Opini  

Berubah Perlu Dukungan Unsur Kompetensi

BERNASNEWS.COM — Manajemen Sumber Daya Insani (MSDI) yang profesional harus berupaya terus menerus  membangun competitive advantage (keunggulan bersaing) dengan tetap  meningkatkan kualitas SDI (Sumber Daya Insani)  yang ada diseluruh lini. Membangun competitive advantage (keunggulan bersaing) harus selalu mau meningkatkan kualitas kerja dari setiap pekerjaan yang dilakukan, dan selalu mau melakukan pembaharuan, yakni perubahan pola kerja  dari dinamika kerja secara keras menjadi pola kerja secara cerdas. Lebih – lebih  para pengambil keputusan yang ada dalam level-level organisasi harus senantiasa memiliki etos kerja yang baik.

Hal ini terurai dalam 3 (tiga) dimensi keahlian. Pertama, keahlian konseptual. Keahlian konseptual menyangkut kemampuan individu dalam organisasi dalam berbagai fungsi manajerial, seperti: pengambilan keputusan, penyelesaian konflik dan problem yang kompleks, penyusunan strategi dan kebijakan. Kemampuan konseptual memerlukan dukungan pengetahuan yang harus selalu diperbaiki (on going formation). Kedua, keahlian bersifat ‘human’ yakni individu pada level apapun, perlu memiliki kemapuan yang bersifat ‘human’. Karakteristik ini diperlihatkan dalam kemampuan bekerjasama, interelationship, komunikasi dalam kelompok. Ketiga, keahlian teknikal, yakni kemampuan yang bersifat teknik adalah kemampuan individu yang lebih bersifat keahlian khusus teknik operasional, seperti kemampuan mengoperasikan alat-alat dan kegiatan yang bersifat administratif. Aspek ini menjadi sangat penting dalam menghadapi perubahan tatanan kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis.

Kapan dan apapun bentuknya, perubahan dalam organisasi (bisnis dan jasa) perlu terus dilakukan. Persoalannya adalah dari mana memulai perubahan?  Dengan berfikir sederhana  kita bisa  lakukan dengan konsep  ‘yang dahulu belum ada menjadi ada atau diadakan’. Misalkan segala aktivitas yang sudah dilakukan oleh organisasi, baik yang terliput di media (massa) maupun belum, perlu ditampilkan atau dipasang pada tempat yang strategis, misalnya bisa ditempel pada papan pengumuman supaya para pelaku aktivitas atau masyarakat-publik dapat melihat secara langsung.

Dengan cara ini bila para pelaku kegiatan dapat melihat dukumen (foto) kegiatan akan semakin merasa bangga, senang fotonyaatau beritanya ditempel. Konsep ini dapat membangkitkan rasa memiliki dan dapat menjadi alat promosi yang sangat baik pada publik yang belum mengenal organisasi tersebut. Tentu saja dengan perubahan diharapkan mampu memberi makna atau manfaat (berbuah) yang lebih baik  bagi perkembangan organisasai lebih lanjut. Yang jelas konteks perubahan diperlukan  kemamuan dari seluruh komponen yang ada dalam organisasi, dan untuk mau berubah dan berbuat lebih baik. Lebih – lebih perubahan butuh dukungan ketersediaan komptensi yang handal.

Berbicara mengenai kompetensi tidak dapat dilepaskan dari unsur kinerja. Aspek kompetensi merupakan salah satu harapan dalam performance  management planning.  Performance management adalah  proses yang menciptakan pemahaman bersama tentang apa yang hendak dicapai dan tentang cara mengelola karyawan agar dapat meningkatkan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan. Sedangkan unsur  kinerja terdiri dari dua aspek. Pertama adalah hasil (apa yang harus dicapai) dan kedua adalah kompetensi (bagaimana mencapainya).

Kompetensi adalah karakteristik dasar dari seseorang yang membuatnya mencapai prestasi istimewa. Karakteristik ini lazimnya ditunjukkan secara lebih sering dalam berbagai situasi dan  terbukti membawa hasil yang lebih baik. Hanya saja dalam pencapaian prestasi dari individu atau kelompok tidak dapat hanya diperoleh dari hasil akhir (result) saja, akan tetapi harus memperhatikan pula proses yang harus dilalui untuk mencapai hasil prestasi tersebut.

Kondisi ini akan dapat terwujud manakala ada suatu komitmen yang sudah disepakati bersama dan wajib dilaksanakan bersama oleh seluruh pekerja yang ada dalam organisasi tersebut sebagai kebutuhan, bukan sebagai keharusan.  Kompetensi dalam performance management meliputi aspek:  Memastikan bahwa karyawan mengetahui,  memahami model kompetensi dan mengerti bagaimana kompetensi berhubungan dengan pencapaian sasaran, serta minta karyawan untuk menetapkan sasaran yang  berhubungan dengan satu atau dua pengembangan kompetensi. Meskipun tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja seseorang, kompetensi tetap merupakan aspek yang sangat penting dalam menentukan hasil kinerjanya.

Sekali lagi dengan perubahan diharapkan  mampu memberi makna atau manfaat yang lebih baik  bagi perkembangan organisasi lebih lanjut. Terlebih para insan yang ada dalam dunia pendidikan, perubahan pola fikir dan pola perilaku merupakan suatu kebutuhan yang tidak boleh ditawar lagi, sebab insan  pendidik harus selalu On Going Formation’. Dalam konteks ‘on going formation’ bagi seorang pendidik, aspek  produktivitas kerja  harus perlu diwujudnyatakan dalam tatanan hidup dan kehidupan yang teratur dalam masing-masing pribadi seorang pendidik, bukan lamanya mereka bekerja.

Oleh karenanya aspek pengembangan diri bagi seorang pendidik, merupakan suatu tututan dan kebutuhan yang harus terus-menerus diupayakan tiada henti,  utamanya para pendidik yang telah menerima  sertifikasi  perlu terus melakukan peningkatan kualitas secata nyata dalam proses belajar mengajarnya dan pada kegiatan lainnya. (Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala, Dosen ASMI Santa Maria Yoyakarta)