Opini  

Membidik Peluang Bisnis di Hari Kasih Sayang

BERNASNEWS.COM — Hari kasih sayang (valentine day) merupakan hari yang masih dinantikan oleh banyak orang yang merindukan akan adanya keharmonisan dalam keluarga, terlebih banyak dinantikan oleh kaum muda dan remaja. Hari kasih sayang yang bertepatan dengan tanggal 14 Februari merupakan hari penantian panjang dengan penuh harap untuk segera tiba dan menyambutnya secara sukaria.

Bagi para pelaku bisnis tertentu, memasuki minggu kedua di bulan Februari menjadi harapan besar untuk  memperoleh  hasil penjualan. Dan hal ini tidak dapat disia-siakan untuk diburu dalam meraih kesempatan keuntungan. Mengapa demikian.? Karena disaat hari penantian kebahagiaan tersebut, tentu sangat terasa adanya kesibukan untuk mempersiapkan berbagai pilihan hadiah atau kado apa yang akan  diberikan pada para sahabat,relasi, keluarga, ayah, ibu, paman, tante, kakak, adik, bahkan untuk teman istimewanya.

Budaya macam ini memang terlahir bukan dari negara Asia, namun lahir dari budaya barat yang telah terbiasa, bahwa pada setiap tanggal 14 Februari mereka saling mencurahkan perhatiannya bagi orang-orang yang dicintai dan disayangi. Ungkapan sayang sering mereka ujudkan dalam berbagai kegiatan, misalnya berkumpul  dalam keluarga, bagi-bagi kado, rekreasi ke luar kota, mengadakan pesta sederhana, mengungkapkan syukur atas berkat dan rahmat yang telah diterima selama satu tahun dan ungkapan-ungkapan lain yang kesemuanya untuk bersyukur.

Pada sisi lain, bagi kaum remaja dan kaum muda hendaknya  dalam menyambut valentine day, perlu dipersiapkan untuk membentuk dan meraih prestasi sebaik-baiknya di segala bidang dan tetap mampu membangkitkan rasa cinta tanah air, cinta solidaritas sesame anak bangsa, dan tentunya cinta  NKRI.

Contoh adanya kebiasaan untuk saling memberi bingkisan dan cindera mata sebagai ungkapan kasih sayang di hari valentine,  dapat kita saksikan mulai terasa banyak calon pembeli memilih dan  pemburu cinderamata yang ada di beberapa tempat, misalnya di toko-toko yang secara khusus menyediakan aneka kebutuhan untuk valentine day, di- mall, di plaza,  di super market,  di pinggiran toko (baca:  kaki lima) dan ditempat-tempat lain menjadi tempat sasaran untuk diburu.

Namun semarak tersebut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena kondisi pandemi adanya Cavid-19 yang belum benar-benar tuntas. Memang seperti biasanya pembelian cinderamata yang berwujud setangkai atau untaian bunga mawar  (yang asli)  berwarna pink, atau warna merah tetap menjadi pilihan, akan tetapi bunga tiruan dari plastik (imitasi) dan pernik-pernik (gift valentine) dengan aneka variasi dan bentuk yang lucu, indah dan tentu menjadi menarik  memang dapat sebagai pilihan.

Bahkan  produk-produk makanan seperti aneka coklat dan barang-barang lain ikut menjadi produk untuk ditawarkan pada calon pembeli.. Kejadian semacam ini terasa  diberbagai kota besar, seperti di  Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi dan kota-kota lainnya yang rata-rata pembelinya kaum remaja atau kaum muda.

Dalam upaya membidik pasar pada saat valentine day, beberapa pelaku bisnis mencoba menawarkan beberapa pilihan. Kesempatan di hari kasih sayang juga sudah mulai direspon oleh para bisnis di rumah makan atau cafe-cafe, resto, hotel,  dan sebagainya, walau dalam kondisi terbatas dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan.  Selamat memburu rejeki di hari kasih saying. Semoga semua orang saling menemukan kasih sayang yang sejati. (Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala/ Dosen ASMI Santa Maria Yoyakarta)