena beliau kita semua bisa ada disini, “Ibuku adalah motivatorku”, sejak kecil Ibuku mengajarkan banyak hal mulai dari kedisplinan dan kemandirian sehingga sampai 35 tahun ini hal tersebut melekat dalam kepribadianku.
Aku teringat kata-kata Ibu yang selalu mengajakku bercerita disela-sela tugasnya sebagai seorang Ibu juga wanita karir. Kata Ibu,“Keep on Learning as possible as you can”. Itu yang selalu ditegaskan Ibu pada kami, anak-anaknya, karena kebahagiaan anak adalah segalamnya bagi Ibu. Sedari kecil, Ibu mendampingiku dalam belajar, mendengarkan curhatan anaknya sebagai seorang teman, memotivasi dan senantiasa memberikan semangat dikala sedang ada masalah atau kesulitan. Namun terkadang secara tidak sadar, kita melukai perasaannya, perasaan sedih mungkin menangis tapi tidak pernah menunjukkan didepan anak-anaknya. Sudahkah kita memberikan sedikit waktu untuk Ibu kita? Sudahkah kita sering menanyakan kabar Ibu? Ini sebagai bahan renungan kita masing-masing.
Setiap anak mempunyai keinginan dan cita cita sendiri karena mereka adalah pribadi yang unik, dan sosok Ibulah yang akan mendukung dan membiarkan anak-anaknya untuk memilih apa yang terbaik untuk mereka.
Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future’s not ours to see
Que sera sera
What will be, will be
Di momentum hari Ibu ini, mari kita pandang Ibu kita, kita ucapkan terimakasih dan berikan senyuman terindah pada Ibu yang selama ini belum pernah kita berikan. Happy Mother’s Day untuk para Ibu hebat di seluruh Indonesia. (Mrs Natalia, guru bahasa Inggris SMK St Fransiskus Semarang)











