BERNASNEWS.COM – Meskipun istilah Green Marketing (Pemasaran Hijau) ini sebenarnya sudah diperkenalkan semenjak sekitar tahun 1990-an, namun kemungkinan besar masih ada pelaku usaha terutama dari kelompok yang disebut UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang belum melaksanakannya.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Green Marketing atau Pemasaran Hijau itu? Seperti dikutip dari laman Small Business Chron, disebutkan bahwa Pemasaran Hijau adalah salah satu proses pemasaran yang di dalamnya mengacu pada lingkungan, sehingga proses yang dilakukan harus dapat mewujudkan keuntungan bagi lingkungan atau alam sekitarnya.
Green marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang sekarang ini cukup menarik perhatian, karena merupakan suatu jenis strategi pemasaran yang di dalamnya melibatkan alam. Hal ini mengacu pada pengertian green yang terkandung di dalamnya. Seperti telah disebutkan bahwa dalam konteks pemasaran hijau ini, bahwa strategi yang dilakukan tidak akan merusak alam dan lingkungan, hal ini termasuk pula ketika pelaku usaha memroses suatu produk tidak dibenarkan merusak lingkungan, juga pada saat memromosikan dengan metode ini harus merupakan produk yang ramah lingkungan.
Green marketing dan Pembangunan Berkelanjutan
Disadari bahwa tidak semua perussahaan mampu menerapkan strategi pemasaran hijau, hanya perusahaan tertentu saja yang memang berkeinginan melakukan proses pembangunan berkelanjutan dan juga umumnya dilakukan oleh perusahaan yang ingin memenuhiCorporate Social Responsibility (CSR)-nya. Dari hal inilah maka secara nyata pemasaran hijau akan mampu menghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan yang menerapkannya.
Green marketing atau pemasaran hijau bisa membuat suatu produk terlihat lebih menarik di mata pelanggan, terutama bagi mereka yang mempunyai kesadaran tinggi pada lingkungan. Oleh sebab itu green marketing di klaim sebagai suatu praktik bisnis yang berkelanjutan, dan juga banyak hal positif yang dapat diperoleh dari proses pemasaran ini. Green marketing juga akan mampu menekan biaya transportasi, packaging dan juga penggunaan energy yang dari lingkungan, dan yang jelas dengan menerapkan strategi pemasaran hijau ini secara otomatis juga akan menciptakan proses brand loyalty.
Tujuan dari Green marketing
Seperti yang dikemukakan oleh John Grant, bahwa tujuan dari pemasaran hijau memiliki tiga tahapan utama, yakni : (1) Bertujuan menyebarkan informasi bahwa perusahaan tersebut adalah suatu perusahaan yang sangat peduli pada lingkungan. (2) Greener, tujuannya adalah untuk melakukan komersialisasi sebagai tujuan yang paling utama untuk perusahaan dan juga tujuan yang berdampak pada lingkungan hidup. (3) Greenest, manajemen perusahaan berusaha untuk mengubah budaya konsumen kea rah yang lebih peduli pada lingkungan hidup yang ada di sekitarnya.
Ditegaskan kembali bahwa green marketing atau pemasaran hijau merupakan suatu upaya strategis dalam membuat usaha yang berbasis lingkungan dan kesehatan, yang sebenarnya sudah cukup lama dikatahui sejak awal 1990-an, dan juga mempunyai sebutan lain seperti Environmental Marketing, Sustainable Marketing, Societal Marketing, Ecological Marketing.
Peattie menyebutkan bahwa green marketing sebagai proses manajemen holistik yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengantisipasi dan memuaskan keinginan konsumen dan masyarakat dengan jalan menegaskan yang menguntungkan dan berkelanjutan. Sedang Lozada (2000) menegaskan bahwa green marketing adalah aplikasi dari alat pemasaran untuk menfasilitasi perubahan yang memberikan kepuasan organisasi dan tujuan individual dalam melaksanakan pemeliharaan, perlindungan dan konservasi pada lingkungan phisik.
Adapun menurut Salmon dan Stewart dalam Irandust and Bamdad (2014), green marketing adalah strategi pemasaran yang mendukung lingkungan dengan menciptakan keuntungan terhadap lingkungan yang didasarkan pada apa yang konsumen harapkan. Lebih lanjut disebutkan bahwa green marketing ini merupakan suatu pilihan lain yang dapat dimanfaatkan pemasar dalam melakukan aktivitas pemasaran dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas dengan efektif dan efisien.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa manfaat nyata dengan melakukan hal ini, yakni : (1) Menjadi penghasil produk yang ramah lingkungan; (2) Produsen dan pemasang iklan melakukan pengembangan produk yang diusahakan untuk memenuhi keinginan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan; dan (3) Inovasi kecintaan pada lingkungan akan membuat perusahaan menjadi lebih inovatif dalam inpout, proses, output sampai strategi pemasarannya. Semoga bermakna. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)











